• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Rekam Jejak Prof Syahlan, Putra Kuansing yang Kini Pimpin Pengadilan Tinggi Kaltara
03 Agustus 2026
Pemerintah Kabupaten Kuansing Pangkas TPP ASN Jadi 70 Persen pada 2027
03 Agustus 2026
Bapenda Kuansing Bakal Tempel Stiker Kendaraan Penunggak Pajak, Kebijakan Diprotes
02 Agustus 2026
Surat Bermaterai Desi
01 Agustus 2026
Anggota DPRD Kuansing Fraksi PKB Tolak LPj APBD 2025, Soroti Tunda Bayar Rp202 Miliar dan PPPK Siluman
31 Juli 2026

  • Home
  • Opini

Ketika Hukum Jadi Senjata

Redaksi

Sabtu, 02 Agustus 2025 17:05:53 WIB
Cetak

Ilustrasi

Ditulis : Hendrianto

HUKUM seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, penjaga moralitas, dan penjamin kesetaraan bagi seluruh warga negara.

Namun, apa jadinya jika hukum itu sendiri menjadi alat yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah, atau lebih parah lagi, menjadi senjata politik untuk menyingkirkan lawan?

Kasus yang menimpa Tom Lembong menjadi sebuah cermin yang menunjukkan betapa rapuhnya integritas hukum di negeri ini.

Hukuman yang dijatuhkan kepadanya terasa lebih sebagai "show of force" politik daripada penegakan hukum yang berlandaskan fakta.

Tom Lembong adalah sosok yang tidak lazim dalam kancah politik Indonesia. Dia bukan kader partai atau hasil dari tawar-menawar politik, melainkan seorang profesional yang ditarik ke dalam pemerintahan karena rekam jejak dan keahliannya.

Namun, di balik senyum itu, intrik politik tetap berjalan. Ketika seorang profesional seperti Tom mulai mengganggu kepentingan segelintir partai politik besar, ia pun dianggap sebagai masalah.

Kriminalisasi yang dialaminya bukan karena ia korup atau tidak becus bekerja, melainkan karena ia dianggap bermasalah dengan salah satu kekuatan politik yang ingin mengamankan posisinya.

Tom Lembong diduga dipenjarakan sebelum ia sempat membongkar kelakuan busuk para elite partai.

Kasus hukumnya dipercepat, disajikan ke publik, dan divonis dengan segera, seolah-olah ada ketakutan besar jika ia mulai "bernyanyi" dan mengungkapkan fakta-fakta yang bisa menjadi bukti hukum.

Ini adalah taktik klasik dalam politik, di mana pihak yang berpotensi membongkar skandal harus dibungkam terlebih dahulu sebelum suaranya terlalu nyaring.

Pola ini tidak hanya terjadi pada Tom Lembong. Kasus Sekjen Hasto Kristiyanto juga menunjukkan kemiripan.

Ia pun seolah harus "dikandangkan" atau dipersulit secara hukum agar tidak membuka fakta-fakta yang tak terbantahkan, termasuk isu sensitif seperti siapa sebenarnya "Si Raja Jawa" atau keabsahan ijazah.

Hal ini mengindikasikan adanya pola sistematis di mana hukum digunakan sebagai alat untuk membungkam para politisi yang dianggap berpotensi merusak narasi atau mengancam kekuasaan yang sedang berjalan.

Penegakan hukum yang tebang pilih ini melahirkan teror psikologis. Mereka yang pernah terlibat korupsi tetapi "lupa" menyetorkan uang pengamanan kini hidup dalam ketakutan. Mereka tahu bahwa hukum tidak berlaku adil dan bisa diatur oleh kepentingan.

Semua fenomena ini membawa kita pada sebuah kesadaran yang pahit: politik bukan lagi tentang siapa yang berkuasa, tetapi tentang siapa yang paling licik dialah yang selamat.

Di tengah pertempuran ini, rakyat biasa hanya bisa menjadi penonton. Kita menyaksikan bagaimana hukum dan keadilan dipermainkan, bagaimana integritas dikorbankan demi kekuasaan, dan bagaimana kebenaran dibungkam demi kepentingan sesaat.

Narasi ini menjadi semakin kompleks dengan adanya kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti dan abolisi kepada Tom Lembong dan Hasto.

Keputusan ini, bisa diinterpretasikan sebagai pengakuan tidak langsung dari pemerintah bahwa kasus-kasus tersebut memang kental dengan nuansa politis dan bukan murni penegakan hukum.

Langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya rekonsiliasi politik, di mana Presiden baru ingin merangkul semua pihak. Namun, hal ini juga berisiko mengikis kepercayaan publik terhadap institusi peradilan.

Jika kasus yang sudah divonis bisa dihentikan melalui keputusan politik, maka masyarakat akan semakin skeptis terhadap kemandirian hukum.

Ketika sistem sudah sangat rusak, di mana hukum tidak lagi bisa diandalkan, rasa frustrasi dan apatis pun muncul.

Menjadi penonton adalah respons logis dari sebuah masyarakat yang merasa tidak berdaya. Namun, apatis bukanlah solusi.

Saatnya masyarakat bersikap kritis, memantau setiap kejanggalan, dan menuntut penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu.

Sebab, jika hukum sudah tunduk pada politik, maka keadilan hanya akan menjadi kata-kata kosong yang tidak memiliki makna. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Surat Terbuka Hj. Arnida

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

Sejuk di Tengah Bising

Surat Bermaterai Desi

Kesehatan Mental dan Neurodivergen: Tantangan Sebenarnya Bukan Sekadar Stigma

Lulusan Memilih Pekerjaan: Antara Realitas Pasar dan Sikap 'Menuntut'

Surat Terbuka Hj. Arnida

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

Sejuk di Tengah Bising

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemerintah Kabupaten Kuansing Pangkas TPP ASN Jadi 70 Persen pada 2027
  • 2 Niat Tempel Stiker Pajak ke Warga, Bobrok Pajak Kendaraan Dinas Pemda Kuansing Malah Terbongkar
  • 3 Bapenda Kuansing Bakal Tempel Stiker Kendaraan Penunggak Pajak, Kebijakan Diprotes
  • 4 Surat Bermaterai Desi
  • 5 Anggota DPRD Kuansing Fraksi PKB Tolak LPj APBD 2025, Soroti Tunda Bayar Rp202 Miliar dan PPPK Siluman
  • 6 Pemkab Kuansing Janji Selesaikan Tunda Bayar Rp169,02 Miliar Secara Bertahap
  • 7 TKD Rp 4,2 Triliun Segera Cair, Pemprov Riau Minta Daerah Prioritaskan Gaji PPPK
  • 8 Integrasi Tol Lingkar Pekanbaru Dimulai, Pengalihan Akses Keluar Tol Pekanbaru–Dumai Diberlakukan
  • 9 Rencana Festival Cari Jodoh 4.700 Janda di Kuansing Terancam Batal
Terkini +INDEKS

Rekam Jejak Prof Syahlan, Putra Kuansing yang Kini Pimpin Pengadilan Tinggi Kaltara

03 Agustus 2026
Aset Daerah Bertambah, Pemko Pekanbaru Ambil Alih Ratusan Ruko di Kawasan Sukaramai Trade Center
03 Agustus 2026
Harga Emas dan Biaya Kuliah Picu Inflasi Riau Tembus 3,82 Persen pada Juli 2026
03 Agustus 2026
Pemprov Riau Kucurkan Rp 10 Miliar di APBD-P 2026 untuk Atasi Kerusakan Jalan Sontang-Kasang Padang
03 Agustus 2026
Rekaman CCTV Masjid Ungkap Aksi Curanmor di Pelalawan, Satu Pelaku Ditangkap
03 Agustus 2026
Lantik Zulhelmi Arifin Sebagai Sekda Pekanbaru, Walikota Tekankan Anti Korupsi
03 Agustus 2026
Double Winner di Thailand, Abimanyu Kibarkan Merah Putih Dua Kali dan Kokoh di Puncak Klasemen
03 Agustus 2026
Meski Dihimpit Tekanan Fiskal, Pemkab Kuansing Pastikan Pacu Jalur 2026 Digelar Meriah
03 Agustus 2026
Bukan Sekadar Rolling City, Vario Evo 160 Night Ride Pererat Silaturahmi Komunitas Honda di Pekanbaru
03 Agustus 2026
Soal Pertikaian Anggota Dewan, BK DPRD Riau Ngaku Masih Silang Pendapat
03 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved