Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
BNPB Tambah Personel dan Anggarkan Rp165 Ribu/Hari untuk Satgas Karhutla di Riau
RIAUIN.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI dan Polri telah menyepakati pembentukan satuan tugas (Satgas) darat tambahan guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Empat kabupaten/kota prioritas akan menjadi lokasi utama pengerahan pasukan ini.
Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, sebanyak 100 prajurit dari Batalyon 132 Salo, Kampar akan diterjunkan. Selain itu, masing-masing kabupaten juga akan dibantu oleh 100 personel dari Kepolisian.
“Secara administratif mereka berada di bawah BNPB, tapi untuk teknis operasional tetap dipimpin oleh komandan di masing-masing institusi,” ujar Suharyanto, Selasa (22/7/2025).
Ia menjelaskan, distribusi pasukan akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan. BNPB juga menjamin ketersediaan perlengkapan penting seperti pompa air, alat pelindung diri (APD), kendaraan patroli, dan sepeda motor trail untuk mendukung kegiatan di medan.
Untuk mendukung operasional harian, BNPB telah mengalokasikan dana sebesar Rp165 ribu per personel per hari.
Suharyanto juga menekankan pentingnya patroli aktif pasca-pemadaman, untuk mencegah munculnya kembali titik api yang disebabkan pembakaran ulang.
“Kehadiran petugas di lapangan bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif dan juga sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat tentang bahaya Karhutla,” jelasnya.
Ia menambahkan, operasi di darat menjadi kunci utama penanganan Karhutla. Walaupun dukungan udara dengan water bombing tetap diperlukan, efektivitasnya terbatas bila api sudah meluas.
“Kalau api sudah melahap hutan, menyiram dari udara seperti menyiram rumah terbakar dengan segayung air. Biayanya juga sangat tinggi,” jelasnya. Suharyanto mengungkapkan, operasional helikopter water bombing bisa menghabiskan sekitar 11.000 dolar AS atau setara Rp165 juta per jam.
“Kita masih ingat kejadian tahun 2019, jarak pandang di Pekanbaru cuma dua meter. Jangan sampai itu terjadi lagi,” pungkasnya. (Nab)
Berita Lainnya
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Batang Tuaka Inhil
Pemprov Riau Tembus 170 Kali Operasi Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Stok Pangan
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
Hujan Merata Padamkan Karhutla di Inhu dan Siak, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Batang Tuaka Inhil
Pemprov Riau Tembus 170 Kali Operasi Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Stok Pangan
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
Hujan Merata Padamkan Karhutla di Inhu dan Siak, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung