PILIHAN
Riau Sangat Rawan Korupsi di Pilkada
JAKARTA, Riauin.com - Sejumlah daerah yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah disinyalir rentan korupsi. Riau adalah satu provinsi yang sangat rawan terjadi korupsi.
Demikian menurut hasil riset suatu lembaga pengkajian anggaran saat memaparkan temuannya hari ini.
Indonesia Budget Center (IBC) memetakan 171 daerah rawan korupsi dalam Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) serentak tahun 2018. Deputi IBC, Ibeth Koesrini, mengungkapkan titik rawan daerah korupsi dibagi dalam tiga level.
Pada 17 provinsi yang menyelenggarakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, terdapat 10 provinsi dengan kategori sangat rawan, 5 provinsi kategori rawan dan 2 kategori sedang.
Ia merinci, daerah berkatagori sangat rawan korupsi selama Pilkada di antaranya adalah Provinsi Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku Utara.
Sedangkan, provinsi kategori rawan ialah Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Dan untuk kategori provinsi kategori sedang ialah Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara.
Sedangkan, pada 115 pilkada di kabupaten dan kota terdapat 95 kabupaten dan kota dengan tingkat kategori sangat rawan korupsi, 35 kabupaten dan kota dengan kategori rawan dan 29 kabupaten dan kota dengan kategori sedang.
Untuk itu, Ibeth meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar melakukan pemantauan terhadap daerah rawan korupsi pada Pilkada serentak tahun 2018.
"Yang perlu menjadi perhatian Bawaslu dalam mengawasi penyelenggara Pilkada," katanya dilansir viva. (int/nol)
Demikian menurut hasil riset suatu lembaga pengkajian anggaran saat memaparkan temuannya hari ini.
Indonesia Budget Center (IBC) memetakan 171 daerah rawan korupsi dalam Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) serentak tahun 2018. Deputi IBC, Ibeth Koesrini, mengungkapkan titik rawan daerah korupsi dibagi dalam tiga level.
Pada 17 provinsi yang menyelenggarakan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, terdapat 10 provinsi dengan kategori sangat rawan, 5 provinsi kategori rawan dan 2 kategori sedang.
Ia merinci, daerah berkatagori sangat rawan korupsi selama Pilkada di antaranya adalah Provinsi Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku Utara.
Sedangkan, provinsi kategori rawan ialah Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Dan untuk kategori provinsi kategori sedang ialah Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara.
Sedangkan, pada 115 pilkada di kabupaten dan kota terdapat 95 kabupaten dan kota dengan tingkat kategori sangat rawan korupsi, 35 kabupaten dan kota dengan kategori rawan dan 29 kabupaten dan kota dengan kategori sedang.
Untuk itu, Ibeth meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar melakukan pemantauan terhadap daerah rawan korupsi pada Pilkada serentak tahun 2018.
"Yang perlu menjadi perhatian Bawaslu dalam mengawasi penyelenggara Pilkada," katanya dilansir viva. (int/nol)
Berita Lainnya
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Konsisten Cetak Juara, YAME Taekwondo Kembali Harumkan Nama Riau di Level Nasional
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Konsisten Cetak Juara, YAME Taekwondo Kembali Harumkan Nama Riau di Level Nasional