PILIHAN
Sandera ‘Loyalitas’ dan Komodifikasi Jabatan di Kuansing
10 Oktober 2026
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Puluhan KK di Inhil Terpapar Banjir
Tembilahan, Riauin.com - Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Cabang Galah, Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa mengungsi karena pemukiman mereka terendam banjir, Senin (9/10/2017).
Saat ini, seluruh korban banjir yang tergabung dari warga Parit 6 sampai Parit 9 Dusun Cabang Galah (Kolektor) ini membuat tenda-tenda darurat di badan jalan besar tidak jauh dari jembatan penyebaranan Rumbai.
Kepala Desa Mumpa, Jumrani Mustapa mengatakan, ketinggian air sekitar 1 meter itu akibat curah hujan lebat yang mengguyur desa Mumpa dalam sepekan ini.
Selain itu, musibah ini juga disebabkan oleh adanya pendangkalan parit di wilayah tersebut, sehingga air tergenang dan tidak mengalir dengan baik.
Curah hujan, diakui Jumrani, sudah mengguyur desa Mumpa sejak hari Selasa (3/10/2017) lalu dan hingga kini curah hujan pun masih mengguyur wilayah tersebut.
"Saat ini, sedang kita data berapa jumlah jiwa yang menjadi korban. Sementara warga diungsikan dulu di halaman Kantor Desa, menjelang berkoordinasi dengan Camat dan Bupati. Karena kalau membuat tenda di badan jalan, kita khawatirkan keselamatan warga, makanya kita ungsikan dulu di depan kantor desa," ujar Kades Jumrani.
Atas musibah banjir yang menimpa desanya ini, Jumrani berharap kepada Pemkab Inhil agar cepat tanggap terhadap musibah yang dialami warganya. Ia juga berharap, Pemkab Inhil dapat menormalisasi parit sekitar yang mengalami pendangkalan di wilayah tersebut. (lipo)
Saat ini, seluruh korban banjir yang tergabung dari warga Parit 6 sampai Parit 9 Dusun Cabang Galah (Kolektor) ini membuat tenda-tenda darurat di badan jalan besar tidak jauh dari jembatan penyebaranan Rumbai.
Kepala Desa Mumpa, Jumrani Mustapa mengatakan, ketinggian air sekitar 1 meter itu akibat curah hujan lebat yang mengguyur desa Mumpa dalam sepekan ini.
Selain itu, musibah ini juga disebabkan oleh adanya pendangkalan parit di wilayah tersebut, sehingga air tergenang dan tidak mengalir dengan baik.
Curah hujan, diakui Jumrani, sudah mengguyur desa Mumpa sejak hari Selasa (3/10/2017) lalu dan hingga kini curah hujan pun masih mengguyur wilayah tersebut.
"Saat ini, sedang kita data berapa jumlah jiwa yang menjadi korban. Sementara warga diungsikan dulu di halaman Kantor Desa, menjelang berkoordinasi dengan Camat dan Bupati. Karena kalau membuat tenda di badan jalan, kita khawatirkan keselamatan warga, makanya kita ungsikan dulu di depan kantor desa," ujar Kades Jumrani.
Atas musibah banjir yang menimpa desanya ini, Jumrani berharap kepada Pemkab Inhil agar cepat tanggap terhadap musibah yang dialami warganya. Ia juga berharap, Pemkab Inhil dapat menormalisasi parit sekitar yang mengalami pendangkalan di wilayah tersebut. (lipo)
Berita Lainnya
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan