Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
BP3MI Riau Bantu Repatriasi 24 PMI Bermasalah yang Dideportasi dari Malaysia
RIAUIN.COM – Sebanyak 24 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang dideportasi dari Malaysia telah difasilitasi kepulangannya oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bekerja sama dengan P4MI Kota Dumai.
Para pekerja migran ini tiba di Pelabuhan Internasional Dumai pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 12.15 WIB menggunakan kapal Indomal Imperial dari Port Dickson, Malaysia.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa pemulangan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dengan Nomor SD.3979/PK/B/08/2025/04 tentang repatriasi mandiri terhadap 24 WNI/PMI yang sebelumnya ditahan di Depot Tahanan Imigresen (DTI) KLIA, Selangor.
“Setibanya di Dumai, para PMI langsung menjalani pemeriksaan dokumen oleh pihak Imigrasi dan pemeriksaan kesehatan awal oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan. Syukurlah, seluruhnya dalam keadaan sehat dan tidak memerlukan penanganan medis khusus,” ujar Fanny, Jumat (22/8/2025).
Selanjutnya, P4MI Kota Dumai mendampingi para PMI dalam proses registrasi IMEI di Bea Cukai, pencatatan data, serta menyediakan Rumah Ramah PMI sebagai tempat transit sebelum mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
BP3MI dan P4MI juga memberikan edukasi kepada para PMI tentang pentingnya bekerja ke luar negeri secara prosedural dan legal. Edukasi ini dianggap penting guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Negara hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada para PMI. Namun kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas dengan bekerja ke luar negeri secara ilegal, karena risikonya sangat besar,” tegasnya.
Diketahui, dari total 24 PMI yang dipulangkan, 17 orang adalah laki-laki dan 7 orang perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara (15 orang), Aceh (5 orang), Nusa Tenggara Timur (1 orang), Jawa Timur (1 orang), Sumatera Barat (1 orang), dan Nusa Tenggara Barat (1 orang). (Nab)
Berita Lainnya
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung
Titik Panas di Riau Turun Tajam, BMKG Minta Warga Tetap Waspada Karhutla
Prakiraan Cuaca Riau, Hujan Diprediksi Merata dari Pagi hingga Dini Hari
Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung
Titik Panas di Riau Turun Tajam, BMKG Minta Warga Tetap Waspada Karhutla
Prakiraan Cuaca Riau, Hujan Diprediksi Merata dari Pagi hingga Dini Hari
Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak