RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Senin (11/5/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diprakirakan akan merata sejak pagi hingga waktu dini hari.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini terpantau melalui citra radar cuaca sejak pagi hari. Wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Pelalawan, Kepulauan Meranti, serta dua kota besar, yakni Dumai dan Pekanbaru.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yudhistira Mawaddah menyebutkan bahwa meski pagi hari diawali dengan kondisi udara kabur hingga cerah berawan, potensi gangguan cuaca muncul lebih awal di beberapa titik. Memasuki siang dan sore hari, sebaran hujan diprediksi meluas hingga ke Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang bisa datang tiba-tiba, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan atau sedang dalam perjalanan pada rentang waktu pagi hingga sore," ujar Yudhistira di Pekanbaru.
Secara teknis, suhu udara di Riau saat ini berada pada kisaran 23,0 hingga 32,0 derajat celsius. Tingkat kelembapan udara terpantau cukup tinggi, mencapai 60 hingga 100 persen, dengan pergerakan angin yang bertiup dari arah timur ke selatan pada kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Selain kewaspadaan terhadap hujan, BMKG juga merilis pantauan sensor satelit terkait sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatra. Hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi total 52 titik panas di daratan Sumatra. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi sebanyak 18 titik, disusul Jambi 12 titik, dan Sumatera Barat 6 titik.
Di wilayah Riau sendiri, terdapat 3 titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir, dan Siak masing-masing satu titik. Meskipun curah hujan mulai meningkat di beberapa lokasi, keberadaan titik panas ini tetap menjadi perhatian dalam pemantauan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, kondisi di sektor perairan relatif aman bagi aktivitas pelayaran. Tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan hanya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, yang masuk dalam kategori rendah. (Bil)