PILIHAN
Didampingi Aziz Zainal dan Asri Auzar
Firdaus Daftar ke KPU Riau di Injuri Time Hari Kerja
Arak-arakan pasangan calon peserta Pilgubri dari Partai Demokrat dan PPP
PEKANBARU, riauin.com-- Hari kedua pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Riau, KPU Riau menerima kedatangan pasangan calon yang diusung Partai Demokrat dan PPP, Firdaus dan Rusli Effendi, Selasa (9/1/2018).
Kedatangan mereka didampingi kedua petinggi partai pengusung, yakni Ketua DPW PPP Riau, Aziz Zainal dari PPP dan Ketua DPD Partai Demokrat Riau, Asri Auzar dan ratusan simpatisan partai serta sejumlah ormas yang ada di Pekanbaru. Rombongan tiba pada saat injuri time, yakni pukul 15.40 wib dari batas waktu ditutupnya pendaftaran yang ditentukan KPU Riau pukul 16.00 wib pada hari kedua pendaftaran.
"Iya memang tadi agak sedikit tegang, Bawaslu juga demikian. Tapi tadi juga karena ada prosesi penyambutan calon yang akan pendaftaran dengan kompang, silat dan sebagainya, sementara rombongan baru tiba pukul 15.40-an. Kita juga tidak bisa menghilangkan seremonial yang kita buat itu akan jadi masalah lagi," ujar Ketua KPU Riau, DR Nurhamin usai menerima berkas pendaftaran.
Diakuinya, kondisi penerimaan pendaftaran pasangan calon tadi sangat krusial dan divisi tekhnis juga merasakan hal itu. Namun, setelah berkoordinasi dengan seluruh komisioner dan Bawaslu, dan setelah diperiksa seluruh berkas maka pendaftaran diterima oleh KPU Riau.
"Untungnya tadi seluruh berkas setelah diperiksa seluruh komisioner dan Bawaslu, berkasnya lengkap. Memang ada beberapa juga ada yang akan kami pertanyakan dan harus dilengkapi, misalnya ada stempel yang kurang, ada foto kopi yang harusnya kita minta aslinya, itu harus dilengkapi. Kita cek dengan Bawaslu ternyata juga ada berkas yang kurang dan susunanya tidak tertata, mungkin karena waktu yang tergesa-gesa karena jam pendaftaran sudah tutup untuk hari ini," ujar Nurhamin.
Sedangkan esok, Rabu (10/1/2018) KPU Riau menyediakan waktu hingga pukul 00.00 wib kepada pasangan calon yang akan mendaftar. Bagi pasangan calon yang datang diatas jam 24.00 wib, KPU dengan tegas akan menolak berkas pendaftaran mereka.
Sibuk Terima Telephon
Sementara itu pantauan dilapangan, Firdaus dan Rusli Effendi memakai baju melayu berwarna putih dilengkapi kopiah. Arak-arakan memasuki halaman Kantor KPU Riau dengan diiringan kompang.
Firdaus yang berjalan dibarisan depan tiba-tiba keluar dari rombongan, seketika tampak walikota Pekanbaru itu sibuk berbicara melalui telephon genggamnya. Sepertinya masih ada urusan yang sangat penting tak bisa iya tinggalkan meski dalam situasi yang juga penting untuk mendapat konsentrasi sang visioner itu. Mungkin kesibukan tersebut yang membuat rombongan orang nomor 1 di Pekanbaru itu telat sampai ke KPU Riau.
Selang beberapa menit, Firdaus kembali barisan dan melanjutkan masuk ke ruangan. Kemudian pasangan calon ini kembali mengikuti prosesi pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Riau periode 2019-2024.
Berbeda dengan pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution yang masing-masing membawa istri pada saat mendaftar ke KPU, pasangan Firdaus dan Rusli Effendi memasuki ruang pendaftaran yang kental dengan suasana budaya Melayu dan duduk dipelaminan tanpa didampingi istri mereka. (vie)
Kedatangan mereka didampingi kedua petinggi partai pengusung, yakni Ketua DPW PPP Riau, Aziz Zainal dari PPP dan Ketua DPD Partai Demokrat Riau, Asri Auzar dan ratusan simpatisan partai serta sejumlah ormas yang ada di Pekanbaru. Rombongan tiba pada saat injuri time, yakni pukul 15.40 wib dari batas waktu ditutupnya pendaftaran yang ditentukan KPU Riau pukul 16.00 wib pada hari kedua pendaftaran.
"Iya memang tadi agak sedikit tegang, Bawaslu juga demikian. Tapi tadi juga karena ada prosesi penyambutan calon yang akan pendaftaran dengan kompang, silat dan sebagainya, sementara rombongan baru tiba pukul 15.40-an. Kita juga tidak bisa menghilangkan seremonial yang kita buat itu akan jadi masalah lagi," ujar Ketua KPU Riau, DR Nurhamin usai menerima berkas pendaftaran.
Diakuinya, kondisi penerimaan pendaftaran pasangan calon tadi sangat krusial dan divisi tekhnis juga merasakan hal itu. Namun, setelah berkoordinasi dengan seluruh komisioner dan Bawaslu, dan setelah diperiksa seluruh berkas maka pendaftaran diterima oleh KPU Riau.
"Untungnya tadi seluruh berkas setelah diperiksa seluruh komisioner dan Bawaslu, berkasnya lengkap. Memang ada beberapa juga ada yang akan kami pertanyakan dan harus dilengkapi, misalnya ada stempel yang kurang, ada foto kopi yang harusnya kita minta aslinya, itu harus dilengkapi. Kita cek dengan Bawaslu ternyata juga ada berkas yang kurang dan susunanya tidak tertata, mungkin karena waktu yang tergesa-gesa karena jam pendaftaran sudah tutup untuk hari ini," ujar Nurhamin.
Sedangkan esok, Rabu (10/1/2018) KPU Riau menyediakan waktu hingga pukul 00.00 wib kepada pasangan calon yang akan mendaftar. Bagi pasangan calon yang datang diatas jam 24.00 wib, KPU dengan tegas akan menolak berkas pendaftaran mereka.
Sibuk Terima Telephon
Sementara itu pantauan dilapangan, Firdaus dan Rusli Effendi memakai baju melayu berwarna putih dilengkapi kopiah. Arak-arakan memasuki halaman Kantor KPU Riau dengan diiringan kompang.
Firdaus yang berjalan dibarisan depan tiba-tiba keluar dari rombongan, seketika tampak walikota Pekanbaru itu sibuk berbicara melalui telephon genggamnya. Sepertinya masih ada urusan yang sangat penting tak bisa iya tinggalkan meski dalam situasi yang juga penting untuk mendapat konsentrasi sang visioner itu. Mungkin kesibukan tersebut yang membuat rombongan orang nomor 1 di Pekanbaru itu telat sampai ke KPU Riau.
Selang beberapa menit, Firdaus kembali barisan dan melanjutkan masuk ke ruangan. Kemudian pasangan calon ini kembali mengikuti prosesi pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Riau periode 2019-2024.
Berbeda dengan pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution yang masing-masing membawa istri pada saat mendaftar ke KPU, pasangan Firdaus dan Rusli Effendi memasuki ruang pendaftaran yang kental dengan suasana budaya Melayu dan duduk dipelaminan tanpa didampingi istri mereka. (vie)
Berita Lainnya
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Konsisten Cetak Juara, YAME Taekwondo Kembali Harumkan Nama Riau di Level Nasional
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Konsisten Cetak Juara, YAME Taekwondo Kembali Harumkan Nama Riau di Level Nasional