Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Rumah
RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan kekaburan udara akibat asap masih berpotensi melanda Provinsi Riau hingga Sabtu dini hari, meskipun jumlah titik panas di wilayah tersebut tercatat menurun menjadi delapan titik.
Petugas Prakirawan BMKG, Indah DN, meminta masyarakat untuk terus mewaspadai paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan.
"Kami mengimbau warga memakai masker saat berada di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat," kata Indah DN.
Kondisi udara di Kota Pekanbaru sendiri tercatat berada dalam kategori tidak sehat pada Jumat pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 menembus angka 117,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan pemutakhiran data, delapan titik panas di Riau tersebar di lima wilayah, meliputi Kampar satu titik, Kuantan Singingi dua titik, Pelalawan dua titik, Indragiri Hulu dua titik, dan Indragiri Hilir satu titik. Sementara itu, total titik panas di wilayah Pulau Sumatera mencapai 4.127 titik, yang mana mayoritas terdeteksi di Sumatera Selatan sebanyak 3.328 titik, Lampung 330 titik, Bangka Belitung 225 titik, dan Jambi 224 titik.
Untuk meminimalisir dampak kekeringan dan asap, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi turun di sebagian wilayah Riau sejak pagi hingga malam hari. Peluang hujan diprediksi meluas ke sebagian besar daerah, termasuk Pekanbaru, pada sore hingga dini hari.
BMKG juga menerbitkan peringatan cuaca buruk terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, serta Indragiri Hilir.
Suhu udara Riau diprediksi berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 45 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam, sedangkan tinggi gelombang di perairan Riau tergolong rendah pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.
"Langkah pencegahan seperti pembatasan kegiatan luar ruangan dan penggunaan masker tetap menjadi prioritas utama guna mengurangi paparan partikulat halus PM2.5," tulis BMKG dalam imbauan resminya. (Bil)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Instriksikan Salat Minta Hujan Serentak dan Pembagian Masker Besok
Tekan Risiko Paparan Asap, Dua Ribu Masker Gratis Disebar di Pasar Cik Puan
DLHK Sebut Pemantauan Kualitas Udara Pekanbaru Tetap Berjalan Meski Papan ISPU Rusak
Jarak Pandang 1.000 Meter di Pekanbaru, Keberangkatan Pesawat Bandara SSK II Tetap Normal
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Konsentrasi Partikulat PM2.5 Melonjak Pagi Ini
Ancam Sanksi Sekolah Swasta Bandel, Disdik Pekanbaru Larang PTM Saat Kabut Asap
Pemko Pekanbaru Instriksikan Salat Minta Hujan Serentak dan Pembagian Masker Besok
Tekan Risiko Paparan Asap, Dua Ribu Masker Gratis Disebar di Pasar Cik Puan
DLHK Sebut Pemantauan Kualitas Udara Pekanbaru Tetap Berjalan Meski Papan ISPU Rusak
Jarak Pandang 1.000 Meter di Pekanbaru, Keberangkatan Pesawat Bandara SSK II Tetap Normal
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Konsentrasi Partikulat PM2.5 Melonjak Pagi Ini
Ancam Sanksi Sekolah Swasta Bandel, Disdik Pekanbaru Larang PTM Saat Kabut Asap