PILIHAN
Jalan Soebrantas Direndam Banjir Karena Hujan, Warga Singgung Smart City Madani
PEKANBARU, Riauin.com - Diguyur hujan sejak pagi, beberapa kawasan di Pekanbaru kembali direndam banjir, Selasa (20/3/2018). Salah satu kawasan yang sudah menjadi langganan banjir adalah di jalan Soebrantas, Panam.
Akibat banjir, antrian kendaraan mengular panjang.
Dani, salah seorang warga yang melintas mengatakan bahwa banjir Soebrantas bukan menjadi hal baru lagi. "Bagaimana tidak, hujan bentar saja langsung banjir kok. Apalagi dari pagi tadi sampai sekarang hujan gak berhenti-berhenti. Ya pasti banjirlah," ungkapnya.
Ia mengatakan, akibat banjir tersebut, kendaraan baik roda dua maupun roda 4 mengalami kemacetan parah. "Karena kan lewatnya pelan-pelan biar gak jatuh," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Indah, warga Purwodadi. Ia mengatakan banjir tersebut dinilai karena semakin banyaknya bangunan di Pekanbaru. "Kalau menurut saya sih karena makin padat Panam makanya banjir tak terelakkan ketika hujan. Ditambah sumur resapan sangat kurang kalau tak ingin dibilang tak ada," ungkapnya.
Ia juga mengatakan drainase yang tak lancar menjadi pemicu terjadi banjir.
"Coba kalau drainasenya besar dan lancar, pasti tak akan banjir. Pemerintah, mana aksi nyatanya. Jangan duduk di belakang meja saja terima laporan, sekali-kali turun langsung. Lihat kayak mana ini penderitaan rakyatmu," keluhnya.
Apalagi pemerintah kota Pekanbaru selaku menggembor-gemborkan Smart City Madani. "Apa seperti ini kota smart city madani? Kalau hujan kebanjiran," tukasnya.(int/nol)
Akibat banjir, antrian kendaraan mengular panjang.
Dani, salah seorang warga yang melintas mengatakan bahwa banjir Soebrantas bukan menjadi hal baru lagi. "Bagaimana tidak, hujan bentar saja langsung banjir kok. Apalagi dari pagi tadi sampai sekarang hujan gak berhenti-berhenti. Ya pasti banjirlah," ungkapnya.
Ia mengatakan, akibat banjir tersebut, kendaraan baik roda dua maupun roda 4 mengalami kemacetan parah. "Karena kan lewatnya pelan-pelan biar gak jatuh," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Indah, warga Purwodadi. Ia mengatakan banjir tersebut dinilai karena semakin banyaknya bangunan di Pekanbaru. "Kalau menurut saya sih karena makin padat Panam makanya banjir tak terelakkan ketika hujan. Ditambah sumur resapan sangat kurang kalau tak ingin dibilang tak ada," ungkapnya.
Ia juga mengatakan drainase yang tak lancar menjadi pemicu terjadi banjir.
"Coba kalau drainasenya besar dan lancar, pasti tak akan banjir. Pemerintah, mana aksi nyatanya. Jangan duduk di belakang meja saja terima laporan, sekali-kali turun langsung. Lihat kayak mana ini penderitaan rakyatmu," keluhnya.
Apalagi pemerintah kota Pekanbaru selaku menggembor-gemborkan Smart City Madani. "Apa seperti ini kota smart city madani? Kalau hujan kebanjiran," tukasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V