PILIHAN
Penghuni Lapas Harus Dipilah
JAKARTA, Riauin.com -- Anggota Komisi III DPR RI Teuku Taufiqulhadi mengatakan Pemerintah harus menyiapkan solusi komprehensif untuk menangai persoalan di lembaga pemasyarakatan (Lapas). Apalagi kasus kerusuhan yang berujung pada kaburnya tahanan terus berulang. Terakhir, kaburnya narapidana Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru, Riau. Menurutnya, masalah utama di Lapas yakni kelebihan kapasitas penghuni dan sedikitnya jumlah pegawai.
"Saya ingin mengatakan bahwa pemecatan itu tidak akan menyelesaikan persoalan. Karena persoalannya adalah hunian yang melampaui berkali-kali, lalu mental petugasnya yang tidak benar," kata Taufiqul di Jakarta pada Rabu (10/5).
Menurutnya, pembangunan gedung Lapas yang baru juga tidak akan menyelesaikan persoalan dalam jangka panjang. Hal ini karena jumlah penghuni akan terus bertambah jika semua kategori tahanan masih seperti saat ini.
"Tidak mungkin pemerintah membangun lapas terus menerus karena lapas itu bukan hotel. Maka yang benar adalah mengurangi orang dalam tahanan," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem tersebut.
Karenanya, perlu pembenahan secara menyeluruh terkait persoalan kelebihan kapasitas lapas, termasuk mengevaluasi kategori tahanan maupun warga binaan Lapas. Menurutnya, perlu dipilah-pilah kategori tahanan yang semestinya dimasukkan ke dalam Lapas atau Rumah Tahanan. Ia meminta Pemerintah mulai mengevaluasi penanganan terhadap pengguna narkoba dan pelaku kejahatan kecil seperti tawuran.
Sementara terkait petugas Lapas, Taufiqul menilai sudah saatnya Pemerintah tegas dan selektif dalam merekrut pegawai Lapas atau sipir baru.
"Pemerintah harus tegas, jangan merekrut orang-orang yang mentalnya tidak bagus. Akhirnya yang terjadi seperti sekarang. Pungutan seperti itulah yang mengakibatkan ketidakpuasan para napi," katanya.(rol)
"Saya ingin mengatakan bahwa pemecatan itu tidak akan menyelesaikan persoalan. Karena persoalannya adalah hunian yang melampaui berkali-kali, lalu mental petugasnya yang tidak benar," kata Taufiqul di Jakarta pada Rabu (10/5).
Menurutnya, pembangunan gedung Lapas yang baru juga tidak akan menyelesaikan persoalan dalam jangka panjang. Hal ini karena jumlah penghuni akan terus bertambah jika semua kategori tahanan masih seperti saat ini.
"Tidak mungkin pemerintah membangun lapas terus menerus karena lapas itu bukan hotel. Maka yang benar adalah mengurangi orang dalam tahanan," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem tersebut.
Karenanya, perlu pembenahan secara menyeluruh terkait persoalan kelebihan kapasitas lapas, termasuk mengevaluasi kategori tahanan maupun warga binaan Lapas. Menurutnya, perlu dipilah-pilah kategori tahanan yang semestinya dimasukkan ke dalam Lapas atau Rumah Tahanan. Ia meminta Pemerintah mulai mengevaluasi penanganan terhadap pengguna narkoba dan pelaku kejahatan kecil seperti tawuran.
Sementara terkait petugas Lapas, Taufiqul menilai sudah saatnya Pemerintah tegas dan selektif dalam merekrut pegawai Lapas atau sipir baru.
"Pemerintah harus tegas, jangan merekrut orang-orang yang mentalnya tidak bagus. Akhirnya yang terjadi seperti sekarang. Pungutan seperti itulah yang mengakibatkan ketidakpuasan para napi," katanya.(rol)
Berita Lainnya
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto
Kesaksian Dani M Nursalam, Komitmen Rp 1 Miliar untuk Abdul Wahid Kandas karena OTT
Polres Rohil Bongkar Jaringan Pengedar Ekstasi Rumahan di Tanah Putih
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
Diwarnai Massa Unjuk Rasa, Sidang Kasus Abdul Wahid Hadirkan Plt Gubri SF Harianto