PILIHAN
Gunung Sinabung Erupsi Tadi Siang, Masyarakat Diimbau Jauhi Zona Merah
Gunung Sinabung kembali erupsi
Karo, Riauin.Com - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukan aktivitas vulkanisnya. Gunung berstatus Awas atau Level IV tersebut kembali erupsi pada Senin (18/12/17) siang.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra mengatakan, erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 13.02 WIB. Semburan erupsi disertai dengan luncuran awan panas ke dua arah.
"Terjadi awan panas guguran Sinabung dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah sektor tenggara-timur dan 3.500 meter ke arah selatan," kata Armen, Senin (18/12).
Armen mengatakan, tinggi kolom semburan abu vulkanis dalam erupsi tersebut tidak bisa terpantau karena kondisi puncak gunung yang berkabut. Saat erupsi, angin bertiup lemah dan membawa material vulkanis ke arah barat-selatan.
"Untuk lama gempa saat erupsi ini 303 detik," ujar dia.
Armen pun kembali mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi zona merah Sinabung yang telah ditentukan. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas di dekat Sinabung karena awan panas dan guguran lava, serta erupsi masih berpotensi terjadi.
"Masyarakat diminta juga mengikuti imbauan-imbauan dari pihak terkait," ujar dia.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu waspada dan menggunakan masker jika terjadi erupsi. Warga pun diminta mengantisipasi tingginya curah hujan saat ini yang dapat memicu lahar dingin di sekitar aliran sungai Lau Borus. (amy)
sumber: republika.co.id
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra mengatakan, erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 13.02 WIB. Semburan erupsi disertai dengan luncuran awan panas ke dua arah.
"Terjadi awan panas guguran Sinabung dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah sektor tenggara-timur dan 3.500 meter ke arah selatan," kata Armen, Senin (18/12).
Armen mengatakan, tinggi kolom semburan abu vulkanis dalam erupsi tersebut tidak bisa terpantau karena kondisi puncak gunung yang berkabut. Saat erupsi, angin bertiup lemah dan membawa material vulkanis ke arah barat-selatan.
"Untuk lama gempa saat erupsi ini 303 detik," ujar dia.
Armen pun kembali mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi zona merah Sinabung yang telah ditentukan. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas di dekat Sinabung karena awan panas dan guguran lava, serta erupsi masih berpotensi terjadi.
"Masyarakat diminta juga mengikuti imbauan-imbauan dari pihak terkait," ujar dia.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu waspada dan menggunakan masker jika terjadi erupsi. Warga pun diminta mengantisipasi tingginya curah hujan saat ini yang dapat memicu lahar dingin di sekitar aliran sungai Lau Borus. (amy)
sumber: republika.co.id
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing