PILIHAN
Mulyadi: Syamsuar-Edy Natar Punya Kriteria yang Layak Jadi Gubri
PEKANBARU, Riauin.com - Beberapa bulan jelang pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Riau 2018, ternyata masih banyak masyarakat yang masih bingung untuk menentukan pilihan kepada salah satu paslon dari empat Paslon yang ada.
Sebagai Parpol pengusung dari pasangan calon nomor urut satu yakni Syamuar-Edi Natar, PKS menghimbau masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan melihat prestasi yang sudah ditoreh oleh Paslon, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan untuk Riau lima tahun ke depan.
"Pertama lihat dari sisi agamanya apakah soleh atau tidak, kemudian lihat catatan kepemimpinan Palson selama ini, ketika dia jadi bupati, walikota dan Gubernur sebelumnya bagaimana catatan prestasinya, berhasil atau tidak mereka membenahi daerah yang dipimpin dari berbagai aspek, baik aspek pendidikan, kesehatan kesejahteraan sosial dan sebagainya itu harus jadi tolak ukur, jangan mau dijanji-janji saja," ungkap Mulyadi Amd, anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Pekanbaru.
Dimata Mulyadi, Syamsuar-Edy Natar adalah calon pemimpin Riau yang memenuhi kriteria pemimpin yang ideal, terutama jika dilihat dari sisi agama Paslon nomor satu ini.
"Dari sisi agama, Pak Syam sangat bagus, calon pemimpin yang sudah terbukti sangat dekat dengan agama, Pak Syam orangnya sangat bagus, apalagi beliau sudah dua periode jadi Bupati Siak. Banyak kegiatan-kegiatan keagamaan yang dikembangkan, seperti adanya Perda Zakat. Tidak hanya itu, beliau juga sosok yang tidak muluk-muluk tidak banyak janji ini dibuktikan dengan kinerjanya yang lebih merakyat, " katanya.
Untuk itu, Mulyadi optimis Syamsuar-Edy Natar bisa duduk di kursi orang nomor satu di Riau dan bisa melanjutkan Perda Zakat yang ada di Kabupaten Siak untuk di Provinsi Riau.
"Kita optimis Pak Syam-Edy menjadi Gubernur Riau, dan tentunya kita dukung Pak Syamsuar untuk menerapkan Perda Zakat di Riau dan lebih menggeliat diterapkam di setiap kelurahan kecamatan yang ada, kita yakin jika ini diterapkan kemiskinan bisa berkurang," katanya.
Di samping itu Mulyadi juga berharap Syamsuar-Edy Natar bisa membawa perubahan Riau lebih baik, belum lagi soal pendidikan saja di Pekanbaru yang katanya gratis tetapi masih ada pungutan
"Kita ingin Riau jauh lebih baik, jangan seperti yang lalu-lalu kita punya gubernur tapi seolah tidak punya, jalan-jalan provinsi banyak yang rusak, pendidikan katanya gratis tapi pungutan liar dimana-mana, "tutup Mulyadi. (int/nol)
Sebagai Parpol pengusung dari pasangan calon nomor urut satu yakni Syamuar-Edi Natar, PKS menghimbau masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan melihat prestasi yang sudah ditoreh oleh Paslon, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan untuk Riau lima tahun ke depan.
"Pertama lihat dari sisi agamanya apakah soleh atau tidak, kemudian lihat catatan kepemimpinan Palson selama ini, ketika dia jadi bupati, walikota dan Gubernur sebelumnya bagaimana catatan prestasinya, berhasil atau tidak mereka membenahi daerah yang dipimpin dari berbagai aspek, baik aspek pendidikan, kesehatan kesejahteraan sosial dan sebagainya itu harus jadi tolak ukur, jangan mau dijanji-janji saja," ungkap Mulyadi Amd, anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Pekanbaru.
Dimata Mulyadi, Syamsuar-Edy Natar adalah calon pemimpin Riau yang memenuhi kriteria pemimpin yang ideal, terutama jika dilihat dari sisi agama Paslon nomor satu ini.
"Dari sisi agama, Pak Syam sangat bagus, calon pemimpin yang sudah terbukti sangat dekat dengan agama, Pak Syam orangnya sangat bagus, apalagi beliau sudah dua periode jadi Bupati Siak. Banyak kegiatan-kegiatan keagamaan yang dikembangkan, seperti adanya Perda Zakat. Tidak hanya itu, beliau juga sosok yang tidak muluk-muluk tidak banyak janji ini dibuktikan dengan kinerjanya yang lebih merakyat, " katanya.
Untuk itu, Mulyadi optimis Syamsuar-Edy Natar bisa duduk di kursi orang nomor satu di Riau dan bisa melanjutkan Perda Zakat yang ada di Kabupaten Siak untuk di Provinsi Riau.
"Kita optimis Pak Syam-Edy menjadi Gubernur Riau, dan tentunya kita dukung Pak Syamsuar untuk menerapkan Perda Zakat di Riau dan lebih menggeliat diterapkam di setiap kelurahan kecamatan yang ada, kita yakin jika ini diterapkan kemiskinan bisa berkurang," katanya.
Di samping itu Mulyadi juga berharap Syamsuar-Edy Natar bisa membawa perubahan Riau lebih baik, belum lagi soal pendidikan saja di Pekanbaru yang katanya gratis tetapi masih ada pungutan
"Kita ingin Riau jauh lebih baik, jangan seperti yang lalu-lalu kita punya gubernur tapi seolah tidak punya, jalan-jalan provinsi banyak yang rusak, pendidikan katanya gratis tapi pungutan liar dimana-mana, "tutup Mulyadi. (int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V