PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Demo ke Kantor Gubri
G-Prima Suarakan Derita Rakyat Riau Terpapar Asap
PEKANBARU, riauin.com-- Seratusan perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Riau Melawan Adap (G-Prima) melakukan demo ke kantor Gubernur Riau, Selasa (24/09/2019).
Aksi massa yang menyuarakan agar pemerintah, baik pusat maupun daerah mampu bersikap dan bertindak tegas terhadap pelaku pembakar lahan yang menyebabkan bencana kabut asap terus terusan di Riau.
"Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi karena monopoli lahan, karena itu kembalikan lahan kepada rakyat agar karhutla bisa diatasi," kata Helda, koordinator aksi.
Helda dalam orasinya juga meminta pemerintah dan aparat segera mengakhiri penderitaan rakyat Riau yang sudah 22 tahun terpapar asap dengan bersikap tegas kepada koorporasi pembakar lahan jangan hanya berani kepada rakyat kecil, petani kecil.
"Cukup sudah 22 tahun penderitaan rakyat Riau yang paru parunya tiap tahun terpapar asap," kata Fera, mahasiswi yang berorasi dan menyatakan ibunya karena paru-parunya sakit karena adap.
Ada lima tuntutan yang disampaikan G-Prima, yakni: 1. Padamkan api. 2. Selamatkan korban asap di desa dan kota. 3 Adili dan cabut izin perusahaan pembakar lahan. 4. Bangun pusat rehabilitasi korban asap dan 6. Hentikan kriminalisasi hukum terhadap petani kecil.
Hingga saat ini demo masih berlangsung dan massa sedang menunggu bisa bertemu Gubernur Riau untuk langsung menyampaikan tuntutannya. (ril/vie)
Aksi massa yang menyuarakan agar pemerintah, baik pusat maupun daerah mampu bersikap dan bertindak tegas terhadap pelaku pembakar lahan yang menyebabkan bencana kabut asap terus terusan di Riau.
"Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi karena monopoli lahan, karena itu kembalikan lahan kepada rakyat agar karhutla bisa diatasi," kata Helda, koordinator aksi.
Helda dalam orasinya juga meminta pemerintah dan aparat segera mengakhiri penderitaan rakyat Riau yang sudah 22 tahun terpapar asap dengan bersikap tegas kepada koorporasi pembakar lahan jangan hanya berani kepada rakyat kecil, petani kecil.
"Cukup sudah 22 tahun penderitaan rakyat Riau yang paru parunya tiap tahun terpapar asap," kata Fera, mahasiswi yang berorasi dan menyatakan ibunya karena paru-parunya sakit karena adap.
Ada lima tuntutan yang disampaikan G-Prima, yakni: 1. Padamkan api. 2. Selamatkan korban asap di desa dan kota. 3 Adili dan cabut izin perusahaan pembakar lahan. 4. Bangun pusat rehabilitasi korban asap dan 6. Hentikan kriminalisasi hukum terhadap petani kecil.
Hingga saat ini demo masih berlangsung dan massa sedang menunggu bisa bertemu Gubernur Riau untuk langsung menyampaikan tuntutannya. (ril/vie)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK