Buntut Tolak Mediasi Pejabat, Aksi Mahasiswa di Kantor Gubernur Berujung Bentrok
RIAUIN.COM - Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa UNRI Kritisi (AMUK) di depan Kantor Gubernur Riau berujung ricuh pada Rabu (12/8/2026). Keributan dipicu oleh penolakan mahasiswa untuk bermediasi dengan pejabat perwakilan dan menuntut dialog langsung bersama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.
Massa aksi yang memadati lokasi sejak pukul 12.30 WIB tidak bersedia menyampaikan aspirasi mereka kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau Boby Rachmat serta Kepala Satpol PP Riau Sri Sadono. Ketidakhadiran SF Hariyanto di lokasi lantaran sedang bertugas di Batam membuat mahasiswa memilih bertahan.
"Kami tidak mau selain Pak Gubernur," kata Presiden Mahasiswa UNRI Muhammad Azhari di tengah aksi.
Kepala Badan Kesbangpol Riau Boby Rachmat sempat menawarkan opsi komunikasi jarak jauh agar situasi tetap terkendali.
"Ya, mereka menunggu sampai jam 3 sore ini untuk video call dengan Plt Gubernur," ujar Boby.
Namun, ketegangan meningkat menjelang batas waktu pukul 15.00 WIB. Sejumlah mahasiswa mendadak berupaya mendobrak pintu masuk Kantor Gubernur Riau saat sebagian personel keamanan sedang beristirahat. Bentrokan fisik dan aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat Kepolisian serta Satpol PP tidak terhindarkan.
Dalam kericuhan tersebut, tiga orang mahasiswa sempat ditangkap aparat. Seorang anggota polisi yang berjaga di lokasi juga dilaporkan pingsan akibat insiden saling dorong tersebut sebelum akhirnya mendapat pertolongan medis.
Ketiga mahasiswa yang ditangkap akhirnya dibebaskan kembali setelah perwakilan massa melakukan dialog dengan petugas di lapangan.
Dalam aksi ini, massa membawakan lima poin tuntutan utama terkait tata kelola APBD Riau, pemerataan anggaran daerah, penanganan kerusakan ekosistem, perbaikan infrastruktur jalan, serta pemenuhan hak pendidikan.
"Kami meminta Pemprov Riau dapat merealisasikan janji pendidikan gratis 12 tahun yang hingga saat ini belum terpenuhi sepenuhnya," ujar salah seorang orator aksi, Sirajudin Akmal.
Selain pendidikan gratis, massa juga menyoroti belum kejelasannya program beasiswa dari Pemprov Riau. Keadaan di sekitar Kantor Gubernur Riau kembali kondusif dan massa membubarkan diri secara tertib menjelang sore setelah tiga rekan mereka dilepaskan. (*)
Berita Lainnya
Forkopimda Riau Patroli Udara Pantau Tiga Daerah Penyumbang 82 Persen Hotspot
Dominasi Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Riau Capai Ribuan Laporan dalam Tiga Tahun
Suhu Udara Riau Tembus 34 Derajat Celsius, BMKG Perkirakan Cuaca Didominasi Berawan
Pemprov Riau Tuntaskan 7 Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Sebelum Temui Kemensos
Atasi Keresahan Warga Desa Danai Inhil, Tim Gabungan Pasang Perangkap Harimau Sumatera
Kernel Anjlok, Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Riau Tertekan Turun Jadi Rp3.874 per Kg
Forkopimda Riau Patroli Udara Pantau Tiga Daerah Penyumbang 82 Persen Hotspot
Dominasi Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Riau Capai Ribuan Laporan dalam Tiga Tahun
Suhu Udara Riau Tembus 34 Derajat Celsius, BMKG Perkirakan Cuaca Didominasi Berawan
Pemprov Riau Tuntaskan 7 Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Sebelum Temui Kemensos
Atasi Keresahan Warga Desa Danai Inhil, Tim Gabungan Pasang Perangkap Harimau Sumatera
Kernel Anjlok, Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Riau Tertekan Turun Jadi Rp3.874 per Kg