PILIHAN
Ibu-ibu Bukitraya Curhat, Syamsuar: Perda Perlindungan Ibu dan Anak Siak akan Kita Adopsi
PEKANBARU, Riauin.com - Ratusan ibu-ibu Sei Mintan, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukitraya, bersatu dalam gerakan pemenangan Calon Gubernur Riau, Syamsuar. Meski hujan gerimis, namun mereka tetap tak beranjak dari kursi untuk menghadiri kampanye dialogis calon gubernur Riau yang berpasangan dengan mantan Danrem 031/WB Edy Nasution itu, Selasa (27/3/2018) petang.
Dalam kampanyenya, Syamsuar mengatakan pihaknya akan mengadopsi Perda perlindungan anak dan ibu rumah tangga yang sudah ada di Kabupaten Siak. "Insya Allah jika saya menjadi gubernur Riau, kita buat Perda perlindungan anak dan ibu ramah tangga," ucap Syamsuar.
Pada sesi tanya jawab, Ibu Iid menyebutkan bahwa ia mewakili ratusan ibu rumah tangga yang hadir, berkesempatan bertanya. "Sebentar lagi ajaran tahun baru, kabarnya tidak ada lagi jatah anak tempatan sekolah di sekolah di lingkungannya, tolong hal ini diperhatikan dan diperjuangkan Pak Syamsuar," kata Ibu Iid.
Menjawab akan hal ini, Syamsuar mengatakan, bahwa memang kebijakan tersebut bersifat lokal namun jika itu menyangkut hajat orang banyak tentulah kebijakan yang sudah ada dipertahankan.
"Terima kasih informasinya, semoga itu hanya kabar angin saja dan anak-anak kita tetap dapat mengecap pendidikan," kata Syamsuar.
Hal lain yang menjadi aspirasi warga adalah terkait masalah tapal batas. Tokoh masyarakat Sei Mintan Kelurahan Air Dingin, Muhammad Nasir mengatakan, puluhan tahun berdomisili di Sei Mintan namun hingga kini masyarakat Sei Mintan masih tidak terlepas dari masalah tapal batas antara Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. Bahkan masyarakat kini dipusingkan atas perubahan surat tanah dari Pekanbaru ke Kampar.
"Kalau pak Haji Syamsuar jadi Gubri, tolong perhatikan kami yang di Sei Mintan ini. Tengoklah pak, kondisi infrastruktur memprihatinkan mulai dari jalan, listrik dan sekolah. Bahkan setiap ajang pemilihan tiba, warga kami selalu bermasalah dengan masalah tapal batas. Itu PR kami untuk Pak Haji Syamsuar, maka kami akan pilih bapak pada ajang Pilgubri 2018 mandatang," ungkap Nasir.
Calon Gubernur Riau, Syamsuar mengungkapkan, persoalan tapal batas merupakan tugas dari seorang gubernur yang harus segera diselesaikan. Kepala daerah tidak bisa berpangku tangan, karena setiap keluhan yang disampaikan warga merupakan amanah yang harus dijalankan.
"Tapal batas ini akan menjadi PR kami, disamping masalah lain yang juga dihadapi warga seperti pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Keluhan yang disampaikan warga, wajib untuk ditindaklanjuti. Kalau ingin Riau berubah, maka pilihlah Syamsuar - Edy Nasution," tegas Syamsuar.(int/nol)
Dalam kampanyenya, Syamsuar mengatakan pihaknya akan mengadopsi Perda perlindungan anak dan ibu rumah tangga yang sudah ada di Kabupaten Siak. "Insya Allah jika saya menjadi gubernur Riau, kita buat Perda perlindungan anak dan ibu ramah tangga," ucap Syamsuar.
Pada sesi tanya jawab, Ibu Iid menyebutkan bahwa ia mewakili ratusan ibu rumah tangga yang hadir, berkesempatan bertanya. "Sebentar lagi ajaran tahun baru, kabarnya tidak ada lagi jatah anak tempatan sekolah di sekolah di lingkungannya, tolong hal ini diperhatikan dan diperjuangkan Pak Syamsuar," kata Ibu Iid.
Menjawab akan hal ini, Syamsuar mengatakan, bahwa memang kebijakan tersebut bersifat lokal namun jika itu menyangkut hajat orang banyak tentulah kebijakan yang sudah ada dipertahankan.
"Terima kasih informasinya, semoga itu hanya kabar angin saja dan anak-anak kita tetap dapat mengecap pendidikan," kata Syamsuar.
Hal lain yang menjadi aspirasi warga adalah terkait masalah tapal batas. Tokoh masyarakat Sei Mintan Kelurahan Air Dingin, Muhammad Nasir mengatakan, puluhan tahun berdomisili di Sei Mintan namun hingga kini masyarakat Sei Mintan masih tidak terlepas dari masalah tapal batas antara Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. Bahkan masyarakat kini dipusingkan atas perubahan surat tanah dari Pekanbaru ke Kampar.
"Kalau pak Haji Syamsuar jadi Gubri, tolong perhatikan kami yang di Sei Mintan ini. Tengoklah pak, kondisi infrastruktur memprihatinkan mulai dari jalan, listrik dan sekolah. Bahkan setiap ajang pemilihan tiba, warga kami selalu bermasalah dengan masalah tapal batas. Itu PR kami untuk Pak Haji Syamsuar, maka kami akan pilih bapak pada ajang Pilgubri 2018 mandatang," ungkap Nasir.
Calon Gubernur Riau, Syamsuar mengungkapkan, persoalan tapal batas merupakan tugas dari seorang gubernur yang harus segera diselesaikan. Kepala daerah tidak bisa berpangku tangan, karena setiap keluhan yang disampaikan warga merupakan amanah yang harus dijalankan.
"Tapal batas ini akan menjadi PR kami, disamping masalah lain yang juga dihadapi warga seperti pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Keluhan yang disampaikan warga, wajib untuk ditindaklanjuti. Kalau ingin Riau berubah, maka pilihlah Syamsuar - Edy Nasution," tegas Syamsuar.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V