PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Mendagri Nilai Masa Kampanye Memakan Waktu Terlalu Panjang
Surabaya, Riauin.com -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai masa kampanye pada Pemilu 2019 terlalu panjang. Oleh karena itu, pihaknya berharap ada pengkajian sehingga ditemukan masa kampanye yang tepat.
Menurut Tjahjo masa kampanye yang terlalu lama ini bisa mengakibatkan meningkatnya tensi politik.
"Iya saya melihat terlalu lama. Mungkin nanti mudah-mudahan 2024 nanti akan dipersingkat," kata Tjahjo, usai mengisi kuliah tamu di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Selasa (2/4).
Berdasarkan perhitungannya, Tjahjo menilai masa paling ideal untuk kampanye adalah sekitar sebulan. Namun, kata dia hal itu masih bisa digodok oleh anggota DPR hasil pemilu 2019.
"Usulan kami sebulan sudah cukup, nanti kan tergantung anggota DPR yang baru. Terlalu jenuh," ujar politikus PDIP ini.
Kini ia mengimbau agar seluruh masyarakat bisa saling mengingatkan dan menurunkan tensi, jelang hari pemungutan suara 17 April 2019 nanti.
"Soal ada impact negatif dari kampanye yang berujar kebencian, fitnah. Ya mari kita mengingatkan. Sekarang kan sudah mulai cooling down mendekati pemilu," katanya.
Masa kampanye Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 dilaksanakan selama lima bulan yakni kurun waktu 28 September 2018-13 April 2019.
Rencananya, hari terakhir kampanye Pemilu 2019 itu akan ditutup dengan Debat Terbuka Antarpaslon Peserta Pilpres 2019. Debat yang berlangsung pada malam hari ini Hotel Sultan, Jakarta itu akan mengusung tema sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.
Kontestasi Pilpres 2019 diikuti dua pasang calon yakni paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.(int/nol)
Menurut Tjahjo masa kampanye yang terlalu lama ini bisa mengakibatkan meningkatnya tensi politik.
"Iya saya melihat terlalu lama. Mungkin nanti mudah-mudahan 2024 nanti akan dipersingkat," kata Tjahjo, usai mengisi kuliah tamu di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Selasa (2/4).
Berdasarkan perhitungannya, Tjahjo menilai masa paling ideal untuk kampanye adalah sekitar sebulan. Namun, kata dia hal itu masih bisa digodok oleh anggota DPR hasil pemilu 2019.
"Usulan kami sebulan sudah cukup, nanti kan tergantung anggota DPR yang baru. Terlalu jenuh," ujar politikus PDIP ini.
Kini ia mengimbau agar seluruh masyarakat bisa saling mengingatkan dan menurunkan tensi, jelang hari pemungutan suara 17 April 2019 nanti.
"Soal ada impact negatif dari kampanye yang berujar kebencian, fitnah. Ya mari kita mengingatkan. Sekarang kan sudah mulai cooling down mendekati pemilu," katanya.
Masa kampanye Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 dilaksanakan selama lima bulan yakni kurun waktu 28 September 2018-13 April 2019.
Rencananya, hari terakhir kampanye Pemilu 2019 itu akan ditutup dengan Debat Terbuka Antarpaslon Peserta Pilpres 2019. Debat yang berlangsung pada malam hari ini Hotel Sultan, Jakarta itu akan mengusung tema sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.
Kontestasi Pilpres 2019 diikuti dua pasang calon yakni paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK