PILIHAN
Target 5 Ribu Ton, Bulog Riau-Kepri Hanya Serap Seribu Ton Beras Lokal
Petani padi
SEPANJANG tahun 2015 Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau dan Kepulauan Riau hanya berhasil menyerap beras lokal 1.000 ton. Padahal target yang ditetapkan mencapai 5 ribu ton.
Kepala Pelayanan Bulog Riau Kepri, Tommy Despalingga, mengaku bahwa penyerapan beras lokal wilayah Riau dan Kepri di bawah target. Hal ini disebabkan beberapa kendala. Seperti tidak sesuainya harga dari petani ke Bulog.
"Sebab Bulog membeli beras dari petani sesuai Harga Pokok Pembelian (HPP) tahun 2015 Rp 7.300 per kilogram," ujarnya.
Pihaknya sudah berupaya maksimal dalam mendorong penyerapan beras lokal. Bahkan Bulog Divre Riau Kepri memiliki Satuan Tugas (Satgas) yang nantinya mencari petani yang ingin menjual beras sesuai dengan HPP.
Menurut Tommy, umumnya beras yang dibeli Perum Bulog berasal dari petani Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dan Tembilahan, mencapai 30 persen sampai 40 persen serapan beras lokal Riau dan Kepri. Selain itu ada juga dari Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti. TSR
Kepala Pelayanan Bulog Riau Kepri, Tommy Despalingga, mengaku bahwa penyerapan beras lokal wilayah Riau dan Kepri di bawah target. Hal ini disebabkan beberapa kendala. Seperti tidak sesuainya harga dari petani ke Bulog.
"Sebab Bulog membeli beras dari petani sesuai Harga Pokok Pembelian (HPP) tahun 2015 Rp 7.300 per kilogram," ujarnya.
Pihaknya sudah berupaya maksimal dalam mendorong penyerapan beras lokal. Bahkan Bulog Divre Riau Kepri memiliki Satuan Tugas (Satgas) yang nantinya mencari petani yang ingin menjual beras sesuai dengan HPP.
Menurut Tommy, umumnya beras yang dibeli Perum Bulog berasal dari petani Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dan Tembilahan, mencapai 30 persen sampai 40 persen serapan beras lokal Riau dan Kepri. Selain itu ada juga dari Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti. TSR
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol