Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Awasi Tahapan Pilkada 2024, Panwaslu Kecamatan Tuah Madani Gelar Bimtek
RIAUIN.COM- Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Tuah Madani menggeleng Bimbingan Teknik dan Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas dan Evaluasi Pengawasan terhadap penyusunan daftar pemilih bagi Pengawas Kelurahan Desa (PKD), Jumat (26/7/2024). Kegiatan tersebut dalam upaya mengawasi tahapan Pemilihan Kepala Daerah 2024 yang sudah dimulai.
Sebagai narasumber mantan komisioner Bawaslu Riau periode 2017-2022, Dr (cnd) Neil Antariksa AMd SH MH, mantan komioner KPU Pekanbaru, Zulfajri ST. Hadir jajaran Panwaslu Tuah Madani, Ardinal SHut, Rhevo Yuzi Nisamayu SE, Husnul Fadhli Syafi'i SPd MPd, juga Komisioner anggota PPK Tuah Madani, Fitria Gustia Dewi SSi, Teguh Azmi Si Kom dan 5 PKD Kecamatan Tuah Madani serta jajaran Sekretariat dan staf Panwaslu Tuah Madani.
Pada sambutannya Ketua Panwaslu Kecamatan Tampan, Ardinal dalam sambutannya saat membuka acara berharap, dengan dilaksanakannya Bimtek ini membantu kerja-kerja PKD di lapangan.
Dalam pemaparannya, Neil membahas mengenai Coklit yang dilakukan Pantarlih dan pengawasan yang dilakukan Panwaslu kecamatan dan PKD setiap.
Dia menyebutkan, pendataan sifatnya hanya seremonial, tidak ada perubahan pola pencoklitan dari KPU. PPK dan PP harus melakukan pengawasan internal dan PKD harus terus mengawasi dan mendalami jalannya pencocokan dan penelitian data pemilih.
"Ini harus jadi catatan bagi Panwaslu, jika tidak ada progres, KPU harus dicarikan formalnya. Sehingga kita menuju pada penyempurnaan. Ini soal tanggung jawab yang dibebankan pada kita ketika menerima pekerjaan," katanya.
Sementara itu Zulfadli mengatakan adanya warga yang tidak dicoklit dan masalah terkait kinerja Pantarlih merupakan bagian dari kenakalan. Dia menilai hal tersebut merupakan bentuk pengabaian tanggung jawab dalam menjalankan kerja Pantarlih.
"Kemarin kita baca di media pernyataan KPU bahwa pencoklitan sudah 100 persen, saya tidak yakin dengan pernyataan itu karena di lapangan masih banyak ditemukan warga yang belum dicoklit. Ini bentuk kesalahan Pantarlih di lapangan," ujarnya.
Kemungkinan ini juga karena adanya data DP4 yang tidak berubah setiap kali dilakukan coklat. Karena itu, KPU harus pastikan semua perangkat bekerja dengan baik.
"Sebagai bagian dari penyelenghar Panwaslu kecamatan dan PKD harus terus kritis dan mengawasi jangan sungkan kepada PPK dan PPS agar hasil Pemilu lebih baik," ucap Zulfadli. -vie
Berita Lainnya
KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi
Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai
KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak
Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau
KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS
MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD
KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi
Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai
KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak
Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau
KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS
MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD