PILIHAN
Massa Aksi Pembebasan Baitul Maqdis 115 Putihkan Monas
Indonesia, Riauin.com - Massa aksi Pembebasan Baitul Maqdis atau aksi 115 sudah memadati areal Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (11/5). Massa sudah datang sejak Kamis malam di Masjid Istiqlal.
Pantauan wartawan, sekitar puluhan ribu massa yang dominan menggunakan pakaian serba putih-putih itu sedang mendengarkan 1000 hafiz atau penghafal Alquran yang membacakan surat Al-Isra dan Al-Kahfi.
Peserta yang juga dihadiri oleh pelajar dan anak-anak itu tampak membawa bendera Indonesia dan Palestina. Selain dua bendera itu tampak beberapa bedera dari majelis-majelis dzikir dari berbagai daerah di Indonesia, aliansi pergerakan Islam, Front Pembela Islam (FPI) dan bendera putih bertuliskan lafadz 'Lailahaillallah Muhammad Rasululllah'.
Massa juga membawa spanduk dan ikat kepala bertuliskan 'Stop Trump', kalimat tauhid dan juga 'muroja'ah 1000 huffazin for Baitul Maqdis'.
Diantara padatnya massa yang sebelumnya melakukan zikir di Masjid Istiqlal Jakarta itu, terlihat polisi bersiaga dan beberapa mobil ambulans.
Setelah pembacaan Alquran dari 1000 penghafal, zikir dan orasi di panggung yang sudah berdiri di Monas, massa aksi akan melakukan prosesi jalan kaki secara tertib ke Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Hari ini massa yang dari berbagai ormas Islam yang ditergetkan berjumlah 7,5 juta itu akan melaksanakan aksi Pembebasan Baitul Maqdis. Hal ini untuk merespons kebijakan pemerintah AS yang memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Aksi dimulai dengan salat subuh berjemaah di lapangan Monas dan Masjid Istiqlal. Setelah itu massa aksi direncanakan bergerak menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat yang lokasinya tak jauh dari Monas. Aksi 115 dimulai sejak pukul 04.00 WIB dan akan berakhir pada pukul 13.00 WIB.(it/nol)
Pantauan wartawan, sekitar puluhan ribu massa yang dominan menggunakan pakaian serba putih-putih itu sedang mendengarkan 1000 hafiz atau penghafal Alquran yang membacakan surat Al-Isra dan Al-Kahfi.
Peserta yang juga dihadiri oleh pelajar dan anak-anak itu tampak membawa bendera Indonesia dan Palestina. Selain dua bendera itu tampak beberapa bedera dari majelis-majelis dzikir dari berbagai daerah di Indonesia, aliansi pergerakan Islam, Front Pembela Islam (FPI) dan bendera putih bertuliskan lafadz 'Lailahaillallah Muhammad Rasululllah'.
Massa juga membawa spanduk dan ikat kepala bertuliskan 'Stop Trump', kalimat tauhid dan juga 'muroja'ah 1000 huffazin for Baitul Maqdis'.
Diantara padatnya massa yang sebelumnya melakukan zikir di Masjid Istiqlal Jakarta itu, terlihat polisi bersiaga dan beberapa mobil ambulans.
Setelah pembacaan Alquran dari 1000 penghafal, zikir dan orasi di panggung yang sudah berdiri di Monas, massa aksi akan melakukan prosesi jalan kaki secara tertib ke Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Hari ini massa yang dari berbagai ormas Islam yang ditergetkan berjumlah 7,5 juta itu akan melaksanakan aksi Pembebasan Baitul Maqdis. Hal ini untuk merespons kebijakan pemerintah AS yang memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Aksi dimulai dengan salat subuh berjemaah di lapangan Monas dan Masjid Istiqlal. Setelah itu massa aksi direncanakan bergerak menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat yang lokasinya tak jauh dari Monas. Aksi 115 dimulai sejak pukul 04.00 WIB dan akan berakhir pada pukul 13.00 WIB.(it/nol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing