PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Ibu-ibu Bukitraya Curhat, Syamsuar: Perda Perlindungan Ibu dan Anak Siak akan Kita Adopsi
PEKANBARU, Riauin.com - Ratusan ibu-ibu Sei Mintan, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukitraya, bersatu dalam gerakan pemenangan Calon Gubernur Riau, Syamsuar. Meski hujan gerimis, namun mereka tetap tak beranjak dari kursi untuk menghadiri kampanye dialogis calon gubernur Riau yang berpasangan dengan mantan Danrem 031/WB Edy Nasution itu, Selasa (27/3/2018) petang.
Dalam kampanyenya, Syamsuar mengatakan pihaknya akan mengadopsi Perda perlindungan anak dan ibu rumah tangga yang sudah ada di Kabupaten Siak. "Insya Allah jika saya menjadi gubernur Riau, kita buat Perda perlindungan anak dan ibu ramah tangga," ucap Syamsuar.
Pada sesi tanya jawab, Ibu Iid menyebutkan bahwa ia mewakili ratusan ibu rumah tangga yang hadir, berkesempatan bertanya. "Sebentar lagi ajaran tahun baru, kabarnya tidak ada lagi jatah anak tempatan sekolah di sekolah di lingkungannya, tolong hal ini diperhatikan dan diperjuangkan Pak Syamsuar," kata Ibu Iid.
Menjawab akan hal ini, Syamsuar mengatakan, bahwa memang kebijakan tersebut bersifat lokal namun jika itu menyangkut hajat orang banyak tentulah kebijakan yang sudah ada dipertahankan.
"Terima kasih informasinya, semoga itu hanya kabar angin saja dan anak-anak kita tetap dapat mengecap pendidikan," kata Syamsuar.
Hal lain yang menjadi aspirasi warga adalah terkait masalah tapal batas. Tokoh masyarakat Sei Mintan Kelurahan Air Dingin, Muhammad Nasir mengatakan, puluhan tahun berdomisili di Sei Mintan namun hingga kini masyarakat Sei Mintan masih tidak terlepas dari masalah tapal batas antara Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. Bahkan masyarakat kini dipusingkan atas perubahan surat tanah dari Pekanbaru ke Kampar.
"Kalau pak Haji Syamsuar jadi Gubri, tolong perhatikan kami yang di Sei Mintan ini. Tengoklah pak, kondisi infrastruktur memprihatinkan mulai dari jalan, listrik dan sekolah. Bahkan setiap ajang pemilihan tiba, warga kami selalu bermasalah dengan masalah tapal batas. Itu PR kami untuk Pak Haji Syamsuar, maka kami akan pilih bapak pada ajang Pilgubri 2018 mandatang," ungkap Nasir.
Calon Gubernur Riau, Syamsuar mengungkapkan, persoalan tapal batas merupakan tugas dari seorang gubernur yang harus segera diselesaikan. Kepala daerah tidak bisa berpangku tangan, karena setiap keluhan yang disampaikan warga merupakan amanah yang harus dijalankan.
"Tapal batas ini akan menjadi PR kami, disamping masalah lain yang juga dihadapi warga seperti pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Keluhan yang disampaikan warga, wajib untuk ditindaklanjuti. Kalau ingin Riau berubah, maka pilihlah Syamsuar - Edy Nasution," tegas Syamsuar.(int/nol)
Dalam kampanyenya, Syamsuar mengatakan pihaknya akan mengadopsi Perda perlindungan anak dan ibu rumah tangga yang sudah ada di Kabupaten Siak. "Insya Allah jika saya menjadi gubernur Riau, kita buat Perda perlindungan anak dan ibu ramah tangga," ucap Syamsuar.
Pada sesi tanya jawab, Ibu Iid menyebutkan bahwa ia mewakili ratusan ibu rumah tangga yang hadir, berkesempatan bertanya. "Sebentar lagi ajaran tahun baru, kabarnya tidak ada lagi jatah anak tempatan sekolah di sekolah di lingkungannya, tolong hal ini diperhatikan dan diperjuangkan Pak Syamsuar," kata Ibu Iid.
Menjawab akan hal ini, Syamsuar mengatakan, bahwa memang kebijakan tersebut bersifat lokal namun jika itu menyangkut hajat orang banyak tentulah kebijakan yang sudah ada dipertahankan.
"Terima kasih informasinya, semoga itu hanya kabar angin saja dan anak-anak kita tetap dapat mengecap pendidikan," kata Syamsuar.
Hal lain yang menjadi aspirasi warga adalah terkait masalah tapal batas. Tokoh masyarakat Sei Mintan Kelurahan Air Dingin, Muhammad Nasir mengatakan, puluhan tahun berdomisili di Sei Mintan namun hingga kini masyarakat Sei Mintan masih tidak terlepas dari masalah tapal batas antara Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. Bahkan masyarakat kini dipusingkan atas perubahan surat tanah dari Pekanbaru ke Kampar.
"Kalau pak Haji Syamsuar jadi Gubri, tolong perhatikan kami yang di Sei Mintan ini. Tengoklah pak, kondisi infrastruktur memprihatinkan mulai dari jalan, listrik dan sekolah. Bahkan setiap ajang pemilihan tiba, warga kami selalu bermasalah dengan masalah tapal batas. Itu PR kami untuk Pak Haji Syamsuar, maka kami akan pilih bapak pada ajang Pilgubri 2018 mandatang," ungkap Nasir.
Calon Gubernur Riau, Syamsuar mengungkapkan, persoalan tapal batas merupakan tugas dari seorang gubernur yang harus segera diselesaikan. Kepala daerah tidak bisa berpangku tangan, karena setiap keluhan yang disampaikan warga merupakan amanah yang harus dijalankan.
"Tapal batas ini akan menjadi PR kami, disamping masalah lain yang juga dihadapi warga seperti pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Keluhan yang disampaikan warga, wajib untuk ditindaklanjuti. Kalau ingin Riau berubah, maka pilihlah Syamsuar - Edy Nasution," tegas Syamsuar.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK