Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
RIAUIN.COM - Capaian imunisasi anak di Kota Pekanbaru hingga kini masih di bawah target nasional. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada 2025 baru menyentuh angka 66,2 persen dari target sebesar 90 persen, sementara imunisasi bayi di bawah dua tahun (baduta) baru mencapai 44,1 persen.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru meluncurkan Bulan Imunisasi Kejar selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 31 Oktober. Langkah ini diambil untuk menjangkau ribuan anak yang status imunisasinya belum lengkap, termasuk 3.425 anak yang tercatat belum menerima suntikan DPT-HB-Hib 1.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan pentingnya pemenuhan hak kesehatan anak sejak dini demi membentengi masyarakat dari ancaman penyakit berbahaya.
"Imunisasi bukan sekadar memberikan suntikan kepada anak. Tetapi, imunisasi merupakan upaya perlindungan sejak dini untuk mencegah penyakit berbahaya serta menjaga kesehatan anak, keluarga, dan lingkungan," kata Markarius Anwar saat membuka kegiatan di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (2/10/2026).
Markarius Anwar meminta seluruh fasilitas kesehatan serta jajaran pemerintah hingga tingkat kelurahan bergerak aktif menjangkau kelompok sasaran, yakni bayi usia 0–11 bulan dan baduta usia 12–23 bulan. Pelayanan imunisasi kini disiagakan di Posyandu, Puskesmas, rumah sakit, dan pos pelayanan kesehatan lainnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga TP PKK dan kader Posyandu di lapangan.
"Saya ingin menitipkan satu pesan untuk kita semua bahwa tidak ada anak yang terlewat. Kejar imunisasi yang terlewat, lengkapi imunisasi anak, dan berikan perlindungan terbaik sejak dini. Kejar sebelum usia satu tahun, tuntas sebelum dua tahun," ujar Markarius Anwar.
Para orang tua di Pekanbaru diimbau untuk segera memeriksa kembali buku atau catatan imunisasi anak masing-masing. Pemerintah berharap melalui gerakan serentak sepanjang Oktober ini, generasi muda Pekanbaru dapat tumbuh sehat, kuat, dan terhindar dari risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (Bil)
Berita Lainnya
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
HGB Induk PT MPP Diterbitkan, 133 Pedagang Ruko Sukaramai Pertanyakan Kesamaan Hak
Pemko Pekanbaru Ambil Alih Aset STC, Pedagang Diminta Stop Bayar Sewa ke Pihak Swasta
PM2.5 Pekanbaru Tembus 52,9 µg/m³, BMKG Catat Kualitas Udara Masih Fluktuatif
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
HGB Induk PT MPP Diterbitkan, 133 Pedagang Ruko Sukaramai Pertanyakan Kesamaan Hak
Pemko Pekanbaru Ambil Alih Aset STC, Pedagang Diminta Stop Bayar Sewa ke Pihak Swasta
PM2.5 Pekanbaru Tembus 52,9 µg/m³, BMKG Catat Kualitas Udara Masih Fluktuatif