PILIHAN
Alasan Masih Sanggup Cari Makan
Kakek 79 Tahun Warga Kuansing Tolak Bantuan BLT Rp600 Per Bulan
Warga Desa Lubuk Terentang, Iskandar.
KUANSING, RiauIN.com - Berdasarkan data penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) nama Iskandar (79) termasuk yang layak mendapatkan bantuan dari pemerintah di tengah kesulitan hidup akibat pandemi Covid-19.
Namun saat diserahkan petugas Pemdes, kakek 79 tahun ini menolak dana Rp600 ribu per bulan tersebut. Alasan Iskandar, dirinya masih sanggup mencari nafkah.
"Saya masih mencari makan. Silakan dikasih kepada warga yang lebih membutuhkan bantuan pemerintah ini," katanya.
Iskandar merupakan warga Desa Lubuk Terentang Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuansing. Pekerjaan sehari-hari adalah mencari rumput untuk makan kerbau peliharaannya.
Sementara itu Kepala Desa Lubuk Terentang, Arif Firmansyah merasa bangga dengan warganya tersebut.
"Saya sangat bangga dengan Pak Iskandar. Disaat masyarakat sangat berharap BLT-DD, justru beliau menolak menerimanya. Saya berharap semoga beliau ini bisa menjadi contoh untuk masyarakat yang lain," ucap Kades.(nsv)
Sumber : Sumber: Suaraaktual.co /
Berita Lainnya
Adu Nasib ke Pusat, Pemkab Kuansing Perjuangkan 8 Agenda Pembangunan Strategis
TKD 2027 Diproyeksi Anjlok, Plt Bupati Kuansing Siapkan Strategi Pengetatan Anggaran
Menembus Keterisolasian Kuansing, Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan Didorong ke Pusat
Proyeksi DBH Migas 2027 Anjlok 77 Persen, Postur APBD Kuantan Singingi Terancam Pincang
Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kuansing Perpanjang Masa Libur Sekolah
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
Adu Nasib ke Pusat, Pemkab Kuansing Perjuangkan 8 Agenda Pembangunan Strategis
TKD 2027 Diproyeksi Anjlok, Plt Bupati Kuansing Siapkan Strategi Pengetatan Anggaran
Menembus Keterisolasian Kuansing, Trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan Didorong ke Pusat
Proyeksi DBH Migas 2027 Anjlok 77 Persen, Postur APBD Kuantan Singingi Terancam Pincang
Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kuansing Perpanjang Masa Libur Sekolah
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi