Tolak Berdamai, Keluarga Korban Pengeroyokan di Bengkalis Minta Pelaku Dihukum
Korban pengeroyokan dirawat, keluarga minta pelaku dihukum.
RIAUIN.COM - Keluarga korban pengeroyokan terhadap MR (14) yang masih berstatus pelajar di Desa Parit 1 Api-api meminta kepada aparat penegak hukum memberikan hukuman setimpal kepada pelaku yang tidak memiliki hati nurani.
"Saya tidak akan mau berdamai, berapa pun uang yang mereka tawarkan, pelaku harus dihukum bera walaupun pelaku masih di bawah umur, mereka memperlakukan anak saya seperti binatang tanpa ada belas kasihan," ujar Sundari orang tua korban saat ditemui di Puskesmas Sungai Pakning, Rabu (25/9/2024).
Aksi pengeroyokan yang dilakukan pelaku sudah tidak bisa dimaafkan lagi, ia sebagai orang tua sangat terluka melihat video pemukulan terhadap anaknya, dipijak, ditendang, bahkan dilempar ke dalam semak setelah dipukul, bahkan dilindas menggunakan sepeda motor saat kondisi anaknya yang sudah tidak berdaya.
"Anak saya setelah dikeroyok dilemparkan ke dalam semak, setelah itu mereka lindas dengan motor hingga mengakibatkan kaki kanannya bengkak,," kata Sundari dengan suara yang sedih.
Dikatakannya lagi, kondisi anaknya saat ini mengalami memar di bagian wajah, dada dan punggung dirasakan sakit akibat di pijak dan dipukul pelaku, dan tangan juga merasakan sakit akibat melindungi matanya dari pukulan bertubi-tubi yang di lakukan oleh pelaku pengeroyokan.
"Dari semalam dan hari ini anak saya harus mendapatkan perawatan, bagian punggung dan dada dirasakan sesak dan nyeri, bahkan buang air besarpun juga dirasakan sakit, besok kami akan membawa anak ke RSUD Bengkalis untuk pengecekan dengan Rontgen terhadap luka yang diderita," kata Sundari.
Sementara itu Korwil Pendidikan Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana Dunny Duvira saat menemui korban di Puskesmas Sungai Pakning berharap kepada pihak keluarga untuk tetap tabah dan meminta kasus pengeroyokan ini diserahkan kepada aparat penegak hukum.
"Saya minta ibu untuk tidak membalas aksi serupa dan dapat menimbulkan masalah baru, serahkan kepada pihak kepolisian terhadap kasus pengeroyokan ini dan kepada anak kita cepat sembuh dan bisa kembali beraktifitas seperti biasa," harap Dunny.(nal/antara).
Berita Lainnya
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Konsisten Cetak Juara, YAME Taekwondo Kembali Harumkan Nama Riau di Level Nasional
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Konsisten Cetak Juara, YAME Taekwondo Kembali Harumkan Nama Riau di Level Nasional