PILIHAN
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Peringati Hari Guru, BEM UR Gelar Aksi Teatrikal Guru di CFD
PEKANBARU, Riauin.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan BEM FKIP Universitas Riau memperingati Hari Guru Nasional dengan menggelar aksi teatrikal bertema "Guru Sejahtera atau Justru Merana" di Area CFD, Ahad (25/11/2018).
Kegiatan yang dikoordinatori Rio Arjuna ini diawali dengan penyampaian orasi serta puisi oleh beberapa mahasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan aksi teatrikal sederhana dan penyampaian pernyataan sikap.
Aksi ini diperankan langsung oleh mahasiswa dengan menghadirkan peran beberapa pejabat, guru, siswa serta orang tua yang menggambarkan polemik pendidikan saat ini yang begitu miris. Dimana banyak sekali guru yang belum sejahtera, minimnya perlindungan kepada guru serta transparansi dana yang dikhususkan untuk pendidikan tidak jelas.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan BEM Universitas Riau, Dzulfaqar, menyampaikan, guru adalah ujung tombak sebuah pendidikan. Bukan lagi sebuah hal yang diragukan jika keberhasilan suatu bangsa dilihat dari kualitas pendidikan.
"Termasuklah faktor pendidik yang secara langsung berperan dalam penentu mutu pendidikan di Indonesia. Namun, ada dua permasalahan yang dijadikan sebagai titik konsentrasi. Yakni terkait kualitas dan kesejahteraan guru dimana masih ada sekitar satu juta guru yang hidup di bawah sejahtera," katanya.
Selain itu, ia menjelaskan beberapa isu dan kebijakan terkait guru pun memang perlu disikapi. Seperti perlindungan guru, honorer, dan moratorium PNS.
"Semoga dalam momentum hari guru ini, pemerintah dapat memperhatikan nasib guru sang pahlawan tanpa tanda jasa," sebut Zulfakar lagi.
Dalam aksi tersebut, BEM Universitas Riau pun memberikan beberapa pernyataan sikap, yakni penuhi hak guru sebagai tenaga pendidik anak bangsa, kemudian berikan jaminan keselamatan guru dari tindakan kekerasan dan intervensi dari semua kalangan.
Termasuk juga berikan kejelasan transparansi anggaran pendidikan khususnya di Riau dan wujudkan sistem pendidikan yang teratur serta sejahterakan guru Indonesia.(int/nol)
Kegiatan yang dikoordinatori Rio Arjuna ini diawali dengan penyampaian orasi serta puisi oleh beberapa mahasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan aksi teatrikal sederhana dan penyampaian pernyataan sikap.
Aksi ini diperankan langsung oleh mahasiswa dengan menghadirkan peran beberapa pejabat, guru, siswa serta orang tua yang menggambarkan polemik pendidikan saat ini yang begitu miris. Dimana banyak sekali guru yang belum sejahtera, minimnya perlindungan kepada guru serta transparansi dana yang dikhususkan untuk pendidikan tidak jelas.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan BEM Universitas Riau, Dzulfaqar, menyampaikan, guru adalah ujung tombak sebuah pendidikan. Bukan lagi sebuah hal yang diragukan jika keberhasilan suatu bangsa dilihat dari kualitas pendidikan.
"Termasuklah faktor pendidik yang secara langsung berperan dalam penentu mutu pendidikan di Indonesia. Namun, ada dua permasalahan yang dijadikan sebagai titik konsentrasi. Yakni terkait kualitas dan kesejahteraan guru dimana masih ada sekitar satu juta guru yang hidup di bawah sejahtera," katanya.
Selain itu, ia menjelaskan beberapa isu dan kebijakan terkait guru pun memang perlu disikapi. Seperti perlindungan guru, honorer, dan moratorium PNS.
"Semoga dalam momentum hari guru ini, pemerintah dapat memperhatikan nasib guru sang pahlawan tanpa tanda jasa," sebut Zulfakar lagi.
Dalam aksi tersebut, BEM Universitas Riau pun memberikan beberapa pernyataan sikap, yakni penuhi hak guru sebagai tenaga pendidik anak bangsa, kemudian berikan jaminan keselamatan guru dari tindakan kekerasan dan intervensi dari semua kalangan.
Termasuk juga berikan kejelasan transparansi anggaran pendidikan khususnya di Riau dan wujudkan sistem pendidikan yang teratur serta sejahterakan guru Indonesia.(int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap