PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Terkait Pajero Berpelat TNI, BPN Minta Bawaslu Tegas
Jakarta, Riauin.com -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, memastikan agar pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindak tegas keterlibatan TNI dalam kampanye Capres dan Cawapres di Pilpres 2019 ini.
Pernyataan Sudirman ini terkait dengan video viral yang memperlihatkan mobil Pajero berpelat merah yang diduga milik anggota TNI ikut mengangkut logistik keperluan kampanye capres cawapres 02 yang digelar di Bogor.
"Kalau memang ada pelanggaran, Bawaslu harus menindak itu," kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).
Meski begitu, Sudirman sendiri belum bisa memastikan apalah ada keterlibatan TNI di untuk kampanye capres-cawapres unggulannya itu. Untuk saat ini kata dia, pihaknya masih mencoba mengkonfirmasi viralnya video itu.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Sudirman juga meminta agar pihak penyelenggara Pemilu bisa menjaga netralitasnya dalam Pilpres ini. Dia berharap semua kasus yang berhubungan dengan Pemilu ini bisa ditindak dan diproses dengan tegas Bawaslu.
"Dan sebaiknya semua pelanggaran diberlakukan sama, jadi jangan berat sebelah. Karena itu kita berharap betul netralitas penyelenggara Pemilu," kata dia.
Senada, Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyatakan tidak harus seluruhnya kegiatan relawan diketahui BPN.
"Ya acara-acara relawan kan enggak semua orang kita tahu," ujarnya saat dihubungi Jumat (22/3).
Andre mengaku telah melihat rekaman video yang viral tersebut. BPN, sambungnya, pun sedang mengecek kebenaran penggunaan mobil tersebut.
"Kami belum tahu. Kami sudah menonton videonya. Tapi informasinya, kepastiannya kami belum tahu, apakah ini relawan pakai mobil TNI atau memang mobil pribadi yang berpelat TNI," jelasnya.
Penampakan sebuah mobil bermerek Mitsubishi Pajero berpelat TNI yang mengangkut logistik paslon nomor urut 02 viral di media sosial. Mobil berpelat nomor milik TNI, 3005-00, itu disebut dipakai relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat.
Akun media sosial Twitter, @natalsetio, mengunggah video yang menampilkan penampakan mobil berpelat 3005-00 itu ke lini masanya, Jumat (22/3). Dalam video yang diunggahnya, terlihat seorang pria berbaju warna biru tengah menurunkan sejumlah kantong plastik berwarna merah dari bagasi mobil tersebut.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Dedi Iswanto menyatakan plat bernomor 3005-00 yang digunakan Mitsubishi Pajero dalam acara relawan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat memang dikeluarkan Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI.
Namun, berdasarkan data yang teregistrasi, plat nomor tersebut seharusnya digunakan mobil berjenis Mitsubishi Lancer, bukan Mitsubishi Pajero.
"Hasil dari pengecekan dari data yang ada, di registrasi Mabes TNI bahwa nomor tersebut betul nomor militer yang ada di Mabes TNI. Nomor tersebut adalah 3005-00," ucap Dedi Iswanto saat konferensi pers di Gedung Pusat Penerangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (22/3) siang.
Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI rahmat Bagja mengatakan berdasarkan temuan Panwascam Tanah Sareal, Kota Bogor, mobil Mitsubishi Pajero berpelat TNI itu diduga milik purnawirawan militer. Saat ini Bawaslu masih mendalami terkait kehadiran mobil itu di acara kampanye relawan Prabowo.
Namun, Bagja menyebut Panwascam sebenarnya sudah melakukan tindakam pencegaham pelanggaran dengan menegur si pengendara mobil. Bawaslu pun akan memproses kasus ini sebagai temuan
"Kami sempat menegur yang bersangkutan pakai mobil pelat dinas. Kemudian diganti dengan pelat biasa. Sehingga kemudian kami masukkan pada laporan pengawasan, nanti kita tindak lanjut bagaimana penindakannya," kata Bagja saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, hari ini.(int/nol)
Pernyataan Sudirman ini terkait dengan video viral yang memperlihatkan mobil Pajero berpelat merah yang diduga milik anggota TNI ikut mengangkut logistik keperluan kampanye capres cawapres 02 yang digelar di Bogor.
"Kalau memang ada pelanggaran, Bawaslu harus menindak itu," kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).
Meski begitu, Sudirman sendiri belum bisa memastikan apalah ada keterlibatan TNI di untuk kampanye capres-cawapres unggulannya itu. Untuk saat ini kata dia, pihaknya masih mencoba mengkonfirmasi viralnya video itu.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Sudirman juga meminta agar pihak penyelenggara Pemilu bisa menjaga netralitasnya dalam Pilpres ini. Dia berharap semua kasus yang berhubungan dengan Pemilu ini bisa ditindak dan diproses dengan tegas Bawaslu.
"Dan sebaiknya semua pelanggaran diberlakukan sama, jadi jangan berat sebelah. Karena itu kita berharap betul netralitas penyelenggara Pemilu," kata dia.
Senada, Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyatakan tidak harus seluruhnya kegiatan relawan diketahui BPN.
"Ya acara-acara relawan kan enggak semua orang kita tahu," ujarnya saat dihubungi Jumat (22/3).
Andre mengaku telah melihat rekaman video yang viral tersebut. BPN, sambungnya, pun sedang mengecek kebenaran penggunaan mobil tersebut.
"Kami belum tahu. Kami sudah menonton videonya. Tapi informasinya, kepastiannya kami belum tahu, apakah ini relawan pakai mobil TNI atau memang mobil pribadi yang berpelat TNI," jelasnya.
Penampakan sebuah mobil bermerek Mitsubishi Pajero berpelat TNI yang mengangkut logistik paslon nomor urut 02 viral di media sosial. Mobil berpelat nomor milik TNI, 3005-00, itu disebut dipakai relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat.
Akun media sosial Twitter, @natalsetio, mengunggah video yang menampilkan penampakan mobil berpelat 3005-00 itu ke lini masanya, Jumat (22/3). Dalam video yang diunggahnya, terlihat seorang pria berbaju warna biru tengah menurunkan sejumlah kantong plastik berwarna merah dari bagasi mobil tersebut.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Dedi Iswanto menyatakan plat bernomor 3005-00 yang digunakan Mitsubishi Pajero dalam acara relawan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat memang dikeluarkan Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI.
Namun, berdasarkan data yang teregistrasi, plat nomor tersebut seharusnya digunakan mobil berjenis Mitsubishi Lancer, bukan Mitsubishi Pajero.
"Hasil dari pengecekan dari data yang ada, di registrasi Mabes TNI bahwa nomor tersebut betul nomor militer yang ada di Mabes TNI. Nomor tersebut adalah 3005-00," ucap Dedi Iswanto saat konferensi pers di Gedung Pusat Penerangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (22/3) siang.
Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI rahmat Bagja mengatakan berdasarkan temuan Panwascam Tanah Sareal, Kota Bogor, mobil Mitsubishi Pajero berpelat TNI itu diduga milik purnawirawan militer. Saat ini Bawaslu masih mendalami terkait kehadiran mobil itu di acara kampanye relawan Prabowo.
Namun, Bagja menyebut Panwascam sebenarnya sudah melakukan tindakam pencegaham pelanggaran dengan menegur si pengendara mobil. Bawaslu pun akan memproses kasus ini sebagai temuan
"Kami sempat menegur yang bersangkutan pakai mobil pelat dinas. Kemudian diganti dengan pelat biasa. Sehingga kemudian kami masukkan pada laporan pengawasan, nanti kita tindak lanjut bagaimana penindakannya," kata Bagja saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, hari ini.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK