• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Gurita Dugaan Korupsi Bupati Kuansing Non Aktif Suhardiman Amby Mulai Dikuliti KPK
08 Juli 2026
Siasat Sembunyikan Mobil Suap Gagal, KPK Sita Land Cruiser Bupati Kuansing di Pematangsiantar
08 Juli 2026
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
08 Juli 2026
Bupati Kuansing Pernah Ingatkan Stafsusnya: Kalau Ndak Kaya, Masuk Penjara
08 Juli 2026
Pasca-OTT KPK, Faksi Pejabat Eselon II Pemkab Kuansing Dilaporkan Pecah Tiga
07 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Misi 'Gila' dari Mudik Ulo

Redaksi

Jumat, 17 April 2026 18:04:57 WIB
Cetak

Buya Marifat Mardjani

Oleh: Hendrianto. .

DUNIA politik kita hari ini mungkin perlu berkaca pada cermin tua dari tahun 1955. Saat itu, ada seorang pria kelahiran Mudik Ulo, Hulu Kuantan, yang berangkat ke Jakarta dengan satu misi gila: Membelah provinsi.

Namanya Buya Ma’rifat Mardjani.

Kalau politisi sekarang sibuk main TikTok atau pasang baliho sampai ke dahan pohon, Buya Ma’rifat punya cara yang jauh lebih "berdarah-darah". Beliau adalah produk tulen Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Baso. Modalnya cuma satu: Jaringan surau dan kepercayaan rakyat.

Bayangkan tahun 1955. Riau belum jadi apa-apa. Kita masih "numpang" di rumah besar bernama Provinsi Sumatra Tengah. Urusan birokrasi jauhnya minta ampun ke Bukittinggi. Rakyat Riau merasa seperti anak tiri yang hanya diperas minyak dan karetnya, tapi jalannya tetap berlumpur.

Di situlah Buya Ma’rifat masuk.

Beliau berkampanye tidak pakai mobil mewah. Beliau naik sampan, menyusuri lekuk Sungai Kuantan, Indragiri, sampai ke Kampar. Singgah dari masjid ke masjid. Tidak ada janji manis bagi-bagi amplop. Janjinya cuma satu, tapi berat: "Riau harus jadi provinsi sendiri!"

Hasilnya? Gila.

Meskipun beliau maju lewat Partai PERTI—yang secara nasional bukan partai raksasa—suara dari "kaum sarau" di Sumatra Tengah meledak. Dari empat kursi yang didapat PERTI di seluruh Indonesia, tiga di antaranya disumbangkan dari wilayah ini. Buya Ma’rifat pun melenggang ke Senayan sebagai satu-satunya putra asli Riau di parlemen.

Di Jakarta, beliau tidak diam jadi "stempel" pemerintah. Beliau adalah orator ulung. Kalau beliau sudah bicara di podium DPR, argumennya bukan cuma soal emosi, tapi data. Beliau teriak bahwa Indonesia bukan cuma Jakarta atau Bukittinggi. Perjuangan itu berdarah-darah sampai akhirnya lahir UU No. 19 Tahun 1957. Riau resmi berdiri di atas kaki sendiri.

Tapi, mari kita tarik napas sejenak. Tengoklah ke kampung halamannya sekarang.

Coba jalan-jalan ke Mudik Ulo hari ini. Apa yang Anda lihat? Alih-alih aspal mulus yang melambangkan kemajuan sebuah provinsi yang sudah kaya raya, mata kita justru disuguhi pemandangan lama: ruas jalan yang becek, berlubang, dan berlumpur.

Jauh dari kata modern. Padahal dari rahim desa inilah lahir "Bapak Pendiri" Riau. Ironis memang.

Buya Ma’rifat dulu naik sampan karena memang belum ada jalan. Sekarang, setelah provinsinya berdiri puluhan tahun dan triliunan rupiah uang minyak serta sawit mengalir, warga di tanah kelahirannya justru seperti dipaksa kembali ke zaman dulu—harus "berenang" di lumpur hanya untuk keluar desa.

Politisi sekarang harusnya malu. Mereka menikmati kursi empuk di Pekanbaru atau Jakarta hasil dari perjuangan yang dirintis Buya, tapi lupa memperbaiki jalan menuju rumah sang perintis.

Kesederhanaan Buya itu pilihan hidup, tapi membiarkan tanah kelahirannya tertinggal adalah sebuah kelalaian. Jangan sampai kita hebat dalam memuji sejarah, tapi payah dalam mengurus realita.

Makam beliau boleh saja tenang di Sei Alah, tapi melihat kondisi jalan di Mudik Ulo sekarang, rasanya perjuangan "memerdekakan" Riau yang dicita-citakan Buya Ma’rifat Mardjani masih punya utang besar yang belum lunas.

Begitulah.

Kita pintar mendirikan monumen, tapi sering lupa membangun jalan. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia

Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar

Benteng Roboh, Injury Time Juprizal

Buy Now, Pay Later: Anugerah atau Perangkap Tersembunyi?

Gaya Elit, Ekonomi Sulit

'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'

Sentuhan Kak Ida, Radar Suhardiman, dan Mimpi Batik Kuansing Menyapa Dunia

Etika dalam Genggaman: Mengapa Warga Biasa Perlu Belajar Jurnalisme Dasar

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Gurita Dugaan Korupsi Bupati Kuansing Non Aktif Suhardiman Amby Mulai Dikuliti KPK
  • 2 Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
  • 3 Bupati Kuansing Pernah Ingatkan Stafsusnya: Kalau Ndak Kaya, Masuk Penjara
  • 4 Pasca-OTT KPK, Faksi Pejabat Eselon II Pemkab Kuansing Dilaporkan Pecah Tiga
  • 5 Respons Unik OTT Bupati Kuansing: Warga Bersyukur dan Minta KPK Jangan Pulang ke Jakarta
  • 6 Kasus Suhardiman Amby, KPK Geledah Rumah Kades di Kuansing
  • 7 KPK Diminta Usut Dugaan Kejanggalan Kelulusan Istri Ketiga Bupati Nonaktif Suhardiman Amby
  • 8 KPK Geledah Rumah Kadisbun Kuansing Hingga Larut Malam, Penyidik Bawa Koper Hitam Dikawal Polisi Bersenjata
  • 9 Breaking News: KPK Geledah Rumah Kadis Perkebunan Kuansing Malam Ini, Dijaga Polisi Bersenjata Laras Panjang
Terkini +INDEKS

Petani Riau Terima 80 Ton Pupuk Batu Bara dari Polri untuk Genjot Ketahanan Pangan

08 Juli 2026
Perbaikan Jalan Melati Pekanbaru Ditargetkan Rampung Cepat untuk Kelancaran Ekonomi Warga
08 Juli 2026
Gurita Dugaan Korupsi Bupati Kuansing Non Aktif Suhardiman Amby Mulai Dikuliti KPK
08 Juli 2026
Polisi Sita 220 Ekstasi di Tempat Biliar Dumai, Riau Masih Jadi Sasaran Empuk Narkoba
08 Juli 2026
Usut Kasus Suap Jabatan Suhardiman Amby, KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan Sejumlah Kepala Dinas
08 Juli 2026
Plt Gubri Minta Evaluasi Keselamatan Perairan Riau Pasca Tragedi Pompong Tanjung Buton
08 Juli 2026
Siasat Sembunyikan Mobil Suap Gagal, KPK Sita Land Cruiser Bupati Kuansing di Pematangsiantar
08 Juli 2026
Gandeng Sektor Swasta, Pekanbaru Targetkan Bebas Gizi Buruk pada Balita
08 Juli 2026
Nasib Fasilitas Publik Riau Tersandera Status Hutan, DPRD Desak Pemutihan 2,2 Juta Hektare
08 Juli 2026
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
08 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved