Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
Ekspor Kelapa Sawit Melonjak, DPRD Riau Tuntut Transparansi Dana Bagi Hasil
RIAUIN.COM - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau mendesak pemerintah pusat untuk membuka transparansi data mengenai realisasi Dana Bagi Hasil kelapa sawit. Langkah ini diambil menyusul adanya ketimpangan tajam antara lonjakan volume ekspor komoditas tersebut dengan merosotnya pendapatan daerah yang diterima oleh Provinsi Riau pada pertengahan tahun ini.
DPRD Riau menilai penurunan porsi anggaran daerah tersebut sebagai sebuah kejanggalan besar. Pasalnya, berdasarkan tren pasar global saat ini, aktivitas pengiriman keluar negeri untuk produk turunan kelapa sawit justru sedang merangkak naik, yang seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan daerah penghasil.
Anggota Komisi III DPRD Riau Abdullah menyatakan bahwa lembaganya segera mengagendakan rekonsiliasi data secara menyeluruh dengan kementerian terkait. Evaluasi mendalam ini diperlukan guna melacak sumbatan informasi yang menyebabkan hak bagi hasil Provinsi Riau menyusut, padahal daerah ini memegang status sebagai produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia.
Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2023 tentang Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit, wilayah penghasil seharusnya mendapatkan jatah sebesar 4 persen. Namun, hitungan riil yang masuk ke kas daerah belakangan ini justru menunjukkan grafik penurunan yang signifikan dan dinilai merugikan pembangunan infrastruktur lokal.
Politisi dari Fraksi PKS tersebut menegaskan, penajaman analisis data akan dilakukan bersama jajaran eksekutif dalam waktu dekat. Hasil dari pencocokan data tersebut nantinya akan dibawa langsung ke tingkat pusat agar formula pembagian nilai ekonomis dari sektor perkebunan ini bisa berjalan lebih adil dan akuntabel bagi masyarakat Riau. -Juh
Berita Lainnya
Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah Empat Hari di Pekanbaru, Ini Lokasinya
Atasi Kelangkaan Air Karhutla Kerumutan, Pemprov Riau Kerahkan 15 Alat Berat
Asap Belum Ganggu Penerbangan, Bandara SSK II Pekanbaru Waspadai Arah Angin
Riau Dikepung 491 Titik Panas, BMKG Minta Waspadai Karhutla
Lahan Terbakar di Riau Tembus 16 Ribu Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Terluas
BMKG Deteksi 97 Hotspot di Riau, Pelalawan Sumbang Titik Panas Terbanyak
Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah Empat Hari di Pekanbaru, Ini Lokasinya
Atasi Kelangkaan Air Karhutla Kerumutan, Pemprov Riau Kerahkan 15 Alat Berat
Asap Belum Ganggu Penerbangan, Bandara SSK II Pekanbaru Waspadai Arah Angin
Riau Dikepung 491 Titik Panas, BMKG Minta Waspadai Karhutla
Lahan Terbakar di Riau Tembus 16 Ribu Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Terluas
BMKG Deteksi 97 Hotspot di Riau, Pelalawan Sumbang Titik Panas Terbanyak