Lebih dari 2.700 Pekerja Migran Bermasalah Dipulangkan BP3MI Riau, Mayoritas dari Sumut
RIAUIN.COM - Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau mencatat lonjakan jumlah pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah sepanjang tahun 2025. Total 2.707 pekerja migran difasilitasi kepulangannya oleh BP3MI Riau sebagai bagian dari komitmen negara memberikan perlindungan.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa upaya pemulangan ini adalah respons terhadap beragam masalah yang dihadapi para PMI selama bekerja di luar negeri. Dalam keterangannya, Fanny Wahyu Kurniawan menyebutkan bahwa mayoritas PMI yang bermasalah dan dipulangkan tersebut berasal dari wilayah Sumatera Utara.
"Angka yang cukup besar dari Sumatera Utara ini menjadi indikasi bahwa pengawasan dan edukasi di daerah asal masih perlu ditingkatkan," ujar Fanny Wahyu Kurniawan.
Fanny menambahkan, BP3MI Riau berupaya memastikan seluruh proses pemulangan berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Setelah tiba di Indonesia, para pekerja migran yang dipulangkan tidak dilepas begitu saja. Mereka diberikan pendampingan menyeluruh agar dapat beradaptasi kembali dengan keluarga dan lingkungannya.
"Pendampingan ini sifatnya berkelanjutan. Kami juga memberikan pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban PMI sesuai regulasi, supaya kasus serupa bisa diminimalkan," jelas Fanny Wahyu Kurniawan pada Rabu (31/12/2025).
Selain konseling dan edukasi, BP3MI Riau menyediakan bantuan sosial bagi PMI yang memerlukan dukungan lebih lanjut. Upaya komprehensif ini merupakan bentuk perlindungan total kepada pekerja migran yang merupakan pahlawan devisa.
BP3MI Riau juga aktif memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait sepanjang tahun 2025. Di sisi pencegahan, sosialisasi intensif tentang prosedur resmi dan aman untuk bekerja di luar negeri terus digencarkan. Hal ini bertujuan untuk melindungi calon PMI dari jeratan praktik pemberangkatan ilegal.
Fanny berharap data pemulangan ribuan pekerja migran bermasalah ini menjadi catatan penting untuk dievaluasi bersama oleh semua pihak terkait. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan perlindungan terhadap PMI di masa depan akan semakin optimal, dan jumlah kasus pekerja migran yang bermasalah dapat ditekan secara signifikan.
Sumber: RRI Pekanbaru
Berita Lainnya
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
Kepercayaan Publik Naik, Indeks Anti-Korupsi Layanan Pajak di Riau Tembus 96,91
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027
Penataan Kawasan Olahraga, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Bangunan Liar Pedagang di Stadion Utama
Pemerintah Provinsi Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
Kepercayaan Publik Naik, Indeks Anti-Korupsi Layanan Pajak di Riau Tembus 96,91
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027
Penataan Kawasan Olahraga, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Bangunan Liar Pedagang di Stadion Utama
Pemerintah Provinsi Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO