• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Tergiur Hasil Instan, Petani di Kuansing Sulap Perkebunan Sawit Jadi Tambang Emas Ilegal
18 September 2026
Kasus Perkimtan Rp48 Miliar Belum Jelas, Polres Kuansing Malah Buka Bidikan Baru ke Anggaran DPRD
17 September 2026
Pesona Diva Kuansing di Panggung DA8
17 September 2026
Fantastisnya Dana Kunker DPRD Kuansing di Tengah Bidikan Penyidik Tipikor
16 September 2026
Polres Kuansing Usut Dugaan Korupsi Anggaran Setwan TA 2025, 11 Anggota Dewan Dipanggil
16 September 2026

  • Home
  • Opini

Ketika Hukum Jadi Senjata

Redaksi

Sabtu, 02 Agustus 2025 17:05:53 WIB
Cetak

Ilustrasi

Ditulis : Hendrianto

HUKUM seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, penjaga moralitas, dan penjamin kesetaraan bagi seluruh warga negara.

Namun, apa jadinya jika hukum itu sendiri menjadi alat yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah, atau lebih parah lagi, menjadi senjata politik untuk menyingkirkan lawan?

Kasus yang menimpa Tom Lembong menjadi sebuah cermin yang menunjukkan betapa rapuhnya integritas hukum di negeri ini.

Hukuman yang dijatuhkan kepadanya terasa lebih sebagai "show of force" politik daripada penegakan hukum yang berlandaskan fakta.

Tom Lembong adalah sosok yang tidak lazim dalam kancah politik Indonesia. Dia bukan kader partai atau hasil dari tawar-menawar politik, melainkan seorang profesional yang ditarik ke dalam pemerintahan karena rekam jejak dan keahliannya.

Namun, di balik senyum itu, intrik politik tetap berjalan. Ketika seorang profesional seperti Tom mulai mengganggu kepentingan segelintir partai politik besar, ia pun dianggap sebagai masalah.

Kriminalisasi yang dialaminya bukan karena ia korup atau tidak becus bekerja, melainkan karena ia dianggap bermasalah dengan salah satu kekuatan politik yang ingin mengamankan posisinya.

Tom Lembong diduga dipenjarakan sebelum ia sempat membongkar kelakuan busuk para elite partai.

Kasus hukumnya dipercepat, disajikan ke publik, dan divonis dengan segera, seolah-olah ada ketakutan besar jika ia mulai "bernyanyi" dan mengungkapkan fakta-fakta yang bisa menjadi bukti hukum.

Ini adalah taktik klasik dalam politik, di mana pihak yang berpotensi membongkar skandal harus dibungkam terlebih dahulu sebelum suaranya terlalu nyaring.

Pola ini tidak hanya terjadi pada Tom Lembong. Kasus Sekjen Hasto Kristiyanto juga menunjukkan kemiripan.

Ia pun seolah harus "dikandangkan" atau dipersulit secara hukum agar tidak membuka fakta-fakta yang tak terbantahkan, termasuk isu sensitif seperti siapa sebenarnya "Si Raja Jawa" atau keabsahan ijazah.

Hal ini mengindikasikan adanya pola sistematis di mana hukum digunakan sebagai alat untuk membungkam para politisi yang dianggap berpotensi merusak narasi atau mengancam kekuasaan yang sedang berjalan.

Penegakan hukum yang tebang pilih ini melahirkan teror psikologis. Mereka yang pernah terlibat korupsi tetapi "lupa" menyetorkan uang pengamanan kini hidup dalam ketakutan. Mereka tahu bahwa hukum tidak berlaku adil dan bisa diatur oleh kepentingan.

Semua fenomena ini membawa kita pada sebuah kesadaran yang pahit: politik bukan lagi tentang siapa yang berkuasa, tetapi tentang siapa yang paling licik dialah yang selamat.

Di tengah pertempuran ini, rakyat biasa hanya bisa menjadi penonton. Kita menyaksikan bagaimana hukum dan keadilan dipermainkan, bagaimana integritas dikorbankan demi kekuasaan, dan bagaimana kebenaran dibungkam demi kepentingan sesaat.

Narasi ini menjadi semakin kompleks dengan adanya kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti dan abolisi kepada Tom Lembong dan Hasto.

Keputusan ini, bisa diinterpretasikan sebagai pengakuan tidak langsung dari pemerintah bahwa kasus-kasus tersebut memang kental dengan nuansa politis dan bukan murni penegakan hukum.

Langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya rekonsiliasi politik, di mana Presiden baru ingin merangkul semua pihak. Namun, hal ini juga berisiko mengikis kepercayaan publik terhadap institusi peradilan.

Jika kasus yang sudah divonis bisa dihentikan melalui keputusan politik, maka masyarakat akan semakin skeptis terhadap kemandirian hukum.

Ketika sistem sudah sangat rusak, di mana hukum tidak lagi bisa diandalkan, rasa frustrasi dan apatis pun muncul.

Menjadi penonton adalah respons logis dari sebuah masyarakat yang merasa tidak berdaya. Namun, apatis bukanlah solusi.

Saatnya masyarakat bersikap kritis, memantau setiap kejanggalan, dan menuntut penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu.

Sebab, jika hukum sudah tunduk pada politik, maka keadilan hanya akan menjadi kata-kata kosong yang tidak memiliki makna. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031

Ketika Bencana Alam Menjadi Risiko di Tempat Kerja

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031

Ketika Bencana Alam Menjadi Risiko di Tempat Kerja

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tergiur Hasil Instan, Petani di Kuansing Sulap Perkebunan Sawit Jadi Tambang Emas Ilegal
  • 2 Kasus Perkimtan Rp48 Miliar Belum Jelas, Polres Kuansing Malah Buka Bidikan Baru ke Anggaran DPRD
  • 3 Fantastisnya Dana Kunker DPRD Kuansing di Tengah Bidikan Penyidik Tipikor
  • 4 Polres Kuansing Usut Dugaan Korupsi Anggaran Setwan TA 2025, 11 Anggota Dewan Dipanggil
  • 5 Perkuat Sentra Budaya, Pemprov Riau Fasilitasi Kantor UPT Kemenbud
  • 6 Pemkab Kuansing Tak Liburkan Sekolah di Tengah Kabut Asap, Masker Diwajibkan
  • 7 Penyidikan Suap APBD Kuansing 2017 Mangkrak, Aktivis dan Warga Pelototi Kejari
  • 8 Pertamina Garansi Subsidi BBM Aman dari Fluktuasi Minyak Dunia
  • 9 Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Terkini +INDEKS

Pemprov Riau Bentuk Tim Khusus Usut Pengaduan Masyarakat Soal HW Live House

19 September 2026
Warga Sukarjo Mesim Bengkalis Galang Dana Mandiri Perbaiki Jembatan Parit Jawa
19 September 2026
DLHK dan Satpol PP Pekanbaru Tindak Warga Pembakar Sampah
19 September 2026
Dua Gol Sundulan Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk Persiraja 2-1
19 September 2026
SMPN 8 Pekanbaru Pakai Meja Rusak, Komisi III DPRD Pertanyakan Pengadaan Meubeler Disdik
19 September 2026
BMKG Deteksi 91 Hotspot di Riau, BPBD Minta Tim Karhutla Tidak Lengah Pasca Hujan
19 September 2026
TNI AU Tabur 1 Ton Garam dan Siagakan Helikopter Caracal Padamkan Karhutla Riau
19 September 2026
DEN Kejar Target 45 Juta Penerima Bansos Digital, Riau Mobilisasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas
19 September 2026
Pemprov Riau Siapkan 53 Usulan Baru Kampung Nelayan Merah Putih untuk 2027
19 September 2026
Peringatan Dini BMKG, Cuaca Buruk Ancam Tujuh Daerah di Riau Hari Ini
19 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved