Pemprov Riau Targetkan Vaksinasi PMK pada 44.700 Ternak Tahun Ini
RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) meningkatkan kewaspadaan terhadap persebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Setelah berhasil menyuntikkan vaksin pada 39.513 ekor ternak sepanjang 2025, tahun ini target sasaran diperluas menjadi 44.700 ekor ternak.
Kepala DPKH Riau Mimi Yuliani Nazir menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memutus rantai penularan di 12 kabupaten/kota serta satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan provinsi.
"Tahun lalu realisasi mencapai 39.513 ternak. Untuk tahun ini, kami mematok target lebih tinggi guna memastikan imunitas kelompok pada hewan ternak tetap terjaga," ujar Mimi di Pekanbaru.
Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan jumlah vaksinasi tertinggi mencapai 7.338 ekor, disusul Rokan Hulu sebanyak 4.968 ekor, dan Indragiri Hulu dengan 4.486 ekor. Sementara itu, wilayah lain seperti Rokan Hilir mencatat 4.000 ekor, Siak 3.968 ekor, dan Kota Pekanbaru 2.592 ekor.
Beberapa daerah lain juga turut melaksanakan vaksinasi secara bertahap, di antaranya, Kuantan Singingi 2.553 ekor, Bengkalis 2.517 ekor, Kepulauan Meranti 1.925 ekor, Pelalawan 1.729 ekor, Dumai 1.664 ekor, Indragiri Hilir 1.584 ekor.
Meskipun upaya vaksinasi terus digalakkan, DPKH mencatat terdapat 304 kasus PMK yang tersebar di delapan wilayah di Riau selama tahun lalu. Indragiri Hulu tercatat sebagai daerah dengan temuan kasus terbanyak, yakni 143 kasus, diikuti oleh Siak dengan 65 kasus.
Mimi mengungkapkan, dari total ratusan kasus yang terdeteksi, mayoritas hewan ternak berhasil ditangani. Namun, dilaporkan terdapat satu ekor ternak yang mati akibat penyakit ini di Kota Dumai.
“Secara kumulatif ada 304 kasus. Selain Indragiri Hulu dan Siak, temuan kasus juga ada di Dumai dan Rokan Hulu masing-masing 25 kasus, serta Indragiri Hilir 19 kasus,” tambahnya.
Beberapa wilayah lain mencatatkan angka kasus yang relatif rendah, seperti Kampar (9 kasus), Pelalawan (6 kasus), serta Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus. Sementara Rokan Hilir hanya melaporkan 1 kasus. Melalui peningkatan target vaksinasi tahun ini, Pemprov Riau berharap risiko kematian dan penyebaran virus dapat ditekan lebih maksimal. (Bil)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini