Kanal

Enam Kabupaten di Riau Dikepung Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada

RIAUIN.COM - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang diprakirakan bakal mengepung sebagian besar wilayah Provinsi Riau sepanjang hari ini. Masyarakat, khususnya yang berada di enam kabupaten rawan, diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Selasa (7/7/2026), wilayah yang masuk dalam zona merah cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kampar, dan Rokan Hilir.

"Hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi sejak pagi, siang, sore, hingga malam hari," kata Prakirawan BMKG Pekanbaru Bella R Adelia saat dihubungi dari Pekanbaru, Selasa pagi.

Kondisi ini dipicu oleh tingginya kelembapan udara di wilayah Riau yang saat ini berada di angka 55 hingga 100 persen, dengan suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius. Pergerakan angin bertiup dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan mencapai 10 hingga 30 kilometer per jam.

Bella R Adelia menjelaskan bahwa sejak pagi hari, citra radar cuaca telah menangkap adanya pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sudah mulai membasahi sebagian wilayah Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir.

Memasuki siang dan sore hari, guyuran hujan diproyeksikan meluas ke hampir seluruh wilayah Riau. Sementara pada malam hari, intensitas hujan diperkirakan masih berlanjut di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir sebelum akhirnya mereda menjadi udara kabur pada dini hari.

Meskipun wilayah daratan Riau didominasi oleh potensi hujan lebat, kondisi berbeda terlihat pada pantauan titik panas (hotspot). BMKG mencatat terdapat total 209 titik panas di Pulau Sumatera, di mana wilayah Aceh menjadi yang terbanyak dengan 100 titik, disusul Sumatera Selatan 54 titik.

"Untuk Provinsi Riau sendiri saat ini hanya terpantau satu titik panas, tepatnya berada di Kabupaten Pelalawan," ujar Bella R Adelia.

Meskipun ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tergolong rendah dibandingkan provinsi lain di Sumatera, BMKG tetap meminta warga untuk tidak lengah. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan momentum ini untuk membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, kewaspadaan juga diarahkan bagi para nelayan dan penyedia jasa transportasi laut. Tinggi gelombang di wilayah perairan Riau saat ini memang diprakirakan masih berada di kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, perubahan cuaca yang dinamis di laut dapat terjadi sewaktu-waktu akibat embusan angin kencang.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau sedang melakukan perjalanan darat juga diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca berkala dari BMKG demi menghindari risiko pohon tumbang atau banjir luapan. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler