PILIHAN
Diduga Punya Masalah Pribadi, Pria Paruh Baya Nekad Gantung Diri
PERANAP, Riauin.com - Warga Kecamatan Peranap digegerkan aksi nekad pria paruh baya, SR (53) yang ditemukan gantung diri di sebuah pohon di pinggir sungai.
Warga Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ini ditemukan, Jumat (22/6/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.
Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIk melalui Paur Humas Polres Inhu Ipda Juraidi, Jumat (22/6/2018) membenarkan adanya korban gantung diri tersebut.
“Diketahui korban gantung diri di atas pohon mata kucing (badaro) di tepi Sungai Indragiri Dusun ll, Desa Gumanti Kecamatan Peranap,†katanya.
Kata Juraidi, korban ditemukan para saksi yaitu Herdi (40) Bambang (30) dan Dika (25) warga Dusun ll Desa Gumanti pada pukul 06.00 WIB. "Korban ditemukan tergantung dipohon dengan menggunakan tali nilon sepanjang sekitar 2 meter,†jelasnya.
Kemudian saksi-saksi menghubungi masyarakat setempat dan Polsek Peranap, sekitar pukul 07.30 WIb Polsek Peranap, Anggota Koramil, Camat Peranap dan Kepala Puskesmas Peranap turun ke TKP.
“Dari hasil pemeriksaan oleh dokter ditemukan tali simpul, tidak ada tanda kekerasan ditubuh korban, lidah terjulur dan kemaluan mengeluarkan sperma,†terangnya lagi.
Akhirnya pada pukul 09.30 WIB keluarga korban tiba dari Inuman di TKP dan melihat kondisi korban. “Setelah mendapat penjelasan dari dokter Puskesmas Peranap, pihak keluarga yang terdiri dari anak korban (Mahyudi) dan abang kandung korban (Asman) membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,†terang Juraidi lagi.
Selanjutnya pihak keluarga korban membawa korban ke kampung halamannya di Desa Pulau Panjang Hulu Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing untuk dilakukan pemakaman, tutupnya
Berdasarkan keterangan saksi Perdi, Korban dari Inuman ke Desa Gumanti pada kamis (21/6/2018) sekitar pukul 16.30 wib.
“Korban datang dari Inuman ke Desa Gumanti ke rumah orang tua saya karena kebetulan satu kampung sama-sama dari Inuman,†terangnya.
Korban bercerita kepada saksi bahwa kedatangannya ke Desa Gumanti adalah untuk menenangkan diri (pikiran) karena ada permasalahan pribadi.
“Saya sempat bertemu dengan korban di rumah orangtua saya dan menceritakan bahwa dirinya sedang ada permasalahan pribadi,†ujarnya.
Kemudian saksipun pulang ke rumahnya dan meninggalkan korban di rumah orangtuanya pada pukul 03.00 WIB.(int/nol)
Warga Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ini ditemukan, Jumat (22/6/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.
Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIk melalui Paur Humas Polres Inhu Ipda Juraidi, Jumat (22/6/2018) membenarkan adanya korban gantung diri tersebut.
“Diketahui korban gantung diri di atas pohon mata kucing (badaro) di tepi Sungai Indragiri Dusun ll, Desa Gumanti Kecamatan Peranap,†katanya.
Kata Juraidi, korban ditemukan para saksi yaitu Herdi (40) Bambang (30) dan Dika (25) warga Dusun ll Desa Gumanti pada pukul 06.00 WIB. "Korban ditemukan tergantung dipohon dengan menggunakan tali nilon sepanjang sekitar 2 meter,†jelasnya.
Kemudian saksi-saksi menghubungi masyarakat setempat dan Polsek Peranap, sekitar pukul 07.30 WIb Polsek Peranap, Anggota Koramil, Camat Peranap dan Kepala Puskesmas Peranap turun ke TKP.
“Dari hasil pemeriksaan oleh dokter ditemukan tali simpul, tidak ada tanda kekerasan ditubuh korban, lidah terjulur dan kemaluan mengeluarkan sperma,†terangnya lagi.
Akhirnya pada pukul 09.30 WIB keluarga korban tiba dari Inuman di TKP dan melihat kondisi korban. “Setelah mendapat penjelasan dari dokter Puskesmas Peranap, pihak keluarga yang terdiri dari anak korban (Mahyudi) dan abang kandung korban (Asman) membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,†terang Juraidi lagi.
Selanjutnya pihak keluarga korban membawa korban ke kampung halamannya di Desa Pulau Panjang Hulu Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing untuk dilakukan pemakaman, tutupnya
Berdasarkan keterangan saksi Perdi, Korban dari Inuman ke Desa Gumanti pada kamis (21/6/2018) sekitar pukul 16.30 wib.
“Korban datang dari Inuman ke Desa Gumanti ke rumah orang tua saya karena kebetulan satu kampung sama-sama dari Inuman,†terangnya.
Korban bercerita kepada saksi bahwa kedatangannya ke Desa Gumanti adalah untuk menenangkan diri (pikiran) karena ada permasalahan pribadi.
“Saya sempat bertemu dengan korban di rumah orangtua saya dan menceritakan bahwa dirinya sedang ada permasalahan pribadi,†ujarnya.
Kemudian saksipun pulang ke rumahnya dan meninggalkan korban di rumah orangtuanya pada pukul 03.00 WIB.(int/nol)
Berita Lainnya
Terjerat Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Ditahan KPK
Dugaan Suap Jabatan, KPK Umumkan Nasib Bupati Kuansing Suhardiman Amby Sore Ini
Sidang Tipikor Pekanbaru, Terdakwa Aliran Dana Pertanyakan Pihak Lain yang Belum Tersentuh Hukum
Sempat Menghilang, Bupati Kuansing dan Sekda Akhirnya Jalani Pemeriksaan di KPK
KPK Sudah Pegang Barang Bukti, Bupati dan Sekda Kuansing Diminta Menyerahkan Diri
Ruang Kerja Bupati hingga Sekda Disegel KPK, Pemkab Kuansing Bungkam
Terjerat Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Ditahan KPK
Dugaan Suap Jabatan, KPK Umumkan Nasib Bupati Kuansing Suhardiman Amby Sore Ini
Sidang Tipikor Pekanbaru, Terdakwa Aliran Dana Pertanyakan Pihak Lain yang Belum Tersentuh Hukum
Sempat Menghilang, Bupati Kuansing dan Sekda Akhirnya Jalani Pemeriksaan di KPK
KPK Sudah Pegang Barang Bukti, Bupati dan Sekda Kuansing Diminta Menyerahkan Diri
Ruang Kerja Bupati hingga Sekda Disegel KPK, Pemkab Kuansing Bungkam