PILIHAN
Kartu Sudah Diblokir, Tagihan Telkomsel Tetap Jalan
Ilustrasi
SALAH seorang pelanggan Telkomsel, Fendri Jaswir, memprotes kebijakan perusahaan telepon seluler tersebut karena telah merugikan dirinya. Pihak Telkomsel tetap menagih GPRS meskipun nomor handphonenya telah diblokir.
Kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (13/1/2016), Fendri menjelaskan ia punya dua nomor Kartu Hallo yakni 0812751XXXX dan 0811751XXXX. Satu nomor untuk paket BlackBerry dan satu lagi untuk Android. Kedua-duanya berlangganan pascabayar. Total langgannya sekitar Rp 300 ribu per bulan.
Nah, pada akhir Oktober sampai awal November 2015, Fendri melakukan kunjungan keluarga ke Kualalumpur, Malaysia. Sampai di negera jiran tersebut, dia menggunakan paket BlackBerry seperti biasanya.
"Saya hanya sekali menelepon karena saya takut kena roaming," ujarnya.
Rupanya, setelah sampai di tanah air, tagihan kartuhalo Fendri membludak. Tagihan bulan November 2015 menjadi Rp 1.202.431. Saya terkejut, kok bisa tinggi kali," katanya, seraya mempertanyakannya ke Grapari Telkomsel Pekanbaru.
Setelah dicek, ternyata Fendri kena roaming dan internet sebesar Rp 800 ribu selama empat hari. Karena itu ia protes ke manajemen Telkomsel karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
"Mereka menyalahkan saya yang tidak memberitahu ketika akan ke luar negeri," ujarnya.
Keberatan Fendri akhirnya dicatat oleh petugas Telkomsel Renny dan diterima oleh manajer Grapari Telkomsel Pekanbaru untuk dilanjutkan ke Jakarta. "Sampai sekarang belum ada jawaban pengaduan dan keberatan saya," ujarnya.
Namun hari ini Rabu (13/1/2016), datang tagihan tambahan bulan Desember 2015 sebesar Rp 379.500. Padahal, sejak awal Desember 2015, kedua nomor kartu halo tersebut sudah diblokir oleh Telkomsel. "Kok saya membayar juga padahal handphonenya sudah diblokir," ujarnya heran.
Fendri berharap Telkomsel lebih profesional lagi dan tidak merugikan pelanggan. "Kalau begini, Telkomsel semena-mena, dan tidak akomodatif terhadap klaim pelanggan. Saya jelas dirugikan," tegasnya. DEV
Kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (13/1/2016), Fendri menjelaskan ia punya dua nomor Kartu Hallo yakni 0812751XXXX dan 0811751XXXX. Satu nomor untuk paket BlackBerry dan satu lagi untuk Android. Kedua-duanya berlangganan pascabayar. Total langgannya sekitar Rp 300 ribu per bulan.
Nah, pada akhir Oktober sampai awal November 2015, Fendri melakukan kunjungan keluarga ke Kualalumpur, Malaysia. Sampai di negera jiran tersebut, dia menggunakan paket BlackBerry seperti biasanya.
"Saya hanya sekali menelepon karena saya takut kena roaming," ujarnya.
Rupanya, setelah sampai di tanah air, tagihan kartuhalo Fendri membludak. Tagihan bulan November 2015 menjadi Rp 1.202.431. Saya terkejut, kok bisa tinggi kali," katanya, seraya mempertanyakannya ke Grapari Telkomsel Pekanbaru.
Setelah dicek, ternyata Fendri kena roaming dan internet sebesar Rp 800 ribu selama empat hari. Karena itu ia protes ke manajemen Telkomsel karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
"Mereka menyalahkan saya yang tidak memberitahu ketika akan ke luar negeri," ujarnya.
Keberatan Fendri akhirnya dicatat oleh petugas Telkomsel Renny dan diterima oleh manajer Grapari Telkomsel Pekanbaru untuk dilanjutkan ke Jakarta. "Sampai sekarang belum ada jawaban pengaduan dan keberatan saya," ujarnya.
Namun hari ini Rabu (13/1/2016), datang tagihan tambahan bulan Desember 2015 sebesar Rp 379.500. Padahal, sejak awal Desember 2015, kedua nomor kartu halo tersebut sudah diblokir oleh Telkomsel. "Kok saya membayar juga padahal handphonenya sudah diblokir," ujarnya heran.
Fendri berharap Telkomsel lebih profesional lagi dan tidak merugikan pelanggan. "Kalau begini, Telkomsel semena-mena, dan tidak akomodatif terhadap klaim pelanggan. Saya jelas dirugikan," tegasnya. DEV
Berita Lainnya
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV