• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kuansing Gelar Donor Darah dan Bagi Sembako Gratis
16 Juni 2026
Pejabat Kuansing Kompak Ganti Nomor HP, Ahli Hukum UNRI: Itu Tidak Gentleman dan Problem Integritas
16 Juni 2026
'Jangan Bunuh Angsa Bertelur Emas'
16 Juni 2026
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
16 Juni 2026
Turap Koto Kombu Rampung, Rumah Guru yang Nyaris Longsor Kembali Dihuni
12 Juni 2026

  • Home
  • Nasional

Pacu Jalur Kuantan Singingi Berharap Jadi Warisan Dunia UNESCO

Redaksi

Jumat, 18 Juli 2025 14:07:47 WIB
Cetak

Anak tari sedang menari di haluan jalur yang sedang berpacu

Ditulis: Hendrianto

RIAUIN. COM – Pekikan "Kayuaaahh!" menggema di sepanjang Sungai Batang Kuantan, mengiringi derap perahu-perahu panjang yang melaju lincah. Di atasnya, puluhan pendayung bergerak serempak, mengayunkan dayung bersama rival di sampingnya. 

Inilah Pacu Jalur, warisan budaya takbenda kebanggaan Riau, yang kini tengah mengupayakan pengakuan dunia melalui penetapan UNESCO.

Meskipun tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Kuantan Singingi selama berabad-abad dan resmi berstatus Warisan Budaya Takbenda Nasional sejak 2014, Pacu Jalur masih menanti gilirannya untuk masuk dalam daftar UNESCO.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, Drs Azhar Ali, membenarkan bahwa Pacu Jalur belum terdaftar di UNESCO.

"Saat ini sedang dalam proses untuk didaftarkan ke UNESCO melalui Kementerian Kebudayaan. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi sudah bersurat ke kementerian agar Pacu Jalur Tradisional didaftarkan sebagai Warisan Budaya Dunia," kata Azhar kepada riauin.com kemarin.

Menurut Azhar, ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia di UNESCO. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dan Kementerian Kebudayaan tengah melengkapi persyaratan tersebut.

Senada dengan itu, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menyatakan bahwa kini adalah momen yang tepat bagi Pacu Jalur untuk mendapatkan pengakuan dunia.

Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, keberanian, dan semangat kebersamaan yang terkandung dalam Pacu Jalur sangat relevan untuk dikenal oleh masyarakat internasional.

Perjalanan menuju pengakuan UNESCO bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan ketekunan dan persiapan matang. Tim dari Kementerian Kebudayaan saat ini tengah sibuk menyusun naskah akademik yang komprehensif, merinci setiap jengkal filosofi dan praktik Pacu Jalur.

Ini mencakup proses pembuatan jalur (perahu) yang sarat makna, ritual adat yang menyertainya, hingga dampaknya terhadap perekonomian dan sosial budaya masyarakat setempat.

Dukungan penuh dari komunitas lokal menjadi kunci utama, sebab esensi warisan budaya takbenda adalah keberlanjutan pelaksanaan oleh para pemiliknya.

Masyarakat Kuantan Singingi, dari generasi ke generasi, telah menjaga dan melestarikan Pacu Jalur dengan gigih. Mereka adalah penjaga utama tradisi tak lekang dimakan zaman ini.

Selain itu, setiap usulan harus lolos saringan ketat UNESCO yang memastikan bahwa budaya tersebut menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia dan selaras dengan hukum internasional.

Dengan terbatasnya kuota usulan per negara setiap tahunnya, persaingan untuk masuk daftar antrean pun cukup sengit.

Setakar ini, ndonesia terus memperkuat posisinya di kancah global dengan menyumbangkan total 26 warisan budaya ke daftar bergengsi UNESCO.

Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah warisan budaya terbanyak yang terdaftar di UNESCO di kawasan Asia Tenggara, mencerminkan kekayaan dan keberagaman budaya yang luar biasa.

Dari jumlah tersebut, 10 situs telah diakui sebagai Warisan Dunia (World Heritage Sites). Beberapa di antaranya adalah kompleks candi bersejarah seperti Borobudur dan Prambanan, keajaiban alam seperti Taman Nasional Ujung Kulon dan Komodo, hingga lanskap budaya unik seperti Subak di Bali dan yang terbaru, Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Pengakuan ini menegaskan nilai universal dari situs-situs tersebut bagi kemanusiaan.
Sementara itu, 16 elemen budaya takbenda dari Indonesia juga berhasil masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) UNESCO.

Kategori ini mencakup, tradisi, ekspresi, pengetahuan, dan keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sebut saja Wayang, Keris, Batik, Angklung, Tari Saman, Pinisi, hingga Gamelan. Pengakuan terbaru pada tahun 2024 juga menambahkan Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang ke dalam daftar ini.
.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional tetapi juga merupakan upaya berkelanjutan pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam melindungi serta mempromosikan warisan berharga ini kepada dunia.

Pengunjung Kedua Terbanyak di Dunia. 

Selama Festival Pacu Jalur yang diadakan setiap tahun, ratusan ribu pasang mata tumpah ruah di tepian sungai, menyaksikan drama ketegangan dan euforia kemenangan. 

Bahkan, Pacu Jalur sempat dianalogikan sebagai acara dengan pengunjung terbanyak kedua di dunia setelah pelaksanaan Ibadah Haji di Tanah Suci.

Pengakuan UNESCO akan menjadi kado terindah bagi masyarakat Kuantan Singingi dan seluruh rakyat Indonesia. Ini akan menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya Nusantara tak ada habisnya, siap untuk dibagikan dan dirayakan oleh seluruh umat manusia. (***) 


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya

FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok

Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras

Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota

Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya

FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok

Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras

Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pejabat Kuansing Kompak Ganti Nomor HP, Ahli Hukum UNRI: Itu Tidak Gentleman dan Problem Integritas
  • 2 Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
  • 3 Turap Koto Kombu Rampung, Rumah Guru yang Nyaris Longsor Kembali Dihuni
  • 4 Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
  • 5 Polsek Cerenti Bakar 31 Rakit Tambang Emas Ilegal, Kapolres Kuansing Minta Tokoh Adat Turun Tangan
  • 6 CPO Melonjak, Harga Sawit Swadaya Riau Tembus Rp 3.674/Kilogram
  • 7 Cerenti 'Menyala' Lagi: Baru Dua Hari Razia, Ratusan Rakit PETI Kembali Beroperasi
  • 8 Sebut Bakar Rakit Hanya Sandiwara, Warga Kuansing Tantang Polisi Tangkap Pengepul Emas
  • 9 Usai Minta Maaf dan Bikin Pernyataan, Polisi Lepaskan Dua 'Pocong' Jadi-jadian di Taluk Kuansing
Terkini +INDEKS

BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil

18 Juni 2026
Jalur Laut Riau Masih Rentan, Polres Dumai Sita Sabu Rp 26 Miliar dari Jaringan Selat Malaka
17 Juni 2026
Bukan Cuma Kesehatan, Posyandu di Bengkalis Kini Wajib Layani Enam Bidang SPM
17 Juni 2026
Pekanbaru Pacu Reduksi Limbah di Hulu, Pengelola Sampah Terbaik Dihadiahi Umrah
17 Juni 2026
Kebakaran Lahan di Bengkalis Capai 8.237 Hektare, Terluas di Riau
17 Juni 2026
Terganjal Persoalan Administrasi Lama, Pekanbaru Raih Opini WDP dari BPK
17 Juni 2026
Pasokan Sabu dari Pangeran Hidayat Pekanbaru Rambah ke Wilayah Pemukiman Kampar
17 Juni 2026
Dipicu Penguatan CPO, Harga Sawit Swadaya di Riau Kembali Naik
17 Juni 2026
Longsor Hanyutkan Empat Rumah ke Sungai, Akses Pelabuhan di Inhil Putus
17 Juni 2026
Sambut HUT Kota Pekanbaru, Warga Riau Bisa Tambah Daya Listrik PLN Setengah Harga Selama Dua Pekan
17 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved