• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Sempat Minta Maaf, Polda Sitanggang Kini Sanggah Pamer Tuak di Pacu Jalur
27 Agustus 2026
Kasus Darwis vs Polda Sitanggang: Kuasa Hukum Minta Jangan Seret Sentimen Antardaerah
27 Agustus 2026
Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
27 Agustus 2026
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026

  • Home
  • Opini

Misi 'Gila' dari Mudik Ulo

Redaksi

Jumat, 17 April 2026 18:04:57 WIB
Cetak

Buya Marifat Mardjani

Oleh: Hendrianto. .

DUNIA politik kita hari ini mungkin perlu berkaca pada cermin tua dari tahun 1955. Saat itu, ada seorang pria kelahiran Mudik Ulo, Hulu Kuantan, yang berangkat ke Jakarta dengan satu misi gila: Membelah provinsi.

Namanya Buya Ma’rifat Mardjani.

Kalau politisi sekarang sibuk main TikTok atau pasang baliho sampai ke dahan pohon, Buya Ma’rifat punya cara yang jauh lebih "berdarah-darah". Beliau adalah produk tulen Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Baso. Modalnya cuma satu: Jaringan surau dan kepercayaan rakyat.

Bayangkan tahun 1955. Riau belum jadi apa-apa. Kita masih "numpang" di rumah besar bernama Provinsi Sumatra Tengah. Urusan birokrasi jauhnya minta ampun ke Bukittinggi. Rakyat Riau merasa seperti anak tiri yang hanya diperas minyak dan karetnya, tapi jalannya tetap berlumpur.

Di situlah Buya Ma’rifat masuk.

Beliau berkampanye tidak pakai mobil mewah. Beliau naik sampan, menyusuri lekuk Sungai Kuantan, Indragiri, sampai ke Kampar. Singgah dari masjid ke masjid. Tidak ada janji manis bagi-bagi amplop. Janjinya cuma satu, tapi berat: "Riau harus jadi provinsi sendiri!"

Hasilnya? Gila.

Meskipun beliau maju lewat Partai PERTI—yang secara nasional bukan partai raksasa—suara dari "kaum sarau" di Sumatra Tengah meledak. Dari empat kursi yang didapat PERTI di seluruh Indonesia, tiga di antaranya disumbangkan dari wilayah ini. Buya Ma’rifat pun melenggang ke Senayan sebagai satu-satunya putra asli Riau di parlemen.

Di Jakarta, beliau tidak diam jadi "stempel" pemerintah. Beliau adalah orator ulung. Kalau beliau sudah bicara di podium DPR, argumennya bukan cuma soal emosi, tapi data. Beliau teriak bahwa Indonesia bukan cuma Jakarta atau Bukittinggi. Perjuangan itu berdarah-darah sampai akhirnya lahir UU No. 19 Tahun 1957. Riau resmi berdiri di atas kaki sendiri.

Tapi, mari kita tarik napas sejenak. Tengoklah ke kampung halamannya sekarang.

Coba jalan-jalan ke Mudik Ulo hari ini. Apa yang Anda lihat? Alih-alih aspal mulus yang melambangkan kemajuan sebuah provinsi yang sudah kaya raya, mata kita justru disuguhi pemandangan lama: ruas jalan yang becek, berlubang, dan berlumpur.

Jauh dari kata modern. Padahal dari rahim desa inilah lahir "Bapak Pendiri" Riau. Ironis memang.

Buya Ma’rifat dulu naik sampan karena memang belum ada jalan. Sekarang, setelah provinsinya berdiri puluhan tahun dan triliunan rupiah uang minyak serta sawit mengalir, warga di tanah kelahirannya justru seperti dipaksa kembali ke zaman dulu—harus "berenang" di lumpur hanya untuk keluar desa.

Politisi sekarang harusnya malu. Mereka menikmati kursi empuk di Pekanbaru atau Jakarta hasil dari perjuangan yang dirintis Buya, tapi lupa memperbaiki jalan menuju rumah sang perintis.

Kesederhanaan Buya itu pilihan hidup, tapi membiarkan tanah kelahirannya tertinggal adalah sebuah kelalaian. Jangan sampai kita hebat dalam memuji sejarah, tapi payah dalam mengurus realita.

Makam beliau boleh saja tenang di Sei Alah, tapi melihat kondisi jalan di Mudik Ulo sekarang, rasanya perjuangan "memerdekakan" Riau yang dicita-citakan Buya Ma’rifat Mardjani masih punya utang besar yang belum lunas.

Begitulah.

Kita pintar mendirikan monumen, tapi sering lupa membangun jalan. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Mobil Mogok

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Sempat Minta Maaf, Polda Sitanggang Kini Sanggah Pamer Tuak di Pacu Jalur
  • 2 Kasus Darwis vs Polda Sitanggang: Kuasa Hukum Minta Jangan Seret Sentimen Antardaerah
  • 3 Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
  • 4 Pemko Pekanbaru Bebaskan Lahan Kantor Camat Bukit Raya untuk Atasi Macet Kaharuddin Nasution
  • 5 Hadirkan BTS Baru di Jorong Lariang, Telkomsel Buka Akses Konektivitas dan Peluang Digital bagi Masyarakat
  • 6 Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
  • 7 Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
  • 8 Alam Cahyo Tuah Nagoghi Rebut Tahta Tepian Narosa, Tumbangkan Juara Bertahan Bintang Emas Cahaya Intan
  • 9 Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
Terkini +INDEKS

Pemko Pekanbaru Siapkan 21 Puskesmas Jadi Posko Utama Korban Asap Karhutla

28 Agustus 2026
Kasus Suap Bupati Kuansing Siap Disidangkan, KPK Incar Tersangka Baru
28 Agustus 2026
Tim Gabungan Fokus Basmi Bara Gambut Karhutla Kerumutan
28 Agustus 2026
EMP Bentu Salurkan 18 Ribu Masker dan Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan
28 Agustus 2026
Penerbangan di Pekanbaru Aman dari Gangguan Kabut Asap
28 Agustus 2026
Riau Terdeteksi 207 Titik Panas, BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Wilayah
28 Agustus 2026
Pemilik Alat Berat Galian C Ilegal di Kerumutan Jadi Tersangka, Operator Lebih Dulu Ditahan
27 Agustus 2026
Jadi Nasabah Sejak 1986, Julpono Iskandar Boyong Empat Hadiah dari Program Bedelau BRK Syariah
27 Agustus 2026
Polsek Ukui Amankan Pria Diduga Edarkan Sabu, 7 Paket Siap Edar Disita
27 Agustus 2026
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
27 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved