Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Pemko Pekanbaru Kaji Skema Kerja Sama Investasi Pengelolaan Sampah di TPA Muara Fajar
RIAUIN.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap rencana pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 2 Muara Fajar. Hingga kini, tercatat lima investor telah menunjukkan ketertarikan kuat untuk menanamkan modal dalam proyek tersebut.
“Kami masih mempertimbangkan berbagai skema pengelolaan yang ditawarkan. Setiap calon investor membawa pendekatan kerja sama yang berbeda-beda,” ujar Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, seusai menghadiri kegiatan PLN di kawasan Jalan Sri Palas, Rumbai Barat, Kamis (12/6/2025).
Beberapa pihak mengajukan skema dengan sistem tipping fee, di mana pemerintah membayar biaya pengelolaan kepada investor. Ada pula tawaran model pembelian mesin oleh pemerintah atau pembiayaan dengan sistem cicilan yang bisa berdampak pada keuangan daerah di masa depan. Di antara berbagai opsi tersebut, terdapat skema kerja sama yang dianggap cukup potensial.
"Ada dua investor yang hanya meminta dukungan berupa penyediaan lahan serta perizinan. Mereka akan membangun fasilitas dan menjalankan operasional secara independen, tanpa membebani anggaran daerah," jelas Markarius.
Proyek ini akan didanai sepenuhnya oleh pihak swasta. Setelah mencapai titik impas atau break-even point (BEP) dalam kurun waktu sekitar tujuh tahun, Pemko Pekanbaru juga akan memperoleh bagian keuntungan dari hasil pengelolaan tersebut.
“Kami telah meminta mereka untuk menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS), terutama agar bisa kami nilai dari sisi dampak lingkungannya,” tambahnya.
Markarius menegaskan bahwa aspek lingkungan merupakan hal krusial yang harus diperhatikan. Ia menekankan bahwa metode yang digunakan tidak boleh bertentangan dengan regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kami tidak ingin skema yang dipilih justru menggunakan metode yang dilarang, misalnya sistem pembakaran yang bisa mencemari lingkungan,” tutupnya. (Nab)
Berita Lainnya
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026