PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Makin Hancur, Perekonomian Riau Triwulan II Hanya Tumbuh 2,38 Persen
PEKANBARU, Riauin.com - Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau semakin hancur. Pada triwulan II Tahun 2018 terhitung hanya tumbuh 2,38 persen dan terbilang lambat meskipun sudah ditopang migas sebagai penyokong perekonomian terbesar di Riau.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan ekonomi Riau triwulan II-2018 tumbuh 2,38 persen (y-on-y), lebih lambat dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,49 persen.
"Jika tanpa migas, pertumbuhan ekonomi Riau hanya sebesar 3,97 persen," kata Aden Gultom di Pekanbaru, Senin (6/8/2018).
Dari sisi produksi, lanjut Aden, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian; dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. Yang mana, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 8,56 persen.Â
Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 11,21 persen.
"Dapat kami sampaikan, bahwa perekonomian Riau triwulan II-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp188,28 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp118,15 triliun," tandasnya. (int/nol)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan ekonomi Riau triwulan II-2018 tumbuh 2,38 persen (y-on-y), lebih lambat dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,49 persen.
"Jika tanpa migas, pertumbuhan ekonomi Riau hanya sebesar 3,97 persen," kata Aden Gultom di Pekanbaru, Senin (6/8/2018).
Dari sisi produksi, lanjut Aden, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian; dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. Yang mana, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 8,56 persen.Â
Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 11,21 persen.
"Dapat kami sampaikan, bahwa perekonomian Riau triwulan II-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp188,28 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp118,15 triliun," tandasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila