PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Besok Warga Pekanbaru Bisa Melihat Gerhana Bulan
PEKANBARU, Riauin.com - Menyaksikan fenomena alam langka sepertinya memang tidak boleh terlewatkan. Nah, Rabu (31/1/2018) besok, salah satu fenomena alam langka akan terjadi di Indonesia, gerhana bulan total. Gerhana ini bisa dilihat di seluruh Indonesia, termasuk di Pekanbaru.
Staf Analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Bibin Suliyanto, mengatakan bahwa warga Pekanbaru tetap bisa menyaksikan fenomena langka ini.
"Fenomena ini ada 7 fase, dari fase gerhana dimulai hingga gerhana berakhir. Namun khusus untuk Riau, khususnya Pekanbaru, hanya bisa melihat 2 fase saja yakni fase gerhana mulai dan juga fase gerhana sebagian mulai," ungkapnya.
Lebih lanjut Bibin menjelaskan, masyarakat juga bisa menyaksikan secara langsung tanpa menggunakan alat tambahan.
"Kalau untuk gerhana bulan aman, tidak perlu memakai alat tambahan. Fenomena ini bisa dilihat mulai pukul 17.49 Wib hingga pukul 18.48 Wib," ungkapnya.
Lebih lanjut Bibin mengatakan fenomena ini bisa dilihat jika cuaca di Pekanbaru cerah. "Kalau dari prediksi kita besok cuaca cerah. Jadi warga Pekanbaru Riau bisa menyaksikan fenomena langka ini," pungkasnya.
Sementara itu, dari rilis yang diterima wartawan, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sady mengatakan, gerhana bulan total adalah pefistiwa ketika terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga cahayanya tidak sampai ke Bulan. Peristiwa ini hanya terjadi pada saat bulan purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.
Durasi dari fase totalitas, yaitu dari fase gerhana total mulai (U2) hingga gerhana total berakhir (U3), berlangsung selama 1 jam 16,8 menit.
"Durasi ini merupakan salah satu durasi totalitas terlama dalam abad ini," sebutnya.
Wilayah Indonesia yang dapat mengamati keseluruhan proses gerhana bulan total adalah Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali. Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara dan Papua.(int/nol)
sumber: cakaplah
Staf Analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Bibin Suliyanto, mengatakan bahwa warga Pekanbaru tetap bisa menyaksikan fenomena langka ini.
"Fenomena ini ada 7 fase, dari fase gerhana dimulai hingga gerhana berakhir. Namun khusus untuk Riau, khususnya Pekanbaru, hanya bisa melihat 2 fase saja yakni fase gerhana mulai dan juga fase gerhana sebagian mulai," ungkapnya.
Lebih lanjut Bibin menjelaskan, masyarakat juga bisa menyaksikan secara langsung tanpa menggunakan alat tambahan.
"Kalau untuk gerhana bulan aman, tidak perlu memakai alat tambahan. Fenomena ini bisa dilihat mulai pukul 17.49 Wib hingga pukul 18.48 Wib," ungkapnya.
Lebih lanjut Bibin mengatakan fenomena ini bisa dilihat jika cuaca di Pekanbaru cerah. "Kalau dari prediksi kita besok cuaca cerah. Jadi warga Pekanbaru Riau bisa menyaksikan fenomena langka ini," pungkasnya.
Sementara itu, dari rilis yang diterima wartawan, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sady mengatakan, gerhana bulan total adalah pefistiwa ketika terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga cahayanya tidak sampai ke Bulan. Peristiwa ini hanya terjadi pada saat bulan purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.
Durasi dari fase totalitas, yaitu dari fase gerhana total mulai (U2) hingga gerhana total berakhir (U3), berlangsung selama 1 jam 16,8 menit.
"Durasi ini merupakan salah satu durasi totalitas terlama dalam abad ini," sebutnya.
Wilayah Indonesia yang dapat mengamati keseluruhan proses gerhana bulan total adalah Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali. Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara dan Papua.(int/nol)
sumber: cakaplah
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar