• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
13 Juli 2026
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
13 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Opini DONAL DEVI AMDANATA

Kerenah

Redaksi
Kamis, 07 Mei 2020 13:04:41 WIB
Cetak
Donal Devi Amdanata. /ist
DALAM bahasa melayu, ada sebuah kata yang sudah jarang saya dengar, yaitu kerenah. Mungkin di daerah-daerah lain selain Pekanbaru, kata ini masih sering diucapkan, tetapi di Pekanbaru, penggunaan kata ini sudah langka. 

Kerenah bermakna perangai. Dahulu, orang-orang tua sering berkata, “ini kerenah budak-budak tu lah ni” atau “ inilah kerenah manusie”. Mungkin kata “kerenah” ini menjadi asal-muasal kata “karena” di Indonesia. 

Apa kaitannya dengan Corona? Gak ada sama sekali. Corona berasal dari bahasa Latin dan Kerenah itu sendiri kabarnya dari bahasa Arab. Tetapi antara Kerenah dan Corona, hampir memiliki kesamaan bunyi. Kesamaan bunyi ini yang membuat kerenah dan corona menjadi perbincangan yang menarik.

Jadi, kerenah manusia bisa juga di sebut sebagai akibat dari perangai manusia. Saya tertarik melihat kerenah manusia ini dari sisi ekonomi. Dalam ekonomi, ada yang disebut dengan motif ekonomi. Motif ekonomi menjelaskan berbagai tingkatan manusia modern, dari sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Ada banyak teori motif ekonomi, tetapi hampir semuanya hanya memperhatikan kepentingan individu. 

Jika kita belajar ekonomi, sebuah ungkapan selalu menjadi makanan pokok, yaitu kebutuhan yang tidak terbatas sementara sumber daya yang terbatas. Makanan ini menjadi sebuah trigger bagi manusia, sebagai mahkluk ekonomi untuk berlomba mengumpulkan sumber daya terbatas tersebut. 

Untuk apa? Ya untuk memenuhi kebutuhan individu yang berlomba tersebut. Perilaku inilah yang pada akhirnya membuat sumber daya tidak terdistribusi dengan merata. Bagi yang kuat, maka dia akan mengumpulkan sumber daya tersebut hingga hitungan keturunan, sementara bagi yang lemah, sumber daya yang berhasil dikumpulkan hanya untuk hitungan hari dan itupun harus berbagi dengan individu lemah lainnya. Dengan kata lain, terjadi ketidak seimbangan pendistribusian sumber daya. 

Dalam ekonomi kita juga diajarkan motif menggunakan uang. Uang adalah media yang cocok untuk mengilustrasikan ketidakseimbangan ini. 

Motif memegang uang menurut JM Keynes adalah motif transaksi, motif berjaga-jaga dan motif spekulasi. Pada tingkatan akhir, individu di gambarkan memiliki visi untuk menggandakan uang yang mereka miliki dengan membuat proyeksi, apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. 

Sehingga, individu termotivasi untuk terus mengumpulkan uang dan sumber daya, demi untuk memenuhi kebutuhan di masa akan datang. Suatu situasi si individu entah masih eksis entah tidak pada masa itu. Tetapi itulah mofif manusia, secara nurani sebetulnya ada penolakan, tetapi ketakutan akan teori terbatasnya sumber daya membuat individu terus berlomba mengumpulkan sumber daya. 

Pada akhirnya, ketidak seimbangan akan mencapai titik puncak, kemudian meledak. Penyebaran virus corona kurang lebih adalah titik puncak ketidakseimbangan dalam manusia menggali sumber daya yang ada. Itulah makanya saya sebut kerenah. Kerenah manusia alias perangai manusia.

Puncak tragedi dari corona itu sendiri bukanlah karena terjangkitnya virus, tetapi terlihatnya secara jelas mana individu yang kelebihan sumber daya dan mana individu yang kurang sumber daya. Dan dengan keterpaksaan maupun sukarela, yang banyak sumber daya harus menyerahkan simpanan-simpanan sumber daya mereka kepada yang tidak memiliki.

Sadar atau tidak sadar, semua paham bahwa cepat atau lambat, jika kesimbangan tidak dikembalikan, yang memiliki simpanan tujuh turunan sumber daya pada akhirnya akan kehabisan sumber daya, entah karena di bagi atau karena paksaan, atau penjarahan. 

Ilustrasi yang tepat menurut saya untuk menggambarkan ketidakseimbangan ini adalah ketika punahnya serigala di sebuah kawasan di Amerika Serikat. Awalnya keberadaan serigala tersebut menyebabkan banyaknya hilang hewan-hewan ternak hewan buruan hutan seperti rusa, kerbau liar dll.

Kemudian pemerintah setempat melegalkan perburuan serigala, bahkan dibuat seyembara untuk berburu serigala, sehingga serigala di kawasan tersebut menjadi punah. Punahnya serigala tersebut membuat keseimbangan alam kawasan tersebut terganggu. 

Dengan tidak adanya serigala, membuat rusa dan binatang hutan lainnya berkembang pesat. Banyaknya rusa menyebabkan tanaman-tanaman hijau seperti rumput menjadi lahan tandus, karena di makan oleh kawanan rusa, sehingga terjadi erosi tanah, dan pada akhirnya, karena ketiadaan rerumputan dan tanaman hijau, membuat rusa dan hewan-hewan lainnya juga terancam. 

Sebuah kisah menarik juga diceritakan dalam Al-Quran, yaitu kisah kaum Madyan yang terkenal memiliki perekonomian yang maju. Tetapi akhirnya kaum madya musnah akibat kesalahan mereka sendiri, yaitu karena tidak menjaga keseimbangan dalam kehidupan, khususnya kehidupan ekonomi.(*)

Donal Devi Amdanata PhD adalah pengamat sosial kemasyarakatan, berdomisili di Pekanbaru.




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sejuk di Tengah Bising

Revolusi AI Generatif: Antara Manfaat dan Tantangan Dunia Akademik

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 2 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 3 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 4 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 5 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 6 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
  • 7 Sejuk di Tengah Bising
  • 8 IKLA RGS Riau Bentuk Panitia Mubes II, Pemilihan Ketua Umum Digelar November 2026
  • 9 Perjuangan Sejak Jadi Wabup Terwujud, Proyek Sekolah Rakyat Kuansing Besutan Mukhlisin Capai 82 Persen
Terkini +INDEKS

Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya

18 Juli 2026
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
18 Juli 2026
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
18 Juli 2026
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
18 Juli 2026
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
18 Juli 2026
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
18 Juli 2026
Pejabat Pemko Pekanbaru Diminta Sisir Kerusakan Infrastruktur Pakai Sepeda Motor
17 Juli 2026
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
17 Juli 2026
BK DPRD Riau Bergerak Selidiki Perseteruan Parisman dan Indra Gunawan Eet
17 Juli 2026
RSUD Petala Bumi Buka Layanan Cek Kesehatan Gratis Selama Satu Bulan
17 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved