PILIHAN
Demo ke Kantor Gubri
G-Prima Suarakan Derita Rakyat Riau Terpapar Asap
PEKANBARU, riauin.com-- Seratusan perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Riau Melawan Adap (G-Prima) melakukan demo ke kantor Gubernur Riau, Selasa (24/09/2019).
Aksi massa yang menyuarakan agar pemerintah, baik pusat maupun daerah mampu bersikap dan bertindak tegas terhadap pelaku pembakar lahan yang menyebabkan bencana kabut asap terus terusan di Riau.
"Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi karena monopoli lahan, karena itu kembalikan lahan kepada rakyat agar karhutla bisa diatasi," kata Helda, koordinator aksi.
Helda dalam orasinya juga meminta pemerintah dan aparat segera mengakhiri penderitaan rakyat Riau yang sudah 22 tahun terpapar asap dengan bersikap tegas kepada koorporasi pembakar lahan jangan hanya berani kepada rakyat kecil, petani kecil.
"Cukup sudah 22 tahun penderitaan rakyat Riau yang paru parunya tiap tahun terpapar asap," kata Fera, mahasiswi yang berorasi dan menyatakan ibunya karena paru-parunya sakit karena adap.
Ada lima tuntutan yang disampaikan G-Prima, yakni: 1. Padamkan api. 2. Selamatkan korban asap di desa dan kota. 3 Adili dan cabut izin perusahaan pembakar lahan. 4. Bangun pusat rehabilitasi korban asap dan 6. Hentikan kriminalisasi hukum terhadap petani kecil.
Hingga saat ini demo masih berlangsung dan massa sedang menunggu bisa bertemu Gubernur Riau untuk langsung menyampaikan tuntutannya. (ril/vie)
Aksi massa yang menyuarakan agar pemerintah, baik pusat maupun daerah mampu bersikap dan bertindak tegas terhadap pelaku pembakar lahan yang menyebabkan bencana kabut asap terus terusan di Riau.
"Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi karena monopoli lahan, karena itu kembalikan lahan kepada rakyat agar karhutla bisa diatasi," kata Helda, koordinator aksi.
Helda dalam orasinya juga meminta pemerintah dan aparat segera mengakhiri penderitaan rakyat Riau yang sudah 22 tahun terpapar asap dengan bersikap tegas kepada koorporasi pembakar lahan jangan hanya berani kepada rakyat kecil, petani kecil.
"Cukup sudah 22 tahun penderitaan rakyat Riau yang paru parunya tiap tahun terpapar asap," kata Fera, mahasiswi yang berorasi dan menyatakan ibunya karena paru-parunya sakit karena adap.
Ada lima tuntutan yang disampaikan G-Prima, yakni: 1. Padamkan api. 2. Selamatkan korban asap di desa dan kota. 3 Adili dan cabut izin perusahaan pembakar lahan. 4. Bangun pusat rehabilitasi korban asap dan 6. Hentikan kriminalisasi hukum terhadap petani kecil.
Hingga saat ini demo masih berlangsung dan massa sedang menunggu bisa bertemu Gubernur Riau untuk langsung menyampaikan tuntutannya. (ril/vie)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V