Riau Kejar Target Imunisasi Anak, Perangkat Desa Dilibatkan
RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau kini mengandalkan kolaborasi hingga tingkat desa untuk menutup celah cakupan imunisasi dasar lengkap yang belum memenuhi target nasional. Hingga akhir tahun 2025, capaian imunisasi di Bumi Lancang Kuning tercatat baru menyentuh angka 78,16 persen, masih di bawah target ideal sebesar 100 persen.
Guna mengejar selisih angka dari total sasaran 115.739 anak di bawah usia satu tahun tersebut, Dinas Kesehatan Riau mulai menggeser strategi. Fokus kini diarahkan pada penguatan literasi kesehatan di akar rumput untuk membendung misinformasi yang masih menjadi kendala di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli menyatakan bahwa imunisasi bukan sekadar prosedur medis rutin, melainkan fondasi bagi ketahanan kesehatan masyarakat di masa depan. Menurut dia, sinergi antara tenaga medis dengan tokoh lokal menjadi kunci utama dalam meyakinkan orangtua.
"Kita memerlukan sinergi yang erat antara tenaga kesehatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga Tim Pendamping Keluarga yang ada di setiap desa. Perangkat desa dan tokoh masyarakat memiliki pengaruh besar untuk menyampaikan pesan ini kepada warga," ujar Zulkifli di Pekanbaru, Jumat (10/4/2026).
Salah satu tantangan besar dalam upaya ini adalah persepsi masyarakat terhadap keamanan vaksin. Zulkifli menekankan pentingnya penyampaian data berbasis bukti (evidence-based) untuk menangkal keraguan warga terhadap risiko penyakit seperti campak, difteri, dan pertusis.
Sebagai bagian dari rangkaian Pekan Imunisasi Dunia 2026, Dinas Kesehatan Riau juga telah mengumpulkan ratusan petugas puskesmas dan penyuluh keluarga berencana dalam diskusi virtual bertajuk "Informasi Tepat, Imunisasi Lengkap, Lindungi Masa Depan". Langkah ini bertujuan membekali para pendamping di lapangan dengan argumen teknis yang mudah dipahami warga.
Pakar tumbuh kembang anak dari RSUP Sardjito/FK-KMK Universitas Gadjah Mada Mei Neni Sitaresmi bersama praktisi kesehatan Mhd Irzal dan Ibnu Sina turut memberikan pandangan klinis dalam upaya tersebut. Dari sisi praktis, Kepala Desa Kepau Jaya Lisanor juga berbagi pengalaman mengenai pola komunikasi di tingkat desa untuk meningkatkan kepatuhan orangtua.
Zulkifli optimistis, jika edukasi dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi lintas sektor, perlindungan terhadap anak-anak Riau dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi akan semakin optimal. "Tidak ada yang lebih berharga daripada melihat generasi mendatang tumbuh sehat dan terlindungi," tuturnya. (Bil)
Berita Lainnya
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
Kepercayaan Publik Naik, Indeks Anti-Korupsi Layanan Pajak di Riau Tembus 96,91
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027
Penataan Kawasan Olahraga, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Bangunan Liar Pedagang di Stadion Utama
Pemerintah Provinsi Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
Kepercayaan Publik Naik, Indeks Anti-Korupsi Layanan Pajak di Riau Tembus 96,91
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027
Penataan Kawasan Olahraga, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Bangunan Liar Pedagang di Stadion Utama
Pemerintah Provinsi Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO