• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Dua Kursi Satu To Lam

Redaksi

Senin, 13 April 2026 19:33:32 WIB
Cetak

Presiden Vietnam, To Lam

Oleh: Hendrianto

SELASA pekan lalu (7/4), Majelis Nasional Vietnam mengetok palu. Bulat. Tanpa sisa. To Lam resmi jadi Presiden Vietnam untuk lima tahun ke depan.

Tapi, ini bukan pelantikan biasa. Ini sejarah baru.

To Lam kini resmi memegang dua tongkat komando paling sakti di Hanoi: Presiden sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam.

Di sana, itu jabatan tertinggi. Puncak dari segala puncak.

Model ini baru bagi Vietnam. Dulu, mereka punya prinsip "Empat Pilar". Kekuasaan dibagi-bagi supaya tidak ada yang jadi "raja kecil". Sekarang? Polanya mulai mirip tetangganya : Tiongkok.

To Lam adalah Xi Jinping-nya Vietnam.

Para analis politik mulai kasak-kusuk. Ada yang khawatir. Katanya: "Hati-hati, kekuasaan yang terlalu kumpul di satu tangan bisa bikin negara makin otoriter."

Tapi, ada juga yang senang. Terutama mereka yang suka gerak cepat. Bayangkan, kalau satu orang pegang semua kendali, birokrasi tidak akan bertele-tele. Sat-set.

Lalu, bagaimana rakyat Vietnam menanggapi ini? Di warung-warung kopi di pinggir jalan Hanoi atau Saigon, suasananya campur aduk. Khas masyarakat yang sudah kenyang dengan dinamika partai tunggal.

Sebagian besar rakyatnya terutama kelas pekerja sebenarnya tidak terlalu ambil pusing soal siapa yang duduk di kursi presiden. Bagi mereka, yang penting satu: perut kenyang dan harga-harga stabil.

Mereka melihat To Lam sebagai sosok "tangan besi" yang bisa memberantas korupsi lewat kampanye "Tungku Membara".

Rakyat sudah lelah melihat pejabat yang memperkaya diri sendiri. Mereka berharap, dengan kekuasaan mutlak di tangan To Lam, pembersihan birokrasi bisa tuntas sampai ke akar-akarnya.

Ada rasa optimisme bahwa stabilitas politik akan membuat hidup mereka lebih tenang.

Tapi, di kalangan aktivis dan kaum intelektual muda, ada napas yang tertahan. Mereka khawatir ruang gerak berekspresi akan semakin sempit.

Jika dulu masih ada "gesekan" antar-faksi yang memberi sedikit celah kebebasan, sekarang semua pintu terasa tertutup rapat. Satu komando, satu suara.

Bagi mereka, stabilitas adalah berkah, tapi keseragaman adalah penjara.

DI tahun 2026 ini, persaingan dengan kita pun makin sengit. Ibarat balapan di sirkuit ASEAN, Indonesia dan Vietnam ini sedang saling intip spion.

Data terbaru kuartal I-2026 keluar. Vietnam bikin mata melotot: PDB mereka melesat 7,83 persen! Tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Gila.

Mesin industri dan konstruksi mereka lagi panas-panasnya. To Lam memang tidak main-main soal urusan "perut" negaranya.

Indonesia sebenarnya tidak jelek. Ekonomi kita diprediksi tumbuh stabil di angka 5,1 sampai 5,3 persen tahun ini. Tapi kalau dibanding lari sprint-nya Vietnam, kita memang terasa lebih seperti pelari maraton: stabil, nafas panjang, tapi belum bisa secepat kilat.

Vietnam itu lincah. Mereka punya 15 perjanjian dagang bebas (FTA). Urusan bikin izin usaha? Cuma butuh 15 hari. Bandingkan dengan kita yang rata-rata masih sebulan lebih. Biaya buruh mereka juga masih lebih "seksi" di mata pabrikan global.

Tapi, Indonesia punya senjata rahasia: Pasar raksasa. 280 juta mulut yang siap belanja. Kita punya nikel, punya ambisi swasembada, dan punya daya tahan domestik yang kuat.

Masalahnya, Vietnam kini mulai bosan cuma jadi "tukang jahit" dunia. To Lam ingin mereka masuk ke high-tech semikonduktor, dan energi hijau. Menyaingi posisi kita.

Ada awan mendung memang. Namanya kekuasaan mutlak, pasti ada risikonya. Investor takut pada favoritisme. Rakyat takut pada pengawasan yang terlalu ketat.

Dan ekonomi yang dipacu terlalu kencang seringkali meninggalkan lubang gelembung aset di belakang.

Apakah model "Dua Kursi Satu To Lam" ini akan membawa Vietnam terbang melampaui tetangganya? Ataukah justru akan terjebak dalam pusaran kekuasaan yang terlalu dingin?

Yang jelas, To Lam sudah memegang kuncinya. Kita tinggal menonton bagaimana dia menyetir mobil besar itu. 

Sambil menyeruput Ca Phe Sua Da—kopi susu khas sana. Pahit-pahit manis. (***)

(Penulis merupakan Jurnalis riauin.com) 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved