PILIHAN
Lima Kecamatan di Kota Tebing Tinggi Sumut Diterjang Banjir Bandang
Kota Tebing Tinggi diterjang banjir bandang.
Jakarta, Riauin.Com - Lima kecamatan di Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diterjang banjir bandang pada Minggu (3/12/17). Banjir mulai terjadi sekira pukul 03.00 WIB.
Hal itu disampaikan Kepala Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo, sesuai data yang diterima BNPB.
Menurutnya, kelima kecamatan yang diterjang banjir bandang tersebut yakni Padang Hulu, Tebing Tinggi Kota, Rambutan, Padang Hilir, dan Bajenis.
Diterangkannya, kronologis banjir bandang terjadi karena hujan terus menerus di Hulu Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar serta Kota Tebing Tinggi.
"Ini mengakibatkan Sungai Padang dan Sungai Bahilang tidak mampu menampung debit air yang sangat besar, sehingga meluap dan menggenangi rumah penduduk," kata Sutopo, Minggu (3/12/17).
Dari kejadian ini sebanyak 21.080 warga dari 5.985 kepala keluarga terkena dampak banjir. Sebanyak 5.985 unit rumah terendam dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter.
Sejauh ini wali kota, BPBD Kota Tebing Tinggi beserta jajaran meninjau lokasi banjir. BPBD Kota Tebing Tinggi melakukan pendataan.
Sejumlah instansi terkait telah mengevakuasi dan mendirikan tenda-tenda hunian serta mendistribusikan logistik berupa beras sebanyak 22.000 Kg, roti 10.000 Buah, indomie 5.000 kotak dan 10.000 nasi bungkus. Saat ini para korban terdampak sudah di evakuasi menggunakan perahu karet karena banjir sampai saat ini semakin tinggi. (amy)
sumber: republika.co.id
Hal itu disampaikan Kepala Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo, sesuai data yang diterima BNPB.
Menurutnya, kelima kecamatan yang diterjang banjir bandang tersebut yakni Padang Hulu, Tebing Tinggi Kota, Rambutan, Padang Hilir, dan Bajenis.
Diterangkannya, kronologis banjir bandang terjadi karena hujan terus menerus di Hulu Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar serta Kota Tebing Tinggi.
"Ini mengakibatkan Sungai Padang dan Sungai Bahilang tidak mampu menampung debit air yang sangat besar, sehingga meluap dan menggenangi rumah penduduk," kata Sutopo, Minggu (3/12/17).
Dari kejadian ini sebanyak 21.080 warga dari 5.985 kepala keluarga terkena dampak banjir. Sebanyak 5.985 unit rumah terendam dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter.
Sejauh ini wali kota, BPBD Kota Tebing Tinggi beserta jajaran meninjau lokasi banjir. BPBD Kota Tebing Tinggi melakukan pendataan.
Sejumlah instansi terkait telah mengevakuasi dan mendirikan tenda-tenda hunian serta mendistribusikan logistik berupa beras sebanyak 22.000 Kg, roti 10.000 Buah, indomie 5.000 kotak dan 10.000 nasi bungkus. Saat ini para korban terdampak sudah di evakuasi menggunakan perahu karet karena banjir sampai saat ini semakin tinggi. (amy)
sumber: republika.co.id
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing