PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Pekanbaru Menuju Kota Layak Anak 2018, Dewan: Pemko Harus MoU dengan Kepolisian
PEKANBARU, Riauin.com - Upaya Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mewujudkan Pekanbaru menuju kota layak anak 2018 ini harus didukung oleh semua pihak. Pasalnya jika berharap kepada satu instansi atau SKPD saja mustahil kriteria yang harus dipenuhi sebagai kota layak anak akan dipenuhi.
Salah satu persoalan yang hingga saat ini belum teratasi dengan maksimal yaitu persoalan gelandang dan pengemis (Gepeng). Maka perlu koordinasi dengan SKPD terkait bahkan dengan aparat kepolisian untuk membuat MoU penuntasan Gepeng di beberapa titik di Kota Pekanbaru yang kian meresahkan masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Ida Yulita Susanti, anggota Komisi I DPRD kota Pekanbaru bidang Pemerintahan dan Hukum.
"Penuntasan Gepeng saat ini belum maksimal, perlu koordinasi antar SKPD dan bahkan harus bikin MoU dengan aparat kepolisian. Sebut saja di simpang Mall SKA masih banyak gepeng berkeliaran. Apa lagi jelang puasa dan lebaran nanti, padahal disana ada pos polisi untuk sama-sama melakukan penertiban," ungkap Ida Yulita Susanti, Jumat (6/4/2018).
Di samping itu, Politisi Golkar ini juga berharap peran penting masyarakat dalam upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mewujudkan kota layak anak. Salah satunya dengan cara mengawasi dan membatasi ruang gerak gepeng yang mayoritas anak-anak agar tidak kian mejamur di Kota Pekanbaru.
"Himbauan tidak memberikan sumbangan atau uang kepada gepeng inikan sebenarnya sudah diatur di dalam Perda kita. Tetapi kurang jalan. Kalau kita sebut soal Satpol PP sebagai penegak Perda ini kita sudah bosan, selagi Kasatpol PP tidak diganti seperti itu ajalah," katanya lagi.(int/nol)
Salah satu persoalan yang hingga saat ini belum teratasi dengan maksimal yaitu persoalan gelandang dan pengemis (Gepeng). Maka perlu koordinasi dengan SKPD terkait bahkan dengan aparat kepolisian untuk membuat MoU penuntasan Gepeng di beberapa titik di Kota Pekanbaru yang kian meresahkan masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Ida Yulita Susanti, anggota Komisi I DPRD kota Pekanbaru bidang Pemerintahan dan Hukum.
"Penuntasan Gepeng saat ini belum maksimal, perlu koordinasi antar SKPD dan bahkan harus bikin MoU dengan aparat kepolisian. Sebut saja di simpang Mall SKA masih banyak gepeng berkeliaran. Apa lagi jelang puasa dan lebaran nanti, padahal disana ada pos polisi untuk sama-sama melakukan penertiban," ungkap Ida Yulita Susanti, Jumat (6/4/2018).
Di samping itu, Politisi Golkar ini juga berharap peran penting masyarakat dalam upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mewujudkan kota layak anak. Salah satunya dengan cara mengawasi dan membatasi ruang gerak gepeng yang mayoritas anak-anak agar tidak kian mejamur di Kota Pekanbaru.
"Himbauan tidak memberikan sumbangan atau uang kepada gepeng inikan sebenarnya sudah diatur di dalam Perda kita. Tetapi kurang jalan. Kalau kita sebut soal Satpol PP sebagai penegak Perda ini kita sudah bosan, selagi Kasatpol PP tidak diganti seperti itu ajalah," katanya lagi.(int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar