Biadab, Gadis 16 Tahun Digilir 3 Pemuda di Inhu
RIAUIN.COM - 3 pemuda di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) harus berurusan dengan polisi, karena tega menyetubuhi seorang gadis berusia 16 tahun. Korban merupakan warga Kecamatan Seberida.
Kapolres Inhu AKBP Efrizal melalui Paur Humas Aipda Misran membenarkan kasus asusila terhadap anak di bawah umur yang dilakukan 3 orang pemuda itu.
Dia menjelaskan, ketiga pemuda berinisial IP (16), MNK (18) dan DBW (21). Mereka ditangkap Polsek Lubuk Batu Jaya (LBJ) di desa tempat tinggalnya.
Perlakuan biadab itu terjadi pada Jumat (13/2/2021) sekira pukul 01.30 WIB dini hari di pos penjagaan kebun kelapa sawit di Kecamatan LBJ.
Kasus ini terungkap ketika orang tua korban, JMR (44), tiba-tiba terjaga dari tidurnya sekitar pukul 00.05 WIB. Dia langsung menuju kamar korban. Ketika pintu kamar dibuka, korban tak ada. Lalu sang ibu memanggil dan mencari korban di seluruh ruangan rumah, tapi tidak juga ditemukan.
"Orang tua korban masuk ke dalam kamar dan melihat handphone milik korban yang masih aktif. Ketika dibuka semua riwayat pesanan aplikasi WhatsApp, ternyata korban janji bertemu dengan teman laki-laki inisial IP," kata Misran, Rabu (17/2/2021).
Selanjutnya, ayah korban mencari tahu identitas IP yang merupakan warga LBJ, malam itu juga. Sang ayah bersama temannya berangkat ke LBJ untuk mencari korban.
Barulah sekitar pukul 07.00 WIB pagi, si ayah melihat korban dibonceng oleh teman laki-lakinya di jalan poros Kecamatan LBJ.
Ayah korban dan temannya berusaha mengejar dan memberhentikan sepeda motor itu. Ketika berhasil dihentikan, lalu IP dan korban dibawa ke rumahnya di Seberida.
Saat itu lah korban mengaku telah dicabuli oleh IP dengan memegang bagian sensitif tubuh korban. Kemudian IP juga mengakui telah berbuat cabul pada korban.
"Dua orang temannya IP, yakni inisial MNK dan DBW juga ikut mencabuli korban di pos penjagaan kebun kelapa sawit," jelasnya.
Sedih bercampur emosi, ayah korban lantas menyuruh IP untuk memanggil orang tuanya. Tak hanya itu, orang tua dari MNK dan DBW juga disuruh datang.
Beberapa jam kemudian, orang tua IP dan orang tua MNK tiba di rumah ayah korban. MNK mengaku telah menyetubuhi korban, namun tidak sendirian, tapi bersama temannya DBW. Tak terima, ayah korban lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek LBJ.
"Saat ini ketiga pelaku telah diamankan di Polsek LBJ untuk proses hukum selanjutnya," pungkas Misran.--argus.
Berita Lainnya
Tepis Pemerasan Pejabat UPT di Riau, Abdul Wahid Tegaskan Tak Pernah Terima Uang
Pembelaan Abdul Wahid di PN Pekanbaru, Kuasa Hukum Sebut Saksi KPK Hanya Berasumsi
Bacakan Pleidoi Hari Ini, Abdul Wahid Upayakan Bebas dari Tuntutan Jaksa KPK
Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
Tepis Pemerasan Pejabat UPT di Riau, Abdul Wahid Tegaskan Tak Pernah Terima Uang
Pembelaan Abdul Wahid di PN Pekanbaru, Kuasa Hukum Sebut Saksi KPK Hanya Berasumsi
Bacakan Pleidoi Hari Ini, Abdul Wahid Upayakan Bebas dari Tuntutan Jaksa KPK
Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis