PILIHAN
Ingin Pertamina Selamat? Jokowi Harus Naikkan Harga Premium dan Solar
Jakarta, Riauin.com - PT Pertamina (Persero) hendak melepas sebagian hak partisipasi (participating interest) di beberapa asetnya. Hal itu terjadi karena keuangan Pertamina tengah seret.
Disinyalir, seretnya keuangan Pertamina karena perusahaan pelat merah ini tak kuat lagi menahan selisih harga BBM yang saat ini ditahan. Padahal harga minyak dunia tengah naik.
Beberapa fakta yang dihimpun wartawan ternyata membuka alasan kondisi keuangan Pertamina yang sebenarnya. Mulai dari kebijakan dari perjanjian yang sudah tidak relevan sampai mahalnya dana untuk nombok subsidi berakibat pada seretnya keuangan Pertamina.(int/nol)
Disinyalir, seretnya keuangan Pertamina karena perusahaan pelat merah ini tak kuat lagi menahan selisih harga BBM yang saat ini ditahan. Padahal harga minyak dunia tengah naik.
Beberapa fakta yang dihimpun wartawan ternyata membuka alasan kondisi keuangan Pertamina yang sebenarnya. Mulai dari kebijakan dari perjanjian yang sudah tidak relevan sampai mahalnya dana untuk nombok subsidi berakibat pada seretnya keuangan Pertamina.(int/nol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing