PILIHAN
Pengamat: Polisi akan Dihormati Jika Selesaikan Kasus Novel
JAKARTA, Riauin.com -- Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertindak tegas, jika pernyataan Novel terkait adanya jenderal polisi terlibat dalam penyiraman air keras terhadap dirinya benar-benar terbukti. Jika Kapolri benar-benar bisa tegas dan objektif, maka akan mendapat penghormatan, tidak hanya dari masyarakat Indonesia, tapi juga masyarakat luar negeri.
"Jika memang terbukti ada oknum yang terlibat dalam kasus Novel, dan Kapolri bertindak tegas, itu akan dihormati oleh masyarakat Indonesia dan luar negeri. Karena objektif dia," kata Bambang saat dihubungi wartawan, kamis (22/6).
Bambang menilai, pernyataan Novel terhadap Majalah Time terkait adanya indikasi jenderal polisi yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadap dirinya, sebagai sesuatu yang wajar. Sebab, sebagai korban, Novel pasti merasa sakit hati jika kasus tersebut terbengkalai.
"Novel itu kan korban, matanya cacat lho. Korban pasti sakit hati dan ingin mendapat perlindungan. Apalagi lamanya penyelesaian kasus itu, karena enggak terbongkar-bongkar makanya dia (Novel) menyatakan itu," terang Bambang.
Seperti diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan buka suara mengenai kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Dalam sebuah wawancara kepada Time, Novel mengatakan bahwa serangan itu terkait sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya.
Novel kemudian berharap polisi bisa segera menemukan pelakunya. Namun, sekitar dua bulan sejak peristiwa itu terjadi, polisi hingga kini belum menemukan pelakunya. Novel pun menduga ada "orang kuat" yang menjadi dalang serangan itu.
Bahkan, dia mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisi ikut terlibat. "Saya memang mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisi terlibat," kata Novel kepada Time.(rol)
"Jika memang terbukti ada oknum yang terlibat dalam kasus Novel, dan Kapolri bertindak tegas, itu akan dihormati oleh masyarakat Indonesia dan luar negeri. Karena objektif dia," kata Bambang saat dihubungi wartawan, kamis (22/6).
Bambang menilai, pernyataan Novel terhadap Majalah Time terkait adanya indikasi jenderal polisi yang terlibat dalam penyiraman air keras terhadap dirinya, sebagai sesuatu yang wajar. Sebab, sebagai korban, Novel pasti merasa sakit hati jika kasus tersebut terbengkalai.
"Novel itu kan korban, matanya cacat lho. Korban pasti sakit hati dan ingin mendapat perlindungan. Apalagi lamanya penyelesaian kasus itu, karena enggak terbongkar-bongkar makanya dia (Novel) menyatakan itu," terang Bambang.
Seperti diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan buka suara mengenai kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Dalam sebuah wawancara kepada Time, Novel mengatakan bahwa serangan itu terkait sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya.
Novel kemudian berharap polisi bisa segera menemukan pelakunya. Namun, sekitar dua bulan sejak peristiwa itu terjadi, polisi hingga kini belum menemukan pelakunya. Novel pun menduga ada "orang kuat" yang menjadi dalang serangan itu.
Bahkan, dia mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisi ikut terlibat. "Saya memang mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisi terlibat," kata Novel kepada Time.(rol)
Berita Lainnya
Satgas Anti Narkoba Pekanbaru Tangkap 118 Tersangka, Empat di Antaranya Anak-anak
Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dumai, Polres Selidiki Motif Pembunuhan
Penyelundupan Narkoba di Pesisir Riau Digagalkan, Kurir Dikendalikan Jaringan Internasional
Pencuri Kabel PJU di Pekanbaru Kabur Tinggalkan Motor dan Parang Usai Ancam Petugas
Polresta Pekanbaru Buru Pemasok Sabu Jaringan Pangeran Hidayat
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Satgas Anti Narkoba Pekanbaru Tangkap 118 Tersangka, Empat di Antaranya Anak-anak
Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dumai, Polres Selidiki Motif Pembunuhan
Penyelundupan Narkoba di Pesisir Riau Digagalkan, Kurir Dikendalikan Jaringan Internasional
Pencuri Kabel PJU di Pekanbaru Kabur Tinggalkan Motor dan Parang Usai Ancam Petugas
Polresta Pekanbaru Buru Pemasok Sabu Jaringan Pangeran Hidayat
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT