PILIHAN
Terkait Pajero Berpelat TNI, BPN Minta Bawaslu Tegas
Jakarta, Riauin.com -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, memastikan agar pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindak tegas keterlibatan TNI dalam kampanye Capres dan Cawapres di Pilpres 2019 ini.
Pernyataan Sudirman ini terkait dengan video viral yang memperlihatkan mobil Pajero berpelat merah yang diduga milik anggota TNI ikut mengangkut logistik keperluan kampanye capres cawapres 02 yang digelar di Bogor.
"Kalau memang ada pelanggaran, Bawaslu harus menindak itu," kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).
Meski begitu, Sudirman sendiri belum bisa memastikan apalah ada keterlibatan TNI di untuk kampanye capres-cawapres unggulannya itu. Untuk saat ini kata dia, pihaknya masih mencoba mengkonfirmasi viralnya video itu.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Sudirman juga meminta agar pihak penyelenggara Pemilu bisa menjaga netralitasnya dalam Pilpres ini. Dia berharap semua kasus yang berhubungan dengan Pemilu ini bisa ditindak dan diproses dengan tegas Bawaslu.
"Dan sebaiknya semua pelanggaran diberlakukan sama, jadi jangan berat sebelah. Karena itu kita berharap betul netralitas penyelenggara Pemilu," kata dia.
Senada, Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyatakan tidak harus seluruhnya kegiatan relawan diketahui BPN.
"Ya acara-acara relawan kan enggak semua orang kita tahu," ujarnya saat dihubungi Jumat (22/3).
Andre mengaku telah melihat rekaman video yang viral tersebut. BPN, sambungnya, pun sedang mengecek kebenaran penggunaan mobil tersebut.
"Kami belum tahu. Kami sudah menonton videonya. Tapi informasinya, kepastiannya kami belum tahu, apakah ini relawan pakai mobil TNI atau memang mobil pribadi yang berpelat TNI," jelasnya.
Penampakan sebuah mobil bermerek Mitsubishi Pajero berpelat TNI yang mengangkut logistik paslon nomor urut 02 viral di media sosial. Mobil berpelat nomor milik TNI, 3005-00, itu disebut dipakai relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat.
Akun media sosial Twitter, @natalsetio, mengunggah video yang menampilkan penampakan mobil berpelat 3005-00 itu ke lini masanya, Jumat (22/3). Dalam video yang diunggahnya, terlihat seorang pria berbaju warna biru tengah menurunkan sejumlah kantong plastik berwarna merah dari bagasi mobil tersebut.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Dedi Iswanto menyatakan plat bernomor 3005-00 yang digunakan Mitsubishi Pajero dalam acara relawan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat memang dikeluarkan Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI.
Namun, berdasarkan data yang teregistrasi, plat nomor tersebut seharusnya digunakan mobil berjenis Mitsubishi Lancer, bukan Mitsubishi Pajero.
"Hasil dari pengecekan dari data yang ada, di registrasi Mabes TNI bahwa nomor tersebut betul nomor militer yang ada di Mabes TNI. Nomor tersebut adalah 3005-00," ucap Dedi Iswanto saat konferensi pers di Gedung Pusat Penerangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (22/3) siang.
Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI rahmat Bagja mengatakan berdasarkan temuan Panwascam Tanah Sareal, Kota Bogor, mobil Mitsubishi Pajero berpelat TNI itu diduga milik purnawirawan militer. Saat ini Bawaslu masih mendalami terkait kehadiran mobil itu di acara kampanye relawan Prabowo.
Namun, Bagja menyebut Panwascam sebenarnya sudah melakukan tindakam pencegaham pelanggaran dengan menegur si pengendara mobil. Bawaslu pun akan memproses kasus ini sebagai temuan
"Kami sempat menegur yang bersangkutan pakai mobil pelat dinas. Kemudian diganti dengan pelat biasa. Sehingga kemudian kami masukkan pada laporan pengawasan, nanti kita tindak lanjut bagaimana penindakannya," kata Bagja saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, hari ini.(int/nol)
Pernyataan Sudirman ini terkait dengan video viral yang memperlihatkan mobil Pajero berpelat merah yang diduga milik anggota TNI ikut mengangkut logistik keperluan kampanye capres cawapres 02 yang digelar di Bogor.
"Kalau memang ada pelanggaran, Bawaslu harus menindak itu," kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).
Meski begitu, Sudirman sendiri belum bisa memastikan apalah ada keterlibatan TNI di untuk kampanye capres-cawapres unggulannya itu. Untuk saat ini kata dia, pihaknya masih mencoba mengkonfirmasi viralnya video itu.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Sudirman juga meminta agar pihak penyelenggara Pemilu bisa menjaga netralitasnya dalam Pilpres ini. Dia berharap semua kasus yang berhubungan dengan Pemilu ini bisa ditindak dan diproses dengan tegas Bawaslu.
"Dan sebaiknya semua pelanggaran diberlakukan sama, jadi jangan berat sebelah. Karena itu kita berharap betul netralitas penyelenggara Pemilu," kata dia.
Senada, Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyatakan tidak harus seluruhnya kegiatan relawan diketahui BPN.
"Ya acara-acara relawan kan enggak semua orang kita tahu," ujarnya saat dihubungi Jumat (22/3).
Andre mengaku telah melihat rekaman video yang viral tersebut. BPN, sambungnya, pun sedang mengecek kebenaran penggunaan mobil tersebut.
"Kami belum tahu. Kami sudah menonton videonya. Tapi informasinya, kepastiannya kami belum tahu, apakah ini relawan pakai mobil TNI atau memang mobil pribadi yang berpelat TNI," jelasnya.
Penampakan sebuah mobil bermerek Mitsubishi Pajero berpelat TNI yang mengangkut logistik paslon nomor urut 02 viral di media sosial. Mobil berpelat nomor milik TNI, 3005-00, itu disebut dipakai relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat.
Akun media sosial Twitter, @natalsetio, mengunggah video yang menampilkan penampakan mobil berpelat 3005-00 itu ke lini masanya, Jumat (22/3). Dalam video yang diunggahnya, terlihat seorang pria berbaju warna biru tengah menurunkan sejumlah kantong plastik berwarna merah dari bagasi mobil tersebut.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Dedi Iswanto menyatakan plat bernomor 3005-00 yang digunakan Mitsubishi Pajero dalam acara relawan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat memang dikeluarkan Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI.
Namun, berdasarkan data yang teregistrasi, plat nomor tersebut seharusnya digunakan mobil berjenis Mitsubishi Lancer, bukan Mitsubishi Pajero.
"Hasil dari pengecekan dari data yang ada, di registrasi Mabes TNI bahwa nomor tersebut betul nomor militer yang ada di Mabes TNI. Nomor tersebut adalah 3005-00," ucap Dedi Iswanto saat konferensi pers di Gedung Pusat Penerangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (22/3) siang.
Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI rahmat Bagja mengatakan berdasarkan temuan Panwascam Tanah Sareal, Kota Bogor, mobil Mitsubishi Pajero berpelat TNI itu diduga milik purnawirawan militer. Saat ini Bawaslu masih mendalami terkait kehadiran mobil itu di acara kampanye relawan Prabowo.
Namun, Bagja menyebut Panwascam sebenarnya sudah melakukan tindakam pencegaham pelanggaran dengan menegur si pengendara mobil. Bawaslu pun akan memproses kasus ini sebagai temuan
"Kami sempat menegur yang bersangkutan pakai mobil pelat dinas. Kemudian diganti dengan pelat biasa. Sehingga kemudian kami masukkan pada laporan pengawasan, nanti kita tindak lanjut bagaimana penindakannya," kata Bagja saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, hari ini.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V