PILIHAN
Pakai Slogan AYO
Bawaslu Minta Spanduk Panwaslu Pekanbaru Diganti
PEKANBARU, riauin.com-- Pasca beredarnya spanduk Panwaslu Kota Pekanbaru berslogan AYO, Bawaslu Riau minta kata tersebut diganti dari spanduk.
Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan melalui pesan dimedia sosialnya menjelaskan, kata AYO adalah satu kosa kata dalam bahasa Indonesia yang artinya mengajak kesatu tempat atau melakukan sesuatu. Terlepas dari kata ini dipakai oleh pasangan balon Gubri Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno, penggunaan kata AYO adalah sesuatu yang bersifat umum tidak bisa serta merta menunjukkan kepada identitas atau simbol paslon tersebut.
"Kecuali bila kata 'Ayo' disambungkan dengan kata 'Lanjutkan'. Jadi, alasan substansinya bukan karena belum ditetapkannya calon atau belum masuk masa kampanye," terang Rusidi, Senin (29/1/2018).
Disinggung memgenai pernyataan Panwaslu Pekanbaru yang mengatakan pihaknya masih bebas memakai slogan tersebut, karena Bapaslon Andi-Yatno belum ditetapkan menjadi calon ketika menjawab pertanyaan wartawan, Rusidi menilai Panwaslu sedang malas berpikir.
"Mungkin Panwasnya saja yang lagi malas mikir waktu menjawab pertanyaan wartawan," katanya diakhiri dengan kalimat gurauan 'hehe'.
Ketika ditanya Bawaslu melarang bapaslon gubri untuk memakai kata AYO, karena sudah lebih dulu dipakai oleh KPU, Rusidi mengatakan untuk melarang bapaslon menggunakan tagline serupa butuh kajian lagi.
"Waktu pertama kali melihat spanduk Panwas dalam hati saya sudah ada sesuatu yang mengganjal. Saya atas nama korp minta maaf, karena Panwas juga manusia," ujarnya.
Pihaknya pun sudah menelpon dan menegur ketua Panwaslu Kota Pekanbaru. Kedepan kita akan berhati-hati," imbuhnya.
Diprotes Timses Lain
Sebagaiman diketahui, Panwaslu Kota Pekanbaru belum lama ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menuliskan kalimat "Ayo Awasi Coklit Daftar Pemilih" pada spanduk dan media luar ruangannya. Namun langkah ini mendapat kritikan dari salah satu timses bapaslon.
Disampaikan Ketua Harian Tim Koalisi Riau Bersatu Tengku Zulmizan Assegaf mestinya Panwaslu menghindari kesamaan slogan dalam sosialisasi dengan para calon calon yang maju. Sehingga ia tidak menimbukan presepsi negatif ditengah-tengah masyarakat.
"Mestinya Panwaslu memberikan tauladan yang baik agar para calon yang maju juga bisa taat terhadap peraturan yang ada, karena diatas ketentuan tentunya ada presepsi publik yang harus dijaga oleh Panwaslu," jelas Zulmizan, sebagaimana dilansir gilangnews.com
Ditegaskan Zulmizan jika seandainya kata-kata AYO itu tujuannya adalah mengajak, kenapa tidak ada kata-kata lain yang dicantumkan seperti MARI dan sebagainya, tutur Zulmizan.(Vie)
Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan melalui pesan dimedia sosialnya menjelaskan, kata AYO adalah satu kosa kata dalam bahasa Indonesia yang artinya mengajak kesatu tempat atau melakukan sesuatu. Terlepas dari kata ini dipakai oleh pasangan balon Gubri Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno, penggunaan kata AYO adalah sesuatu yang bersifat umum tidak bisa serta merta menunjukkan kepada identitas atau simbol paslon tersebut.
"Kecuali bila kata 'Ayo' disambungkan dengan kata 'Lanjutkan'. Jadi, alasan substansinya bukan karena belum ditetapkannya calon atau belum masuk masa kampanye," terang Rusidi, Senin (29/1/2018).
Disinggung memgenai pernyataan Panwaslu Pekanbaru yang mengatakan pihaknya masih bebas memakai slogan tersebut, karena Bapaslon Andi-Yatno belum ditetapkan menjadi calon ketika menjawab pertanyaan wartawan, Rusidi menilai Panwaslu sedang malas berpikir.
"Mungkin Panwasnya saja yang lagi malas mikir waktu menjawab pertanyaan wartawan," katanya diakhiri dengan kalimat gurauan 'hehe'.
Ketika ditanya Bawaslu melarang bapaslon gubri untuk memakai kata AYO, karena sudah lebih dulu dipakai oleh KPU, Rusidi mengatakan untuk melarang bapaslon menggunakan tagline serupa butuh kajian lagi.
"Waktu pertama kali melihat spanduk Panwas dalam hati saya sudah ada sesuatu yang mengganjal. Saya atas nama korp minta maaf, karena Panwas juga manusia," ujarnya.
Pihaknya pun sudah menelpon dan menegur ketua Panwaslu Kota Pekanbaru. Kedepan kita akan berhati-hati," imbuhnya.
Diprotes Timses Lain
Sebagaiman diketahui, Panwaslu Kota Pekanbaru belum lama ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menuliskan kalimat "Ayo Awasi Coklit Daftar Pemilih" pada spanduk dan media luar ruangannya. Namun langkah ini mendapat kritikan dari salah satu timses bapaslon.
Disampaikan Ketua Harian Tim Koalisi Riau Bersatu Tengku Zulmizan Assegaf mestinya Panwaslu menghindari kesamaan slogan dalam sosialisasi dengan para calon calon yang maju. Sehingga ia tidak menimbukan presepsi negatif ditengah-tengah masyarakat.
"Mestinya Panwaslu memberikan tauladan yang baik agar para calon yang maju juga bisa taat terhadap peraturan yang ada, karena diatas ketentuan tentunya ada presepsi publik yang harus dijaga oleh Panwaslu," jelas Zulmizan, sebagaimana dilansir gilangnews.com
Ditegaskan Zulmizan jika seandainya kata-kata AYO itu tujuannya adalah mengajak, kenapa tidak ada kata-kata lain yang dicantumkan seperti MARI dan sebagainya, tutur Zulmizan.(Vie)
Berita Lainnya
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Konsisten Cetak Juara, YAME Taekwondo Kembali Harumkan Nama Riau di Level Nasional
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Konsisten Cetak Juara, YAME Taekwondo Kembali Harumkan Nama Riau di Level Nasional