PILIHAN
Ribuan Warga Simak Pidato Cawagubri Nomor 1
H Edy Nasution: Janji Itu Mulia, Insya Allah Kami Tepati
AIRMOLEK, Riauin.com - Kampanye dialogis calon wakil gubernur Riau, H Edy Nasution, di Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu, berlangsung penuh antusias. Tak kurang seribu orang menyimak isi pembicaraan cawagubri malam itu.
Pihak tuan rumah, tokoh masyarakat tempatan Syamsul Bahri, sampai memotong seekor sapi untuk menyambut kedatangan mantan Danrem 031 Wira Bima.
Dalam pidatonya Edy Nasution mengatakan, dirinya amat berterimakasih atas sambutan yang luar biasa tersebut. Ini membuktikan bahwa masyarakat di kecamatan Pasir Penyu paham akan makna demokrasi, dan cinta kepada daerahnya.
Disampaikan Edy, seperti biasanya dirinya menyerap semua cerita, keluhan, harapan, dan aspirasi yang disampaikan rakyat. Mulai dari masalah ekonomi, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, narkoba yang meraja lela, sampai belum meratanya pembangunan.
"Atas semua apa yang bapak-ibu sampaikan tadi, dan insyaallah setelah saya berpidato nanti, akan saya catat dan akan kami realisasikan ke dalam program pembangunan yang sudah kami siapkan," kata Edy.
"Saya memang dikenal sebagai orang Rokan Hulu, atau orang Bengkalis. Namun kami bukan gubernur dan wakil gubernur Rokan hulu, tapi gubernur untuk seluruh daerah di Riau, termasuk kecamatan Pasir Penyu ini. Sehingga apa yang bapak-ibu aspirasikan tadi, insyaallah akan kami yg tunaikan," ujar Edy yang disambut tepuk tangan meriah warga.
Dikatakan, antara aspirasi tersebut tentu ada yang bisa dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai prioritas. Ada juga program yang bukan prioritas utama namun tetap dikerjakan. Atau mungkin juga belum dapat kita janjikan sebagai rencana pembangunan, karena ia termasuk sesuatu yang tidak mungkin dilaksanakan.
Pasangan calon nomor satu ini tidak mau mengumbar janji terlalu muluk-muluk jika mereka tahu bahwa hal tersebut tidak bisa dilaksanakan karena banyak faktor. Dua faktor utamanya adalah pembiayaan yang luar biasa besar, dan kedua faktor regulasi yang ada tidak menopang.
"Bahkan kepada saya dan saya sependapat, pak Syamsuar mengatakan, 'Adinda di dalam masa kampanye ini, janganlah kita memberikan janji terhadap sesuatu yg tidak mungkin bisa kita lakukan.' Jadi terhadap sesuatu yang tidak akan bisa kami kerjakan, saya mohon maaf karena tidak bisa menjanjikan hal tersebut, hanya untuk menyenangkan hati bapak-ibu sekalian. Tapi akhirnya kami tahu hal tersebut tidak akan kami kerjakan. Karena itu pertanggungjawabannya bukan hanya kepada bapak-ibu saja. Jauh lebih besar dari itu, kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Edy lagi.
Disebutkan purnawirawan bintang satu ini, terhadap aspirasi yang belum dapat dia janjikan maka dia katakan akan mempelajarinya terlebih dahulu.
"Nanti akan kami pelajari, dan insyaallah jika bisa kami kerjakan, akan kami kerjakan. Tetapi terhadap sesuatu yg jelas bisa kami kerjakan, kami akan menjanjikan hal tersebut langsung pada malam hari ini. Janji itu mulia. Ketika sudah berjanji, ia akan kami tepati," ungkap Edy.
"Karena kalau semua dijanjikan. Apa saja yang diinginkan kita janjikan hanya utk menyenangkan hati bapak-ibu semua, yang ujung-ujungnya kemudian bapak-ibu simpati lalu memberikan suaranya kepada kami. Itu menurut kami bukan cara kampanye yang diridhai Allah SWT," sebut Edy Nasution yang dikenal sebagai tokoh militer yang agamis.
*Dicintai Masyarakat*
Sementara itu tokoh masyarakat Syamsul Bahri menjelaskan kehadiran cawagubri H Edy Nasution sudah lama ditunggu masyarakat. Selama ini Edy dikenal sebagai tokoh militer yang dekat dengan agama.
"Beliau menjadi imam, penceramah agama, menjadi khatib Jumat atau khatib hari raya sudah sejak masih muda. Alhamdulillah beliau bersedia maju di Pilgubri, sehingga harapan kita punya pemimpin yang kuat namun agamis insyaallah bisa kita miliki," ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan makan bersama masyarakat Desa Sialang Jaya, Petalungan, Gading, Air Molek II, Air Molek I, Batu Gajah, Serumpun Jaya, Jati Rejo, Kuala Lala, Pasir Kelampayan, dan Pasir Keranji.(vie)
Pihak tuan rumah, tokoh masyarakat tempatan Syamsul Bahri, sampai memotong seekor sapi untuk menyambut kedatangan mantan Danrem 031 Wira Bima.
Dalam pidatonya Edy Nasution mengatakan, dirinya amat berterimakasih atas sambutan yang luar biasa tersebut. Ini membuktikan bahwa masyarakat di kecamatan Pasir Penyu paham akan makna demokrasi, dan cinta kepada daerahnya.
Disampaikan Edy, seperti biasanya dirinya menyerap semua cerita, keluhan, harapan, dan aspirasi yang disampaikan rakyat. Mulai dari masalah ekonomi, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, narkoba yang meraja lela, sampai belum meratanya pembangunan.
"Atas semua apa yang bapak-ibu sampaikan tadi, dan insyaallah setelah saya berpidato nanti, akan saya catat dan akan kami realisasikan ke dalam program pembangunan yang sudah kami siapkan," kata Edy.
"Saya memang dikenal sebagai orang Rokan Hulu, atau orang Bengkalis. Namun kami bukan gubernur dan wakil gubernur Rokan hulu, tapi gubernur untuk seluruh daerah di Riau, termasuk kecamatan Pasir Penyu ini. Sehingga apa yang bapak-ibu aspirasikan tadi, insyaallah akan kami yg tunaikan," ujar Edy yang disambut tepuk tangan meriah warga.
Dikatakan, antara aspirasi tersebut tentu ada yang bisa dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai prioritas. Ada juga program yang bukan prioritas utama namun tetap dikerjakan. Atau mungkin juga belum dapat kita janjikan sebagai rencana pembangunan, karena ia termasuk sesuatu yang tidak mungkin dilaksanakan.
Pasangan calon nomor satu ini tidak mau mengumbar janji terlalu muluk-muluk jika mereka tahu bahwa hal tersebut tidak bisa dilaksanakan karena banyak faktor. Dua faktor utamanya adalah pembiayaan yang luar biasa besar, dan kedua faktor regulasi yang ada tidak menopang.
"Bahkan kepada saya dan saya sependapat, pak Syamsuar mengatakan, 'Adinda di dalam masa kampanye ini, janganlah kita memberikan janji terhadap sesuatu yg tidak mungkin bisa kita lakukan.' Jadi terhadap sesuatu yang tidak akan bisa kami kerjakan, saya mohon maaf karena tidak bisa menjanjikan hal tersebut, hanya untuk menyenangkan hati bapak-ibu sekalian. Tapi akhirnya kami tahu hal tersebut tidak akan kami kerjakan. Karena itu pertanggungjawabannya bukan hanya kepada bapak-ibu saja. Jauh lebih besar dari itu, kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Edy lagi.
Disebutkan purnawirawan bintang satu ini, terhadap aspirasi yang belum dapat dia janjikan maka dia katakan akan mempelajarinya terlebih dahulu.
"Nanti akan kami pelajari, dan insyaallah jika bisa kami kerjakan, akan kami kerjakan. Tetapi terhadap sesuatu yg jelas bisa kami kerjakan, kami akan menjanjikan hal tersebut langsung pada malam hari ini. Janji itu mulia. Ketika sudah berjanji, ia akan kami tepati," ungkap Edy.
"Karena kalau semua dijanjikan. Apa saja yang diinginkan kita janjikan hanya utk menyenangkan hati bapak-ibu semua, yang ujung-ujungnya kemudian bapak-ibu simpati lalu memberikan suaranya kepada kami. Itu menurut kami bukan cara kampanye yang diridhai Allah SWT," sebut Edy Nasution yang dikenal sebagai tokoh militer yang agamis.
*Dicintai Masyarakat*
Sementara itu tokoh masyarakat Syamsul Bahri menjelaskan kehadiran cawagubri H Edy Nasution sudah lama ditunggu masyarakat. Selama ini Edy dikenal sebagai tokoh militer yang dekat dengan agama.
"Beliau menjadi imam, penceramah agama, menjadi khatib Jumat atau khatib hari raya sudah sejak masih muda. Alhamdulillah beliau bersedia maju di Pilgubri, sehingga harapan kita punya pemimpin yang kuat namun agamis insyaallah bisa kita miliki," ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan makan bersama masyarakat Desa Sialang Jaya, Petalungan, Gading, Air Molek II, Air Molek I, Batu Gajah, Serumpun Jaya, Jati Rejo, Kuala Lala, Pasir Kelampayan, dan Pasir Keranji.(vie)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V