PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Guru Honorer Banten yang Dipecat Pamer Stiker Prabowo-Sandi di Sekolah
Jakarta, Riauin.com - Enam guru honorer yang berpose dua jari sambil memegang stiker Prabowo-Sandi dipecat oleh Pemprov Banten. Keenamnya dipecat dari tenaga honorer guru SMA 9 Kronjo, Tangerang, karena berpose sambil memajang foto Prabowo-Sandi di ruang guru.
"Foto di ruang guru. Jadi ini kan aktivitas politik praktis. Fotonya di sekolah; dan kedua, yang bersangkutan menggunakan atribut pemerintah, termasuk gajinya dari pemerintah dari APBD," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin kepada wartawan di Serang, Banten, Kamis (21/3/2019).
"Mereka pose dan pamer gambar Prabowo-Sandi di mana?" tanya wartawan.
"Di ruang guru," jawab Komarudin.
Komarudin mengatakan keenamnya langsung diperiksa kepala sekolah dan Dinas Pendidikan setelah foto pose dukungan politik mereka menyebar di media sosial pada Senin (18/3) lalu. Sehari setelah itu, langsung keluar surat keputusan pemberhentian sebagai guru honorer.
Sementara itu, keenamnya mengaku mendapatkan stiker Prabowo-Sandi dari seseorang. Karena ingin mencoba handphone baru, mereka langsung mengambil foto sambil pose dua jari dan memegang stiker.
"Alasannya katanya ada yang memberi itu posternya. Terus foto ada yang punya handphone baru, jadi tidak sengaja. Menurut penilaian kita ada unsur kesengajaan, ada poster dan pose diatur," tegas Komarudin.
Dari keenam guru honorer ini, ada yang telah mengajar selama 2-10 tahun di SMA 9 Kronjo. Ada guru matematika sampai olahraga. Sedangkan untuk mengganti kekosongan, pihak Dinas Pendidikan melalui kantor cabang di Tangerang akan mencari guru pengganti.(int/nol)
"Foto di ruang guru. Jadi ini kan aktivitas politik praktis. Fotonya di sekolah; dan kedua, yang bersangkutan menggunakan atribut pemerintah, termasuk gajinya dari pemerintah dari APBD," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin kepada wartawan di Serang, Banten, Kamis (21/3/2019).
"Mereka pose dan pamer gambar Prabowo-Sandi di mana?" tanya wartawan.
"Di ruang guru," jawab Komarudin.
Komarudin mengatakan keenamnya langsung diperiksa kepala sekolah dan Dinas Pendidikan setelah foto pose dukungan politik mereka menyebar di media sosial pada Senin (18/3) lalu. Sehari setelah itu, langsung keluar surat keputusan pemberhentian sebagai guru honorer.
Sementara itu, keenamnya mengaku mendapatkan stiker Prabowo-Sandi dari seseorang. Karena ingin mencoba handphone baru, mereka langsung mengambil foto sambil pose dua jari dan memegang stiker.
"Alasannya katanya ada yang memberi itu posternya. Terus foto ada yang punya handphone baru, jadi tidak sengaja. Menurut penilaian kita ada unsur kesengajaan, ada poster dan pose diatur," tegas Komarudin.
Dari keenam guru honorer ini, ada yang telah mengajar selama 2-10 tahun di SMA 9 Kronjo. Ada guru matematika sampai olahraga. Sedangkan untuk mengganti kekosongan, pihak Dinas Pendidikan melalui kantor cabang di Tangerang akan mencari guru pengganti.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK