PILIHAN
Novel Ungkap Kecurigaan, Dewan: Wajar Poldanya Enggak Beres
JAKARTA, Riauin.com -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan buka-bukaan saat diwawancarai media internasional Time terkait perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadapnya. Ia menilai kasus tersebut jalan di tempat.
Novel mengaku pernah mendapat informasi ada seorang jenderal kepolisian terlibat dalam kasus penyiraman tersebut. Meski tak yakin dengan informasi tersebut, namun tak kunjung jelasnya kasus penyiraman oleh kepolisian membuat dirinya kembali memikirkan informasi tersebut.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mengatakan, pernyataan Novel menunjukkan belum adanya kepastian hukum dari kepolisian atas kasus tersebut. Menurutnya, Polda Metro Jaya sebagai pihak yang menangani kasus itu nyatanya tak juga mampu mendapatkan hasil positif.
"Ya sesuatu hal yang bila Polda tidak melakukan langkah-langkah yang positif, karena dalam hal ini Novel adalah pencari keadilan, sesuatu yang wajar dia mengharapkan kepastian keadilan itu. Bagi korban, ini adalah harapan yang luar biasa," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (12/6).
Politikus Partai Gerindra itu menilai wajar jika ada usulan dari masyarakat sipil agar dibentuknya tim khusus penanganan kasus Novel. Hal ini semata-mata karena Polda Metro hingga saat ini belum juga mampu mengungkap kasus tersebut.
"Ya usulan ini jangan disalahkan. Karena Poldanya nggak beres dan Novel berharap kepada Mabes. Harapannya kalau mabes melakukan tindakan, bereskan. Ini yang menurut saya harus diapresiasi dan didukung," ujar Desmond.
Karenanya sebagai bagian dari Komisi III DPR RI, Desmond mendukung dan apresiasi agar keluhan Novel ini untuk ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, Mabes Polri juga harus tanggap jika memang Polda dinilai tidak mampu menangani kasus tersebut. "Tinggal harapan ini ditanggapi positif atau tidak oleh Mabes?" ujar Desmond.
Baca Juga: Novel Baswedan Diserang Air Keras, Ini Kata Setya (rol)
Novel mengaku pernah mendapat informasi ada seorang jenderal kepolisian terlibat dalam kasus penyiraman tersebut. Meski tak yakin dengan informasi tersebut, namun tak kunjung jelasnya kasus penyiraman oleh kepolisian membuat dirinya kembali memikirkan informasi tersebut.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mengatakan, pernyataan Novel menunjukkan belum adanya kepastian hukum dari kepolisian atas kasus tersebut. Menurutnya, Polda Metro Jaya sebagai pihak yang menangani kasus itu nyatanya tak juga mampu mendapatkan hasil positif.
"Ya sesuatu hal yang bila Polda tidak melakukan langkah-langkah yang positif, karena dalam hal ini Novel adalah pencari keadilan, sesuatu yang wajar dia mengharapkan kepastian keadilan itu. Bagi korban, ini adalah harapan yang luar biasa," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (12/6).
Politikus Partai Gerindra itu menilai wajar jika ada usulan dari masyarakat sipil agar dibentuknya tim khusus penanganan kasus Novel. Hal ini semata-mata karena Polda Metro hingga saat ini belum juga mampu mengungkap kasus tersebut.
"Ya usulan ini jangan disalahkan. Karena Poldanya nggak beres dan Novel berharap kepada Mabes. Harapannya kalau mabes melakukan tindakan, bereskan. Ini yang menurut saya harus diapresiasi dan didukung," ujar Desmond.
Karenanya sebagai bagian dari Komisi III DPR RI, Desmond mendukung dan apresiasi agar keluhan Novel ini untuk ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, Mabes Polri juga harus tanggap jika memang Polda dinilai tidak mampu menangani kasus tersebut. "Tinggal harapan ini ditanggapi positif atau tidak oleh Mabes?" ujar Desmond.
Baca Juga: Novel Baswedan Diserang Air Keras, Ini Kata Setya (rol)
Berita Lainnya
Satgas Anti Narkoba Pekanbaru Tangkap 118 Tersangka, Empat di Antaranya Anak-anak
Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dumai, Polres Selidiki Motif Pembunuhan
Penyelundupan Narkoba di Pesisir Riau Digagalkan, Kurir Dikendalikan Jaringan Internasional
Pencuri Kabel PJU di Pekanbaru Kabur Tinggalkan Motor dan Parang Usai Ancam Petugas
Polresta Pekanbaru Buru Pemasok Sabu Jaringan Pangeran Hidayat
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Satgas Anti Narkoba Pekanbaru Tangkap 118 Tersangka, Empat di Antaranya Anak-anak
Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dumai, Polres Selidiki Motif Pembunuhan
Penyelundupan Narkoba di Pesisir Riau Digagalkan, Kurir Dikendalikan Jaringan Internasional
Pencuri Kabel PJU di Pekanbaru Kabur Tinggalkan Motor dan Parang Usai Ancam Petugas
Polresta Pekanbaru Buru Pemasok Sabu Jaringan Pangeran Hidayat
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT