PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Marak di Pekanbaru
PEKANBARU, Riauin.com - Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pekanbaru sejak Januari hingga September 2019 mencapai 88 kasus. Dari jumlah itu, pelecehan seksual mendominasi dengan jumlah 28 kasus.
Selain itu, data dari Unit Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Pekanbaru, yang cukup banyak adalah kekerasan terhadap anak sebanyak 19 kasus.
"Ada juga kasus tidak memberi hak anak sebanyak 17 kasus dan anak berhadapan dengan hukum 14 kasus. Kasus lainnya yakni penelantaran anak dan kasus hak asuh anak," kata Konselor Unit Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Pekanbaru, Herlia Santai, Senin (14/10/2019).
Kata dia, kasus pelecehan atau pelaku pencabulan terhadap anak didominasi oleh orang dekat korban. Ia mengimbau agar menjaga anak-anak dari para predator anak.
"Para pelaku kebanyakan orang dekat korban. Jadi patut diwaspadai, anak-anak mesti dalam lindungan keluarganya," pesannya.
Kasus lainnya yang dialami oleh anak di Pekanbaru yakni anak yang tidak mendapat hak, anak berhadapan dengan hukum, KDRT, kasus kekerasan terhadap anak bukan di lingkup rumah hingga kasus penelantaran anak.
Kata dia, anak yang menjadi korban didampingi oleh konselor. Sedangkan pendampingan hukum dilakukan oleh advokat. "Pemulihan trauma dilakukan oleh psikolog dan rehabsos. Upaya pemulihan juga bekerjasama dengan dinas sosial," jelasnya.
Keberadaan anak di jalanan juga jadi perhatian lantaran rawan menjadi korban kekerasan. Mereka harus mendapat penanganan yang menyeluruh dari semua pihak.
"Adanya penanganan menyeluruh bisa jadi cara, agar anak tidak lagi berada di jalanan. Mereka bisa saja jadi korban eksploitasi," jelasnya. (int/nol)
Selain itu, data dari Unit Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Pekanbaru, yang cukup banyak adalah kekerasan terhadap anak sebanyak 19 kasus.
"Ada juga kasus tidak memberi hak anak sebanyak 17 kasus dan anak berhadapan dengan hukum 14 kasus. Kasus lainnya yakni penelantaran anak dan kasus hak asuh anak," kata Konselor Unit Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Pekanbaru, Herlia Santai, Senin (14/10/2019).
Kata dia, kasus pelecehan atau pelaku pencabulan terhadap anak didominasi oleh orang dekat korban. Ia mengimbau agar menjaga anak-anak dari para predator anak.
"Para pelaku kebanyakan orang dekat korban. Jadi patut diwaspadai, anak-anak mesti dalam lindungan keluarganya," pesannya.
Kasus lainnya yang dialami oleh anak di Pekanbaru yakni anak yang tidak mendapat hak, anak berhadapan dengan hukum, KDRT, kasus kekerasan terhadap anak bukan di lingkup rumah hingga kasus penelantaran anak.
Kata dia, anak yang menjadi korban didampingi oleh konselor. Sedangkan pendampingan hukum dilakukan oleh advokat. "Pemulihan trauma dilakukan oleh psikolog dan rehabsos. Upaya pemulihan juga bekerjasama dengan dinas sosial," jelasnya.
Keberadaan anak di jalanan juga jadi perhatian lantaran rawan menjadi korban kekerasan. Mereka harus mendapat penanganan yang menyeluruh dari semua pihak.
"Adanya penanganan menyeluruh bisa jadi cara, agar anak tidak lagi berada di jalanan. Mereka bisa saja jadi korban eksploitasi," jelasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK