PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Sorot Dugaan Korupsi PLTU Peranap, Massa HMI Demonstrasi di Gedung DPRD Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan demonstrasi di depan pintu gerbang Kantor DPRD Riau jalan Sudirman Pekanbaru. Massa yang sudah berkumpul sejak pukul 11.00 siang tadi meminta penegak hukum untuk mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Peranap, Indragiri Hulu, serta menolak penjualan aset milik Pertamina.
"Kita minta kasus korupsi di PLTU itu diusut hingga tuntas. Kalau ada pejabat Riau yang terlibat harus diusut juga," ujar Korlap Demonstrasi, Heri Kurnia, pada Senin (23/7/2018).
Selain soal korupsi PLTU, massa juga menuntut agar Riau bisa mendorong pusat agar tidak melepaskan aset-aset BUMN seperti Pertamina. Mereka meminta agar pusat tegas dan bisa mengelola aset-aset dan sumberdaya alam di Indonesia.
Massa juga menyuarakan orasi yang melarang pejabat di Riau untuk tidak lagi terlibat kasus korupsi. Untuk itu, massa menantang KPK agar turun ke Riau memeriksa pejabat-pejabat yang mungkin terlibat kasus korupsi PLTU.
Aksi itu sendiri berlangsung dengan pengawalan ketat dari Satpol PP dan Kepolisian. Arus lalu lintas juga tidak mengalami kemacetan berarti karena diawasi oleh petugas.
Massa pun melanjutkan aksinya setelah istirahat siang. Hingga sekitar pukul 14.00, di mana permintaan massa agar Ketua DPRD Riau menemuinya akhirnya terpenuhi. Ketua DPRD Riau Septina Primawati beserta beberapa orang Dewan lainnya datang menumui pendemo.
Septina pun menerima pernyataan aksi dari massa HMI cabang Pekanbaru ini. "Kita akan bahwa lagi tuntutan dari mahasiswa ini dengan pimpinan. Nanti akan segera kita rapatkan," pungkasnya. (int/nol)
"Kita minta kasus korupsi di PLTU itu diusut hingga tuntas. Kalau ada pejabat Riau yang terlibat harus diusut juga," ujar Korlap Demonstrasi, Heri Kurnia, pada Senin (23/7/2018).
Selain soal korupsi PLTU, massa juga menuntut agar Riau bisa mendorong pusat agar tidak melepaskan aset-aset BUMN seperti Pertamina. Mereka meminta agar pusat tegas dan bisa mengelola aset-aset dan sumberdaya alam di Indonesia.
Massa juga menyuarakan orasi yang melarang pejabat di Riau untuk tidak lagi terlibat kasus korupsi. Untuk itu, massa menantang KPK agar turun ke Riau memeriksa pejabat-pejabat yang mungkin terlibat kasus korupsi PLTU.
Aksi itu sendiri berlangsung dengan pengawalan ketat dari Satpol PP dan Kepolisian. Arus lalu lintas juga tidak mengalami kemacetan berarti karena diawasi oleh petugas.
Massa pun melanjutkan aksinya setelah istirahat siang. Hingga sekitar pukul 14.00, di mana permintaan massa agar Ketua DPRD Riau menemuinya akhirnya terpenuhi. Ketua DPRD Riau Septina Primawati beserta beberapa orang Dewan lainnya datang menumui pendemo.
Septina pun menerima pernyataan aksi dari massa HMI cabang Pekanbaru ini. "Kita akan bahwa lagi tuntutan dari mahasiswa ini dengan pimpinan. Nanti akan segera kita rapatkan," pungkasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila