Dugaan Mark Up Anggaran LPJU Dishub Kuansing Mencuat, FABEM Riau Desak Pemeriksaan
Ilustrasi LPJU
RIAUIN. COM- Proyek pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan LPJU tenaga surya di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tahun 2024 senilai miliaran rupiah diduga sarat penyimpangan.
Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Riau mencurigai adanya mark up anggaran dalam proyek tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh, anggaran untuk LPJU mencapai Rp 1.777.600.000, sementara LPJU tenaga surya menelan biaya Rp 773.750.000.
FABEM Riau menyoroti adanya dugaan pengarahan pemesanan barang kepada CV. Kreasi Cipta Jaya di Pekanbaru, yang diduga milik seorang pengusaha bernama Haji Mul.
"Dishub Kuansing terkesan memaksakan pembelian barang melalui e-katalog dari CV. Kreasi Cipta Jaya di Pekanbaru. Padahal, kontraktor lain menyebutkan bahwa harga di provinsi tetangga, Sumatera Barat, jauh lebih murah," ungkap Heri Guspendri, Ketua FABEM Riau.
Heri mempertanyakan alasan Dishub Kuansing bersikeras memilih penyedia barang dari Pekanbaru.
"Kami menduga ada permainan anggaran di sini," tegasnya.
FABEM Riau mendesak agar Kepala Dishub Kuansing dan Haji Mul segera dipanggil dan diperiksa terkait dugaan mark up anggaran dalam pengadaan LPJU dan rambu-rambu lalu lintas tahun 2024.
Indikasi korupsi dalam proyek PJU ini tentu sangat disayangkan. Pasalnya, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat Kuansing, terutama pada malam hari.
Namun, jika proyek ini dikorupsi, maka kualitas PJU yang dihasilkan pun akan buruk dan tidak sesuai dengan harapan.
Sementara itu, Kepala Dishub Kuansing Hendri belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan korupsi dalam proyek PJU ini. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan mengarahkan agar persolan tersebut ditanyakan langsung kepada tim teknis.
"Bagusnya langsung konfirmasi dengan tim teknisnya," kata Hendri mengarahkan. (hen)
Berita Lainnya
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V
Agung Nugroho Pimpin Kembali Demokrat Riau, Fokus pada Penguatan Struktur
Pemkab Kampar Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 Terkait Keterbukaan Informasi
Hadirkan Air Bersih dan Bibit Produktif untuk Desa Talang Gedabu, Wujud PLN Menyalakan Harapan Masyarakat
Sebanyak 439 JCH Kloter BTH 11 Riau Diberangkatkan ke Madinah
Sebanyak 1.167 Rakit PETI Dibakar, Wakapolda Riau: Tak Ada Kompromi!
Sardiyono Diminta Kembali Nahkodai PPP Kuansing dalam Muscab V